Sebuah sekte aneh terbongkar belakangan ini. Sekte yang menyebut diri Satria Piningit Weteng Buwono ini disorot karena ritualnya melibatkan pelajaran Kamasutra. Semua tahu bahwa Kamasutra adalah seni pelajaran hubungan intim yang diimpor dari India.
Yang menjadi sorotan media di Indonesia ini ternyata pelajaran yang diberikan Imamnya Agus Imam Solihin menyertakan juga kamasutra. Tidak hanya itu teknik hubungan intim itu juga dilakukan secara massal. Salah seorang mantan anggotanya mengaku enam pasangan suami istri melakukan teknik kamasutra. Tentu saja jika memang benar teknik ini dilakukan tanpa busana.
Inilah yang kemudian menjadikan kelompok Satria Piningit ini disebut sekse mesum. Apalagi sas sus miring mengungkapkan bisa berganti pasangan. Maka hebohlah masyarakat.
Hanya anehnya, warga yang tinggal dekat markasnya di Jakarta Selatan ini tidak merasa terganggu. Malahan katanya orangnya baik-baik. Itulah mengapa sejak 2002 kegiatan mereka tidak pernah terbongkar sampai ada kasus anggota yang meninggal tahun lalu.
Di tengah kemajuan modern ini ternyata pencarian jati diri, pencarian ketenangan dengan mendekatkan diri kepada Supreme Being masih dilakukan. Sebagian dari manusia ini berkelompok dan jatuh ke seseorang yang memiliki kemampuan mempengaruhinya sampai mau mengikuti berbagai ritual seperti nyanyi tengah malam dan bahkan melakukan hubungan intim secara massal, mengingatkan kepada kebebasan seks di Barat.
Sebenarnya agama sudah memberikan jalan yang terang untuk mendekatkan diri kepada-Nya. Islam menjelaskan dengan gamblang berbagai amaliah setiap harinya. Bahkan para ulama sudah menjelaskan dengan terang benderang bagaimana berbagai amal ini bisa mendekatnya diri kepada-Nya.
Ada sebuah buku yang sedang dikaji berjudul menarik Quantum Cinta. Kata buku ini untuk tetap memiliki mahabah , hubungan cinta kasih dengan Sang Pencipta, senantiasa mengkaji berbagai ayat yang telah diberikannya. Ayat-ayat Al Quran menjadi bacaan dan renungan setiap hari. Itulah mengapa kecintaan kepada Sang Pencipta akan bertambah.
Buku ini hanyalah salah satu contoh bagaimana mencari ketenangan dalam dunia modern ini. Bagaimana proses pendekatan kepada Ilahi itu sudah tergambar jelas sejak 14 abad terakhir. Namun mengapa masih mencari aliran-aliran yang bahkan melakukan sesuatu yang bertentangan dengan nurani. Inilah barangkali dilema manusia modern dan kebingungan orang-orang di perkotaan.
Tags: Quantum Cinta, satria piningi weteng buwono, sekte, sesat



Kang Asep maaf…..aku hanya ingin menulis dan sekaligus mengomentari Tulisan Akang.
Pemikiran Seorang satria piningit ini muncul akibat faham dari cerita kuno yang diterjemahkan dengan kerdil dan disambung dengan berbagai budaya yang pernah masuk di Negeri ini.
Bila aku boleh menterjemahkan bahasa wayang dalam beberapa cerita wayang golek yang beberapa kali aku dengar tentang satria piningit, itu adalah bahasa filsafat wayang yang menerangkan bahwa kesejahteraan bangsa ini akan terwujud bila ada seorang pemimpin amanah, yang bisa memimpin dengan kesadaran atas dasar kewajiban untuk menjalankan roda kepemimpinan yang harus dipertanggung jawabkan kelak di alam baka nanti. tidak hanya sebuah pertanggung jawaban duniawi saja.
Filsapat wayang ini jelas-jelas filsafat islam yang di masukan kedalam seni pertunjukan pada jaman dulu, hasil pemikiran para wali yang memang jelas-jelas mengacu kepada Al-Qur’an dan Sunnah Nabi Muhammad SAW.
