May 30 2008
Saya berdiri saja biar awet muda
Seperti biasa ketika pulang dari kantor memakai District Line dari Temple Station, saya duduk agak di pojok. Sore hari memang padat penumpang kalau naik underground. Setelah terantuk-antuk karena perjalanan membuat mengantuk, seorang tua masuk.
Dengan maksud berbaik hati, saya tanya “Tuan mau duduk”. Jawabnya kira-kira “Ngak saya berdiri aja biar tetap awet muda”. Walah jawaban yang mengejutkan. Jadi terheran-heran, kok saya bisa duduk dengan tenang sementara pak Tua dengan gagah berdiri di depan saya seraya memegang besi di atasnya.
Hmmm, jawabannya memang mengundang inspirasi. Saya tetap berdiri, biar tetap awet muda. Ya maksudnya biar dianggap gagah, muda tidak disebut tua lemah.
Saya pikir mungkin jiwanya yang muda meski badannya sudah berumur.”Berjiwa muda !” sungguh ungkapan yang tepat bagi pak tua yang bersikukuh untuk berdiri di kereta underground London ini.
Banyak diantara kita masih muda umur dan fisiknya, tapi kadang-kadang jiwanya sudah “tua” sudah “karatan”. Merasa tidak mampu dan merasa lemah.
Belajar dari orang Inggris ini boleh juga, tetap muda, tetap semangat meski fisik mungkin sudah berumur. Maksudnya tentu semangat dalam mengisi kehidupan lebih baik.
Hebat itu orang Inggris.
Tapi, aku percaya bahwa perkataan itu bukan tanpa isi. Menurutku, sedikit banyak itu punya pengaruh terhadap psikologi seseorang, yang kemudian akan mendorongnya untuk merasa muda dan sehat. nice