• Home
  • About
  • International Relations
    • Journal Articles
    • Books
  • Journalism
    • Karya Jurnalistik
  • Commentary
  • Lecture
    • Politik Luar Negeri Indonesia
    • Pengantar Hubungan Internasional
    • Bahasa Inggris Diplomasi
  • RoomHLNKI
  • Academic Profile

Jurnal Asep Setiawan

Jurnal Asep Setiawan

Monthly Archives: September 2008

Situs menarik selama Ramadhan

11 Thursday Sep 2008

Posted by Setiawan in Archive

≈ Leave a comment

Anda yang sering berselancar bisa menengok beberapa situs yang menarik.Yang mungkin baru adalah situs Ramdhan dari Detikcom dengan nama Detik Ramadhan.Situs berita Okezone juga tidak kalah dengan menerbitkan halaman khusus bulana Ramadhan, Okezone Ramadhan.Sementara situs Islam seperti Era Muslim masih memberikan ruang juga membahas masalah di bulan Ramadhan.

Share this:

  • Share on X (Opens in new window) X
  • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
  • Share on WhatsApp (Opens in new window) WhatsApp
  • Share on LinkedIn (Opens in new window) LinkedIn
  • Email a link to a friend (Opens in new window) Email
  • Print (Opens in new window) Print
Like Loading...

Ramadhan bersama ojeg

10 Wednesday Sep 2008

Posted by Setiawan in Archive

≈ 2 Comments

Ojeg ternyata menjadi kendaraan penghubung yang vital. Ojeg menjadi bagian dari masyarakat perkotaan dan bahkan desa. Ini saya rasakan sendiri bagaimana untuk mencapai kantor harus melibatkan ojeg. Kalau tidak, saya sangsi bisa sampai ke kantor dari Bintaro di selatan ke Jakarta pusat di Bundaran HI. Ojeg itu mungkin tidak ada dalam kamus transportasi Indonesia. Mungkin juga tidak ada dalam daftar profesi. Namun ojeg banyak dirasakan para pengguna transportasi yang ingin bergerak cepat dan ingin jalan pintas daripada memutar-mutar.Kalau sekali-kali saja mungkin tidak terasakan kalau menggunakan jasa ojeg ini, tapi kalau setiap hari kantor melibatkan ojeg memang luar biasa dan terbuka mata terhadap keampuhan ojeg ini. Hanya karena profesi ojeg ini sedemikian besar minatnya karena tidak haris daftar dulu dan tidak perlu ujian, kecuali harus punya sim dan pinjam motor kalau perlu, maka jadilah ojeg.Berbeda dengan jasa transpor lain yang harus memiliki rute tertentu, ojeg bisa kemana-mana. Ojeg tidak dilarang untuk memasuki gang dan juga tidak ada batasan wilayah. Di bulan Ramadhan ini ojeg kelihatan seperti semut dimana-mana adanya. Baik pagi, siang maupun malam ojeg seperti tidak mengenal waktu.Ramadhan bersama ojeg, barangkali bisa disebut seperti itu jika kita memang memanfaatkan jasa mereka setiap pagi atau malam. Ojeg menjadi teman setia para pengguna jasa transportasi tanpa aturan, tanpa batas dan tanpa ujung. Daerah operasi mereka merambah kemana-mana mengantar Anda sampai depan pintu rumah.Jadi ojeg benar-benar vital di Ramadhan ini meski kadangkala penggunanya sedikit kesal karena membayar ojeg itu mahal dan kadang-kadang “mamang” ojeg ini suka jual mahal.

Share this:

  • Share on X (Opens in new window) X
  • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
  • Share on WhatsApp (Opens in new window) WhatsApp
  • Share on LinkedIn (Opens in new window) LinkedIn
  • Email a link to a friend (Opens in new window) Email
  • Print (Opens in new window) Print
Like Loading...

