• Home
  • About
  • International Relations
    • Journal Articles
    • Books
  • Journalism
    • Karya Jurnalistik
  • Commentary
  • Lecture
    • Politik Luar Negeri Indonesia
    • Pengantar Hubungan Internasional
    • Bahasa Inggris Diplomasi
  • RoomHLNKI
  • Academic Profile

Jurnal Asep Setiawan

Jurnal Asep Setiawan

Monthly Archives: February 2007

Retreat, must watch TV programme

26 Monday Feb 2007

Posted by Setiawan in Archive, Blog, Inspiration

≈ Leave a comment

I find this programme as “Big Brother” Moslem version. It is not precisely Big Brother as we have seen. But this interesting programme to watch in BBC2.

Here the explanation of programme.

“Respected Muslim teacher, Abdullah Trevathan is convinced that what people today are missing in their lives is a connection with the divine. He converted to Islam 30 years ago and believes passionately that the spiritual message at the heart of the religion is universal and accessible to all – whether or not you’re Muslim or even religious.

“Last summer, with Islamophobia raging back home in the UK, Abdullah put his convictions to the test by inviting three men and three women (some Muslim, others not), to spend four weeks exploring their spirituality at an Islamic retreat in the hills of southern Spain. For the six volunteers, all seeking answers, it was a unique opportunity to escape the frenetic, materialistic world outside and focus on the search for a deeper meaning by immersing themselves in a more reflective lifestyle.

Catatan: Saya membaca di surat kabar sore acara ini dan terkesan dengan seorang Muslimah Inggris yang mengatakan setelah mengikuti acara Retreat di Spanyol ini, keimanan saya semakin mantap. Saya penasaran menyaksikannya. Program yang dirancang oleh Sufi ini mengajak kita untuk menjelajah makrokosmos dan mikrokosmos.

Alam yang indah di Spanyol dan dzikir pagi, siang dan malam menghadirkan sebuah perjalanan spiritual untuk mendekati dan memahami arti hidup ini.Saya ingin menunggu seri kedua dan seri ketiga dari acara ini.

Mungkin minggu depan. Perenungan memang perlu untuk mempersegar jiwa. Dalam acara itu ada ziarah ke makam untuk mengingatkan kita akan batas kehidupan kita. Jatah hidup ini cuma sebentar, kata Abdullah, maka buatlah arti hidup ini sebaik-baiknya. Meaningful life. Its’ beautiful word.

Share this:

  • Share on X (Opens in new window) X
  • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
  • Share on WhatsApp (Opens in new window) WhatsApp
  • Share on LinkedIn (Opens in new window) LinkedIn
  • Email a link to a friend (Opens in new window) Email
  • Print (Opens in new window) Print
Like Loading...

Hikmah 2: Keadilan selalu tegak cepat atau lambat

25 Sunday Feb 2007

Posted by Setiawan in Archive, Blog

≈ Leave a comment

Jika anda merasa diperlakukan tidak adil dalam kehidupan namun Anda tidak mendapatkan keadilan itu, jangan risau. Keadilan akan selalu tegak cepat atau lambat. Mengapa demikian, karena ketidakadilan tidak selaras dengan nurani. Akal sehat mengatakan, tindakan tidak adil bertentangan dengan hati sanubari. Semua orang akan merasakan bahwa bertindak adil adalah salah. Namun manusia juga memiliki nafsu untuk menutupi ketidakadilan dengan segala cara.Kalau keadilan selalu tegak lalu kapan ? Di dunia ini, manusia hidup sementara. Mereka yang yakin ada kehidupan setelah kehidupan sekarang, maka keadilan akan didapatkan disana. Jika keadilan tidak diperoleh karena ditindas dan ditipu maka semuanya akan dilunasi di alam nanti.Oleh sebab itulah, akal sehat membenarkan bahwa ketidakadilan adalah salah. Jadi jangan khawatir nurani Anda terinjak selamanya. Keadilan akan tegak di dunia ini atau kalau tidak bisa karena kekuatan jahat menekan dan menguasai, maka tunggulah waktunya.

Share this:

  • Share on X (Opens in new window) X
  • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
  • Share on WhatsApp (Opens in new window) WhatsApp
  • Share on LinkedIn (Opens in new window) LinkedIn
  • Email a link to a friend (Opens in new window) Email
  • Print (Opens in new window) Print
Like Loading...

Hikmah Nomor 1: Hidup saling membutuhkan

23 Friday Feb 2007

Posted by Setiawan in Archive, Family, Inspiration, Motivation

≈ Leave a comment

Ada kalanya kita mendapatkan banyak hikmah dalam perjalanan kehidupan.

Hikmah bisa datang cepat bisa pula terlintas tanpa diduga. Kadang-kadang hikmah kehidupan ini begitu kayanya sehingga tinta di lautan mungkin tidak bisa menuliskan semua hikmah dan kenikmatan yang kita alami.

Dalam seri hikmah ini, saya akan mencoba memaparkan baik yang terlihat di depan mata atau hasil dari perjalanan di alam maya yang sungguh sangat kaya ini.

Hikmah pertama adalah kita hidup ini saling tergantung dan saling menggantungkan. Cobalah kita tengok diri kita. Apakah ada barang yang kita buat sendiri ? Pakaian misalnya. Terbuat dari kapas dan ditentun oleh mesin dari negara lain. Bisa jadi warna dari tekstil yang dikenakan ini juga produk Jepang.Apakah Anda menjahit sendiri pakaian yang dikenakan ?

Boleh jadi hampir 100 persen tidak. Saya juga tidak. Bahkan tidak pernah menjahit sendiri karena memang tidak mampu. Kalau membeli bisa lah di toko pakaian, apalagi kalau sale.

Jadi hidup kita saling bergantung, saling membutuhkan dan saling mengisi. Dengan kita membeli pakaian, maka banyak orang nafkahnya terjaga.  Jadi jika ada orang yang sesumbar bahwa dia tidak tergantung orang lain, mungkin belum pernah merenungkan betapa saling tergantung kita.

Share this:

  • Share on X (Opens in new window) X
  • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
  • Share on WhatsApp (Opens in new window) WhatsApp
  • Share on LinkedIn (Opens in new window) LinkedIn
  • Email a link to a friend (Opens in new window) Email
  • Print (Opens in new window) Print
Like Loading...
← Older posts

Recent Posts

  • KEMULIAAN HARI ARAFAH: PUNCAK KESEMPURNAAN IBADAH DAN AMPUNAN ILAH
  • ARAFAH: PUNCAK MAHABBAH DAN MAGFIRAH YANG MENGGETARKAN JIWA
  • Beyond Managed Competition: The Xi Jinping–Donald Trump Summit and Its Implications for the Architecture of Global Politics
  • Menyingkap Hikmah di Balik Turunnya Surat Al-Adiyat: Refleksi Spiritual untuk Kehidupan Modern
  • Surat Al-Adiyat: Relevansi di Era Modern

Archives

Categories

My Tweets

Pages

  • About
  • Academic Profile
  • Bahasa Inggris Diplomasi
  • Karya Jurnalistik
  • My Books
  • NEWSROOM-HLNKI
  • Pengantar Hubungan Internasional
  • Politik Luar Negeri Indonesia
  • RoomHLNKI

Create a website or blog at WordPress.com

  • Subscribe Subscribed
    • Jurnal Asep Setiawan
    • Already have a WordPress.com account? Log in now.
    • Jurnal Asep Setiawan
    • Subscribe Subscribed
    • Sign up
    • Log in
    • Report this content
    • View site in Reader
    • Manage subscriptions
    • Collapse this bar
%d