Jul 19 2008

Novel Noorca Massardi: dIa cinta dan presiden

Published by asep at 4:09 pm under Archive, Blog, Books

/> Judul aneh tetapi isinya sarat dengan pesan kepedulian bangsa. Dengan judul d.I.a cinta dan presiden, pembaca dibawa kedalam pengembaraan gelora reformasi 1998. Noorca M Massardi menyuguhkan novel berlatar sejarah reformasi, bukan lagi romantika perubahan politik 1965 seperti novel sebelumnya.

Noorca bercerita bahwa novel terbarunya adalah cerita paralel dua tokoh berbeda di masa yang sama. Tokoh pertama, Wahid Pratama, digambarkan single dan anggota DPR yang sedang dalam tahap direcall partainya karena mengadakan studi banding perjudian di Mesir.

Tokoh lannya Anggara Sutomo yang juga bujangan, anak pemilik grup media yang besar.

Novel ini membuka cerita dengan hilangnya sebagian besar wilayah Jakarta karena tsunami, gempa dan lumpur panas! Sebuah metafora mengenai persoalan yang dihadapi bangsa Indonesia belakanganini.

Noorca memang seorang jurnalis yang bisa menguraikan ide-idenya dalam novel yang katanya ingin membawa pesan bahwa jika calon-calon wakil rakyat membaca novel ini akan mengetahui bagaimana membangkitkan masa depan Indonesia.

Menurut sastrawan Radhar Panca Dahana, novel ini termasuk langkah dalam mengangkat topik sejarah mutakhir. Biasanya seting sejarah lama seperti jaman Majapahit lebih eksotis, namun Radhar mengatakan novel setebal hampir 900 halaman ini sangat dekat dengan pembacanya.

Namun Radhar mencatat bahwa cara penuturannya konvensional seperti dilakukan para penulis mungkin tiga dasa warsa sebelumnya. Padahal, saat ini telah berkembang gaya penceritaan yang lebih kuat yang bisa menjadi pilihan dalam penceritaan novel.

Dengarkan edisi audio ulasan novel d.I.a cinta dan presiden menurut Noorca: Novel d.I.a cinta dan presiden

2 Responses to “Novel Noorca Massardi: dIa cinta dan presiden”

  1. Bambang Cahyadion 21 Jul 2008 at 10:51 am

    Untung membuka blognya Kang Asep, jadi tahu ada Novel Noorca yang berjudul DIA ini. Hehehe ini khan jadi semacam rekomendasi dari pada membeli novel dengan menduga-duga isinya gimana. Hatur nuhun kang.

  2. Arlinkaon 01 Aug 2008 at 10:43 am

    Bahayanya novel ini bisa jadi terancam pencemaran nama baik. Karena penokohannya terlalu eksplisit. Tokoh wahid yang digambarkan di dalam buku ini juga pada “dunia nyata” tidak sehebat dan kisah recall-nya itu sungguh mengada-ngada. Bukankah dia memang di recall karena studi banding ke mesir dengan membawa keluarganya? artinya? ya…pakai uang negara juga!
    hehehehehehehehe…
    intinya sih, novel ini menjelaskan bahwa peran media sangat besar dalam konspirasi politik yang terjadi di Indonesia. waspada saja.

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply