Mar 18 2007

Borders Bookshop and Starbucks Cafe

Published by asep at 8:59 pm under Archive, Blog

Di London salah satu jaringan toko buku yang cukup besar di Inggris Borders merupakan tempat paling enak untuk browsing buku, majalah dan mencari bargain books. Dengan persaingan toko buku online seperti Amazon dan puluhan gerai buku online, Borders tidak kalah menawarkan beli buku dua dapat tiga.

Borders juga membangun gerai buku online diantaranya menawarkan buku Harry Potter terbaru yang akan terbit bulan Juli. Yang berminat mungkin sudah siap-siap menyisihkan tabungannya atau meminta kepada orang tuanya uang untuk memesan buku ini.

Yang menarik dari Borders adalah konsep menggabungkan kafe Starbucks dengan toko buku. Pertama kali saya lihat di Oxford Street di pusat kota London. Namun saat itu tidak begitu hirau. Sekarang dengan persaingan toko buku yang ketat, keberadaan kafe ini menjadi pemanis bagi para pengunjung. Sehabis browsing buku - dan biasanya hanya memberi tanda - maka duduk minum kopi adalah salah satu pilihan. Menyatukan kafe dengan toko buku konsep yang bisa digunakan dimana saja. Siapa tahu di Indonesia malah bisa digabung dengan bakso atau gerai siomay.

Bagi saya berkunjung minimal sebulan sekali ke Borders di kawasan pertokoan Gallion Reach merupakan cara untuk melihat-lihat perkembangan buku ini. Hanya sekarang Borders tidak hanya sekedar toko buku tetapi juga menjual DVD dab CD musik.

4 Responses to “Borders Bookshop and Starbucks Cafe”

  1. Jennieon 19 Mar 2007 at 11:53 pm

    Menarik. Kalau di AS, Starbucks ada di dalam Barnes and Noble bookstores. Borders punya cafe mereka sendiri.

    ~ Jennie

  2. asepsetiaon 22 Mar 2007 at 6:09 pm

    Rupanya mereka sudah menggabungkan konsep toko buku dan kafe ya. Di Indonesia, Jennie bisa memulainya kalau mau bisnis buku

  3. athaon 17 Apr 2007 at 8:50 am

    di indonesia konsep cafe+toko buku lum ada ya? menarik kalo dibuka. qra2 peminat byk ga y?

  4. asepsetiaon 17 Apr 2007 at 9:52 pm

    Saya kira belum. Kalau lihat di Gramedia Bintaro misalnya masih berupa toko buku, mungkin adanya di mall. Siapa tahu kalau ada yang membangun khusus satu gedung seperti Gramedia di Bandung mungkin cocok konsep kafe dan toko buku. Peluang bisnis lumayan.

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply