Archive for the 'Archive' Category

Nov 02 2008

Cari kebaikan, akan kita temukan kebaikan

Published by asep under Archive, Blog, Inspiration

Ini cerita seorang sahabat yang menggugah.  Seseorang yang mencari kebaikan dia akan menemukannya dimanapun berada. Di Jakarta jika dia mencari  kebaikan, akan bertemu dengan orang-orang baik. Bila dia berada di luar negeri dia juga bisa menemukan kebaikan.

Sungguh sebuah cerita yang hebat, saya kira. Jika kita menginginkan sesuatu gagasan besar, dia juga akan menemukannya. Jika dia ingin sesuatu positif maka diapun akan menemukannya. Meski kita melintasi daerah yang penuh dengan keburukan, kita akan dituntun menuju kebaikan karena memang kita tidak mencari sisi-sisi gelap dari kehidupan manusia ini.

Sebaliknya jika kita mencari sesuatu yang buruk, dimanapun ternyata sama. Di Jakarta, di Indonesia di kota manapun kita akan mendapatkannya. Kita juga akan menemuinya sekalipun di tempat tersembunyi, di tempat-tempat gelap atau bahkan di tempat yang terang.

Di kota suci pun, demikian tuturnya, kita pun bisa menemukan keburukan, sesuatu penyimpangan buruk jika kita memang mencarinya. Keburukan ini akan menampakkan diri kepada kita karena memang kita menghendakinya.

Jadi dalam kehidupan ini carilah selalu kebaikan, bertemulah dengan orang-orang yang baik, yang shaleh, yang lurus, jujur dan memiliki komitmen akan kebenaran. Niscaya kehidupan kita akan terang benerang, sekalipun dalam sebuah kesulitan. Mengapa, karena kebaikan dan orang-orang yang baik akan senantiasa menghampiri kita.

No responses yet

Nov 01 2008

Blog sebagai arena kampanye

Published by asep under Archive, Blog

Sebuah tulisan di koran Tempo beberapa waktu lalu menarik perhatian. Blog ternyata sekarang menjadi ajang kampanye politik ! Luar Biasa !

Akhirnya politisi Indonesia merambah ke dunia blog sebagai salah satu wahana memperkenalkan dirinya.

Konon ini berkat kesukesan www.barackobama.com.

Politis Golkar Ferry Mursyidan Baldan, Ketua Umum PAN Sutrisno Bachir

Sebagian adalah anggota legislatif yang sedang ramai adalah para calon presiden 2009. Negeri yang serba sulit dan dilanda berbagai persoalan berat ini ternyata tidak kurang jumlah orang yang antri untuk menjadi presiden. Apa tujuannya ? Tentu sulit ditebak dalam kalimat yang sederhana. Umumnya mengaku ingin membangun Indonesia.

Sejumlah blog capres akan terus bermunculan tidak hanya dan akan semakin canggih lagi.

3 responses so far

Oct 28 2008

Enda is Father of Indonesia bloggers ?

Published by asep under Archive, Blog

Sengaja judul itu dibuat dengan bahasa Inggris karena dicomot dari situs Jakarta Post. Menurut koran ini Endah Nasution disebut sebagai Bapak Blogger Indonesia.

Enda Nasution — dubbed the “father of Indonesian bloggers, begitu saja kutip dari Jakarta Post.

Kelihatannya keren ya dijuluki Bapak Bloger Indonesia. Selamat buat Enda!

Saya kira memang betul blogger di Indonesia perlu merumuskan apa kegiatannya dan apa sasarannya dan perlu juga kali berorganisasi.

Supaya lebih hidup dan segar dan pertukaran lebih hangat.

Blogger disini pemahaman saya bukanlah blog untuk semata-mata “mesin uang”, yang gencar mencari dollar dari iklan.

Blogger bisa saja mencari ekspresi dan nafkah dari tulisan diblog, tetapi blogger lebih dari sekedar melakukan kegiatan ekonomi dan bisnis melalui blog.

Blogger adalah sebuah aktivitas yang menurut bahasa yang pernah saya tulis “melaporkan sejarah”. Blogger adalah saksi sejarah tentang berbagai hal mulai dari seni sampai dengan politik. Mulai dari budaya sampai olahraga dan teknologi.

