Jun 24 2008
Laporan transportasi Indonesia
Belakangan tidak banyak menulis karena baru saja selesai menyusun laporan transportasi di Indonesia. Ada banyak cerita dibalik laporan ini, mudah-mudahan bisa diceritakan suka dan dukanya bekeliling beberapa kota dalam waktu dua Minggu !
Mulai dari Gambir ke Yogya, Surabaya, Banjarmasin dan berakhir di kantor Menteri Perhubungan Yusman Syafiie Jamal.
Pak Menteri dengan panjang lebar menguraikan strategi pembangunan transportasi Indonesia dengan menekankan kepada pengembangan kereta api kemudian dilanjutkan dengan perkapalan.
Denga tajam, Pak Menteri mengkritik sikap Uni Eropa yang melarang penerbangan Indonesia ke Eropa dan keinginan Uni Eropa mengubah tata administrasi penerbangan di Indonesia. Uni Eropa tidak bisa memaksakan kehendaknya ke Indonesia padahal permintaan pemisahan regulator dan operator bukan sebuah keharusan. Di beberapa negara maju juga terjadi penyatuan dua unsur itu.
Meliput dunia transportasi tidak hanya bisa melihat dari dekat bagaimana bus dirawat, bagaimana kapal dibuat dan bagaimana pilot dilatih di sebuah simulator, tetapi juga bertemu banyak orang yang berkecimpung dan bisnis di dunia transportasi.
Sebenarnya kalau mau mengintip foto-fotonya bisa diklik di Fotoku.
Atau kalau mau dengar laporannya masih ada di situs BBC Indoensia.
Selamat mendengarkan dan selamat menikmati !
Sudah di Indonesia mas? Ngemeng-ngemeng soal transportasi di Indonesia, jadi pengen curhat nih mas. Banyak hal yang harus diperbaiki. Terutama mengenai kualitas angkutan umum, entah yang dikelola oleh pemerintah maupun swasta. Salah satunya soal persaingan taxi di Bandung yang tidak sehat. Sepengetahuan saya saat ini hanya ada 2 perusahaan taxi di Bandung yang benar-benar menggunakan argo meter. Yang lainnya, tawar menawar seperti kalau kita mau naik becak, ojek atau bajaj. Saat di wawancara, para sopir taxi argo mengungkapkan adanya ancaman fisik dari sopir taxi tanpa argo, sehingga sopir taxi argo di Bandung kebanyakan hanya menerima order melalui telpon. Kalau tidak salah ingat malah sempat terjadi aksi anarkis perusakan taxi argo di Bandung. Disisi lain, berdasarkan pengalaman saya, untuk jarak tempuh yang sama, saya harus mengeluarkan uang yang lebih banyak jika menggunakan taxi tanpa argo, apalagi kalau kita kurang pandai menawar atau sedang diburu waktu. Hal ini diperparah dengan kondisi kendaraan yang buruk. Herannya, sampai saat ini tidak nampak adanya upaya pemerintah dan pihak berwajib untuk menyelesaikan masalah ini.
Masalah transportasi lain yang menurut saya harus mulai dipikirkan oleh pemerintah adalah peningkatan drastis kepemilikan sepeda motor. Tidak hanya di Jakarta, tapi di daerah juga terjadi serbuan sepeda motor. Dulu waktu kecil, keluarga saya dan juga banyak rumah tangga di Indonesia paling hanya memiliki 1 sepeda motor. Sekarang, 1 keluarga bisa memiliki lebih dari 1 motor. Bapak punya 1 untuk kerja, Ibu untuk ke pasar, anak-anak masing-masing punya 1 untuk ke sekolah. Anak saya pernah mendapat semacam tugas statistik dari gurunya untuk menghitung jumlah mobil dan motor yang melintas didepan sekolahnya di Magelang. Hasilnya, dalam 15 menit sekitar 20 mobil yang melintas. Sedangkan jumlah motor bisa mencapai lebih dari 5 kali lipatnya. Selain itu peningkatan jumlah korban kecelakaan juga banyak yang berasal dari pengendara sepeda motor. Lagi-lagi hal ini tidak bisa dihindari tanpa adanya upaya pemerintah memperbaiki sarana angkutan umum di perkotaan dengan segera. Sorry kalau commentnya panjang mas.