Bila kita kaji kebelakang……bahasa wayang adalah bahasanya dakwah para Wali dalam menyiarkan Islam untuk masyarakat Jawa yang pada saat itu masih kental dengan Faham Animis, Dinamis dll……sehingga melalui media budaya para wali masuk berdakwah dengan simbol-simbol kebenaran yang diberikan tidak secara langsung, sementara Satria Piningit adalah sebuah bahasa kiasan sebagai sebuah simbol yang diberikan para Wali sebagai Figur seorang Alim Ulama yang memimpin dengan dasar ahlakul karimah.
Munculnya bahasa satria piningit dewasa ini membuat gerah bangsa, karena terjemahan dari satria piningit sudah jauh dari bahasa yang diharapkan dalam dunia pewayangan seperti yang dipaparkan diatas.
Munculnya berbagai faham dan sekte mencerminkan kondisi masyarakat bangsa ini sudah jenuh dengan keadaan negara , sehingga dengan ke tidak sabaran, keputus asaan akhirnya muncullah pengkultusan diri sebagai tanda keserakahan dengan dalih cerita yang dikaitkan dengan kultur budaya yang pernah ada mengisi khasanah budaya negeri, dan gejala ini muncul akibat minimnya ilmu yang dipelajari oleh sebagian dari masyarakat kita, tanpa dasar keilmuan agama yang jelas.
Berawal dari kejenuhan, ketidaksabaran, ketidakpuasan dan keputusasaan akhirnya muncullah penyakit kejiwaan sebagian dari masyarakat negeri ini.
penyakit hati yang mendorong keinginan manusia untuk muncul sebagai pahlawan kesiangan dengan berbagai ego dan kepentingan untuk mendapatkan kekuasaan sesaat, tanpa dilandasi sebuah niatan ibadah dengan pengabdian ataupun loyalitas untuk membangun dengan kesungguhan.
Munculnya gejala berbagai aliran dan sekte adalah akibat keadaan negara saat ini, dimana dengan segala keterpurukan dan kemiskinan pada akhirnya manusia khilaf.
Aku setuju dengan tulisan kang asep tentang Quantum Cinta,
sehingga ada sebuah harapan untuk mendatang muncul seorang pemimpin yang adil dengan dasar agama, yang bisa melindungi seluruh umatnya seperti kepemimpinan rosul, atau kepemimpinan para sahabat……..
“yang bisa menjaga setiap makhluk bernyawa untuk saling menyayangi dan bukan untuk saling membunuh”
“yang bisa memberikan tauladan kepada masyarakatnya untuk saling tolong menolong bukan untuk saling menghancurkan”
“Yang bisa mengangkat derajat bangsanya untuk saling mensejahterakan dan bukan untuk menyengsarakan”
Insya Allah Krisis negeri ini akan segera berakhir menuju Indonesia yang makmur dan Sejahtera di bawah Pemimpin yang Amanah, yang dalam hati dan tindakannya sesuai dengan Al-Qur’an dan Sunnah serta mencintai tanah air dan menjaga kedamaian Dunia untuk menuju kedamaian akhirat.
Aku hanya bisa berharap dengan rintihan doa kepada Maha segalanya…..
Rab, ampunilah dosa para pemimpin kami yang telah khilaf dalam menjalankan amanah-Mu
Ampunilah dosa Guru-guru kami yang pernah khilaf dalam menjalankan tugas sebagai penerang kami…..
dan terimalah amal-amal kebaikan yang pernah mereka berikan untuk bangsa ini
ampunilah ketamakan manusia-manusia yang hanya mengikuti nafsu Syetan dan berikanlah hidayah-Mu kepada mereka
berikanlah kasih sayang-Mu sehingga mereka bisa menebar kasih sayang dan kelembutan……
ampunilah dosa-dosa mereka yang selama ini selalu membuat kericuhan di negeri ini.
Sehingga Negeri ini bisa bangkit kembali dengan pemimpin-pemimpin yang mencontoh segala perkataan dan perbuatan Muhammad SAW untuk diaplikasikan sebagai pijakan akhlaq dalam memimpin bangsa ini, Sehingga tercipta sebuah Negeri yang Aman….Damai…dan Sejahtera dan di jauhkan dari penyakit syetan yang saat ini merajalela di Negeri Indonesia tercinta……amin Yaa Robbil’Alamin.
Terima kasih Mas Isman atas komentarnya, memang ini fenomena masyarakat Indonesia kelihatannya