Renungan awal Ramadhan

01 Monday Sep 2008

Posted by Setiawan in Archive

≈ Leave a comment

Akhir pekan lalu digunakan untuk berbincang dengan kerabat terdekat. Terungkap sudah uang yang beterbangan di Jakarta ini, mulai uang haram, hasil korupsi sampai dengan uang hasil bisnis makanan yang menguntungkan.Mumpung bulan Ramadhan sekalian mengingatkan, korupsi di Indonesia sedang diberantas dengan adanya KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) sebuah lembaga yang sejauh ini menjerat beberapa oknum pejabat dan anggota legislatif. Yang luar biasa adalah ulah beberapa pejabat Bank Indonesia atas kepentingan pribadi dan kepentingan lembaga menggelontorkan uang ke lembaga legislatif.Saya menduga ini yang terungkap saja, apalagi yang tidak terbongkar ! Dengan besaran lebih dari seratus milyar dan bahkan ada anggota DPR yang kemudian mengaku mendapatkan 500 juta rupiah. Ada apa ini?Korupsi memang sudah menjadi virus dan kanker ganas di beberapa lembaga di Indonesia meski reformasi sudah 10 tahun dan meski sejumlah petinggi sudah dibui karena itu, tidakah mereka jera?Kelihatan belum kalau tidak ada hukuman mati bagi koruptor seperti di Vietnam atau Cina.Dari informasi selentingan, beberapa oknum petugas pajak juga menikmati dana milyaran ini entah darimana asalnya. Jika kita menjadi anggota keluarga pejabat yang gajinya kita bisa tebak, apakah kita mau menerima hadiah dari mereka itu? Saya ragu kalau kita menolak. BUkankah kita juga berarti menerima uang haram itu dari anggota kerabat kita baikd dekat maupun jauh untuk kita pakai?Ramadhan adalah bulan yang tepat untuk bersih-bersih. Saatnya menolak semua godaan dari harta korupsi itu.Saya kira dengan besarnya skala korupsi ini tidak heran krisis demi krisis susul menyusul karena uang rakyat dan uang hasil bumi ini dikantungi segelintir oknum penguasa. Teringat bagaimana ketika tahun 1997 pemerintah mencetak uang lebih dari 150 trilyun untuk membantu bank dan pengusaha yang terjera krisis keuangan kemudian ternyata uang itu menguap tidak jelas. Uang itu menguap bagaimana asap ke udara, tidak berbekas. Beberapa trilyun sedang diusut tetapi hanya sedikit saja dari kucuran 150 tilryun itu.Semoga Ramadhan ini memberkikan kebaikan untuk semua.

Share this:

  • Share on X (Opens in new window) X
  • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
  • Share on WhatsApp (Opens in new window) WhatsApp
  • Share on LinkedIn (Opens in new window) LinkedIn
  • Email a link to a friend (Opens in new window) Email
  • Print (Opens in new window) Print
Like Loading...

Recent Posts

  • KEMULIAAN HARI ARAFAH: PUNCAK KESEMPURNAAN IBADAH DAN AMPUNAN ILAH
  • ARAFAH: PUNCAK MAHABBAH DAN MAGFIRAH YANG MENGGETARKAN JIWA
  • Beyond Managed Competition: The Xi Jinping–Donald Trump Summit and Its Implications for the Architecture of Global Politics
  • Menyingkap Hikmah di Balik Turunnya Surat Al-Adiyat: Refleksi Spiritual untuk Kehidupan Modern
  • Surat Al-Adiyat: Relevansi di Era Modern

Archives

Categories

My Tweets

Pages

  • About
  • Academic Profile
  • Bahasa Inggris Diplomasi
  • Karya Jurnalistik
  • My Books
  • NEWSROOM-HLNKI
  • Pengantar Hubungan Internasional
  • Politik Luar Negeri Indonesia
  • RoomHLNKI

Create a website or blog at WordPress.com

  • Subscribe Subscribed
    • Jurnal Asep Setiawan
    • Already have a WordPress.com account? Log in now.
    • Jurnal Asep Setiawan
    • Subscribe Subscribed
    • Sign up
    • Log in
    • Report this content
    • View site in Reader
    • Manage subscriptions
    • Collapse this bar
%d