Dari beberapa literatur yang sudah dibaca mengenai syukur/gratitude dapat disimpulkan secara awal bahwa inilah salah satu sumber sukses.

Sukses tentu tidak perlu diartikan berlimpah kekayaan. Sukses adalah kebahagiaan lahir dan bathin, dunia dan akhirat. Seseorang sukses jika bekal di dunia cukup dan apalagi bekal untuk hereafter atau next eternal life.

Mengapa kesimpulan awal begitu?

Seseorang yang bersyukur menurut penelitian psikologi terbaru akan menimbulkan rasa nyaman, puas dan bahagia. Seseorang yang bersyukur berarti menerima dengan bahagia apa yang diperolehnya. Bahkan jika yang didapatpun sedikit, dia merasa itulah karunia TERBAIK yang pernah dirasakannya pada DETIK dia merasakannya.

Penelitian ini juga menyebutkan bahwa semakin banyak orang bersyukur maka energi positif yang terkumpul semakin besar, semakin luas.  Dengan kata lain kepuasaan bathin akan semakin dirasakan. Oleh sebab itu nanti akan terpancar di dalam penampilkannya rasa syukur itu dalam bentuk perkataan, kalimat yang positif serta tindakan yang sehat.

Tidak mengherankan satu rasa syukur yang dirasakan setiap hari akan menjadi modal besar dalam perjalanan hari berikutnya. Bisa dikatakan disini bahwa modal syukur akan melahirkan syukur lebih besar. Syukur terhadap anugrah yang dirasakan kepada dirinya dalam bentuk yang unik akan menjadi modal pada tahap berikutnya.

Timbunan rasa syukur ini adalah benih untuk sukses dan kebahagiaan seseorang.

Oleh sebab itu tuliskan dan ulang-ulang rasa syukur yang telah kita alami setiap hari. Sekecil apapun merupakan sebuah  gunung kebahagiaan yang akan semakin bertumpuk.

Nikmat inilah yang kalau dihitung tidak akan ada kemampuan untuk menuliskannya.

Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google Bookmarks
  • Blogplay

Tags: ,

Leave a Reply

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>