Apr 28 2007

Web 2.0 Directory

Published by asep at 8:42 am under Blog

Jika Anda senang browsing internet untuk menemukan bagaimana bentuk web 2.0, salah satu situs mungkin layak dilihat. Directory web 2.0 merupakan kumpulan situs yang disebut sebagai fenomena baru internet dimana networking dan social media tumbuh pesat.

Fenomena web 2.0 yang luar biasa tentu saya seperti youtube dan myspace.

Banyak hal menarik dari bentuk interaksi di internet yang sudah pada tahap akhir web 2.0 dimana blogging menjadi primadona para pengguna dimanapun dan dengan bahasa apapun.

Blogger.com dan multiply.com merupakan salah satu contoh menarik.

Web 2.0 directory adalah kreativitas baru untuk mengumpulkan situs yang memiliki nafas networking dan collaborating.

Salah satu yang menarik untuk dicoba adalah writewith.com. Bagi para penulis produktif seperti Jennie mungkin ini situs yang menarik. Dan para penulis serta editor bisa berkolaborasi daripada hanya mengirim email.

4 Responses to “Web 2.0 Directory”

  1. Budi Putraon 06 May 2007 at 9:56 am

    Terimkasih atas infonya, Mas. Sangat bermanfaat.

  2. asepsetiaon 06 May 2007 at 5:25 pm

    Sana-sama Mas Budi, saya juga tertarik atas karya-karya Anda. Ditunggu informasi menarik lainnya mengenai blogging, blogger, web 2.0 dan new gadget.

  3. mobs6.eduon 10 May 2007 at 8:48 am

    Web 2.0, siapalah yang tau mengenainya…yang tahu hanyalah mereka2 yang suka berbisnis, sedangkan orang IT diperas bagaikan sapi perahan untuk membuat segala program yang dikehendaki oleh para pebisnis tersebut. sebenarnya web 2.0 itu hanyalah pengaturan seluruh aplikasi yang berbasis internet untuk menguntungkan para pebisnis “edan” tukang NEGOSIASI…geeeeeto…sehingga pada suatu saat nanti akan ketemu yang NAMANYA SATPAM atau program2 yang akan dijualin untuk SEKURITAS internet…gimana nggak? jelas2 web 2.0 itu cuma untuk sharing data terpusat atau terdistribusi via internet yang MAYA tersebut…yang ketahuan penjahat2nya…

  4. asepsetiaon 10 May 2007 at 8:57 pm

    Barangkali kata “diperas” mungkin ada benarnya. Namun dalam dunia profesional, orang IT itu bisa saja bekerja terpaksa. Kalau tidak menyenangkan menjadi orang TI yang disuruh-suruh dan “diperas” kita bisa membuat perusahaan software sendiri seperti terjadi di India. Satu aplikasi asalkan populer mungkin bisa dikembangkan.

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply