May 31 2008

Mensyukuri usia

Published by asep at 9:46 pm under Blog

Jadikanlah setiap hari seagai hari baru. Hari baru beramal, hari baru bersedekah, hari baru beribadah hari baru persiapan untuk bekal akhirat. Sangat jarang kita dalam kehidupan ini menghitung amal setiap hari sebelum tidur. Mungkin rasa kelelahan menjalani kehidupan yang makin berat mendominasi kita.

Sudah saatnya rasa syukur terhadap denyut jantung yang kemudian memuat badan bisa bergerak ini disyukuri sepenuhnya. Lihat misalnya, ketika sedang diam, ketika tidak merasakan kegiatan, jantung terus bedenyut tanpa kita minta. Jantung dengan setia menjalani fungsinya. Jika ajal telah datang, denyut ini akan berhenti.

Pernahkah kita menatap jauh kedalam tubuh kita betapa ajaibnya jantung menciptakan suasana kehidupan dalam diri kita. Baik berdiri, duduk atau berbaring, fungsi jantung kita relatif tidak terganggu. Posisi tubuh tidak mengurangi detak jantung. Jantung ini dengan setia berdenyut membawa kehidupan dalam badan kita.

Sedangkan instrumen kehidupan lainnya berupa ruh juga dengan setia menemani kita. Saat kita sadar maupun tertidur, ruh ini menemani sampai ajal menjemput. Betapa sangat lalainya jika kita membiarkan ruh ini tanpa makanan, ruh ini berjalan tanpa Tasbih kepada Allah SWT.

Saatnya, detik ini, untuk menatap jauh kedalam jasad dan ruh untuk menghitung syukur kita tentang pemberian-Nya, waktu dengan usia. Semua rencana, proyek, keindahan dan kenyamanan dunia tatakala detik waktu telah diamil Yang Maha Penguasa. Oleh seba itu tidak alasan jika kita memiarkan waktu berlalu tanpa Tasih dan Takbir dalam diri kita.

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply