Sentilan Wapres Yusuf Kalla di sebuah acara bisa jadi ada benarnya. Banyak orang di Indonesia termasuk media massa yang menyetor berita, pesimis dengan masa depan negeri ini. Pesimis ini tidak sama dengan kritis, katanya.
Dia katakan, dulu para pendiri republik ini tetap optimis meskipun modal belum ada. Dengan kata lain dalam hitungan apapun, para founder republik ini merasa cerah memandang masa depan meskipun modal dan kemampuan rakyat belum ada. Mereka yakin, kemerdekaan adalah jembatan emas menuju kesejahteraan. Namun apa yang terjadi sekarang? Jembatan emas itu tidak sepenuhnya terwujud karena diseberang jembatan itu banyak orang tidak jujur dalam membangun negeri, banyak orang korup dari tingkat rendah sampai yang paling top.
Mungkin mentalitas inilah yang perlu dibangun. Mental dimana kekayaan alam dan kemerdekaan adalah amanah. Semuanya akan diminta tanggung jawab baik dalam segi ruhani maupun sejarah. Generasi ini mungkin akan disebut sebagai generasi yang memboroskan kekayaan negeri untuk kepentingan jangka pendek. Generasi yang menggadaikan kekayaan alam untuk kepentingan sesaat. Sungguh kadang tidak mengerti bagaimana produsen minyak harus mengimpor BBM. Penghasil emas di Papua, tidak menikmati bongkahan kekayaan alam itu. Gas alam di Natuna tidak sepenuhnya bisa dinikmati.
Informasi terbaru bagaimana kerusakan akan amanah ini, dari pengusutan Komisi Pemberantasan Korupsi, ada sekitar 400 trilyun rupiah dari Bantuan Likuiditas Bank Indonesia seperti menguap begitu saja ! Langkah pengusutan KPK jelas akan membuat gemetar mereka yang menelan habis cetakan uang rupiah yang luar biasa besarnya itu. Bank swasta saja mendapat 145 trilyun dan menguap entah kemana karena perbankan masih sakit juga.
Optimislah bahwa semua penghimpun dana rakyat ini akan terbongkar. Optimislah mereka dan keturunannya akan sadar betapa bersikap seperti tikus itu akan menurunkan derajat sendiri. Optimis terus bahwa mereka akan dikejar sampai turunannya karena kakek, bapak, paman atau ayah mereka yang menghabiskan dana itu tercatat meski pasti akan segera menghapus jejaknya. Optimis juga generasi baru bisa melacak keberadaan dana yang menguap entah kemana itu.
Tags: bantuan bank, korupsi


