Sebenarnya booking rumah di Taman Puri Bintaro sudah sejak 2003 namun baru beberapa bulan ini mengisinya sejak Agustus 2008. Rumah sering kosong dan terakhir di kontrakkan. Oleh sebab itu bentuknya memang masih asli dan catnya sudah kusam. Saatnya beres-beres rumah yang kecil mungil ini.Tidak seperti mengurus rumah di London dalam tujuh tahun terakhir ini, rumah di Taman Puri Bintaro ini seperti dikatakan Nabilah, always sunny days. Si kecil Nabilah memang sempat melihat musim dingin di London sehingga begitu datang ke Jakarta gembira sekali melihat matahari setiap hari.Yang menyenangkan lagi bahwa lingkungan di Taman Puri Bintaro setelah pertemuan warga RT 08 muncul gagasan membuat semacam komunitas online dalam sebuah mailing list. Dengan banyak warga yang terhubung dengan jaringan internet ini, maka dimanapun berada termasuk Debrah Garlick – orang Australia yang guru British International School dan baru pulang Christmas Holiday- atau tetangga kami yang diplomat Departemen Luar Negeri mau ke Kanada, masih bisa bercengkrama dalam dunia maya. Continue reading
Taman Puri Bintaro
20 Tuesday Jan 2009
Menengok museum dari luar pagar cukup agung bangunanya, entah kalau koleksinya. Mudah-mudahan bisa nanti menengok koleksi Museum Nasional ini. Di London British Museum, Science Museum atau Natural History Museum menjadi langganan kunjungan keluarga. Anak-anak suka sekali bepergian ke Museum terutama Science Museum, selain ada atraksi naik simulator juga ada IMAX.Saya juga tidak mengerti kenapa anak-anak suka kalau diajak ke Museum ketika di London. Apakah karena suasananya menarik atau karena memang fasilitas dan koleksinya menjadi sesuatu yang bisa menambah wawasan.Dulu pernah mengunjungi Museum TNI kalau tidak salah di Taman Mini Indonesia Indah. Kita berharap ada sesuatu, tetapi koleksinya tidak begitu menarik. Karena perawatan mahal sejumlah barang pajangannya berdebu. Entah sekarang, semoga sudah lebih baik.Museum itu penting tidak hanya sebagai bahan studi tetapi juga tempat rekreasi sambil belajar. Mungkin museum ini tidak menjadi prioritas seperti di Jakarta ini karena dananya yang seret. Apakah perlu sponsor kali ya seperti pertunjukkan lainnya. Museum juga sudah memajang program untuk mendatangkan para pengunjung. Namun benturannya selalu dana.Museum bisa membangkitkan inspirasi, membangkitkan motivasi dan juga belajar dari generasi lama. Perjalanan hidup sebuah bangsa bisa disimak dari pajangan di museum ini. Sudah saatnya museum ini dikembangkan lebih besar untuk tujuan wisata dan pendidikan.
Setelah memasuki hari ke-12 pemboman dan penyerbuan Jalur Gaza – negeri Palestina yang berdaulat – oleh Israel, saatnya mengulurkan tangan dengan doa dan bantuan finansial. Saya merasakan sekali penderitaan mereka ketika bom itu tidak mengenali lagi siapa karena Israel memang sudah terkenal bengis. Anak-anak dan perempuan menjadi korban keganasan mereka. Alasannya adalah kareha Hamas – penguasa Gaza sekarang – menyerang dengan roket. Alasan yang dibuat-buat. Bukankah dengan teknologi militer peluncur roket itu bisa diserang tanpa harus mengorbankan anak-anak dan kaum hawa?Argumentasi apapun tidak ada yang menghentikan agresi Israel. Dari jauh saatnya membantu dan berdoa semoga kekerasan cepat dihentikan.Dengan nurani Anda yang gelisah, silahkan salurkan bantuan ke:1.