Blogger adalah para perekam sejarah dan penyusun sejarah dan sekaligus pencipta sejarah.

Oleh sebab itu agar para blogger Indonesia bisa merumuskan sebuah arah yang memadai, maka komunitas blogger dijadikan sebagai wahana untuk saling mengisi dan saling mencerdaskan.

Komunitas blogger menjadi sarana transfer informasi, transfer aksi dan transfer persahabatan di jejaring global.

Ketika tinggal di London maka saya merasakan persahabatan untuk saling menyapa menjadi sebuah “obat” mengisi kehidupan yang lebih baik dan berisi. Bahkan teman lama dapat berkunjung dan bersapa, silaturahmi tersambung karena blog menjadi sebuah eksistensi kemanusiaan yang merupakan perpanjangan dari eksistensi fisik.

2 responses so far

Oct 22 2008

Polusi udara di Jakarta

Published by asep under Archive, Blog

Saya tidak tahu berapa angka polusi udara di Jakarta, tetapi merasakan kalau jalan di Thamrin, sungguh berat dada ini. Tiga bulan terakhir ini terasa sekali kadar timbal di Jakarta akibat knalpot bus, kopaja, metromini, motor dan mobil pribadi sungguh menyesakkan.

Adakah yang tahu berapa sih kadar polusi di Jakarta pusat ini?

Batuk-batuk dan sepertinya infeksi pernafasan menjadi sesuatu yang dianggap wajar. Polusi udara ini jelas akan membahayakan kalau disadari. Sayangnya memang arus kendaraan bermotor makin maka makin padat. Ini berarti karbon monoksida juga makin hebat kadarnya.  Dengan kata lain setiap hari menghirup timbal yang membahayakan kesehatan.

No responses yet

Oct 17 2008

Naik KRL ke Serpong yang gelap di tengah kegelapan

Published by asep under Archive, Blog

Pengalaman ini mudah-mudahan tidak terulang lagi. Kereta listrik dengan istilah populer KRL memang nyaman untuk melakukan perjalanan di Jabodetabek alias Jakarta, bogor, depok, tangerang dan bekasi. Namun tampaknya perjalanan yang seharusnya nyaman itu karena manajemen salah urus, bagaikan naik KRL jaman perjuangan kemerdekaan.

Dengan ongkos Rp 1500 dari Tanah Abang - terlalu murah kalau menuru saya - perjalanan ke Tanah Abang bisa ditempuh sekitar 30 menitan. Bandingkan dengan naik mobil sendiri atau bus umum, mungkin memerlukan waktu lebih dari satu jam. 

Persoalannya, sarana yang sudah bagus tersedia ini kurang dioptimalkan oleh PT KA. Buktinya masih ada rangkaian gerbong dalam sebuah perjalanan hampir semuanya lampunya tidak nyala ! Para penumpang duduk dalam kegelapan ditengah sesaknya KRL ekonomi - karena tidak ada pilihan lagi kecuali menunggu lebih dari setengah jam. 

Apakah manajemen KRL di Jabodetabek ini sedemikian buruknya sehingga tidak seperti KRL AC, gerbong KRL ekonomi itu dibiarkan menjadi rongsokan berjalan. Seharusnya memang neon yang harganya tidak seberapa itu diganti, setidaknya di satu gerbong ini ada satu atau dua yang menyala. Namun luar biasanya dan mengenaskannya, beberapa gerbong nyaris gelap, ditambah dengan suasana yang pengap dan panas. 

Saya tidak apa yang dipikirkan oleh para penanggung jawab di KRL ini. Kalau seandainya pimpinan KRL ini duduk dan ikut dalam perjalanan gerbong tanpa sinar di tengah kegelapan malam, niscaya akan sadar bertapa pentingnya neon penerang itu ! Kalau seandainya para petugas karcis yang setia memeriksa para penumpang berani melapor betapa sulitnya menunaikan tugas mereka, mungkin akan berubah.

Celakanya, perjalanan di tengah kegelapan itu tidak berlangsung satu hari tetapi berkali-kali dan nyaris setiap malam ada saja gerbong KRL yang gelap pekat. Apakah para penumpang ini memang sudah tidak ada kontribusinya lagi karena tiket murah ? Bukankah sebagai sebuah perusahaan harus memperhatikan konsumen.

Saya kira jika sikap ini diteruskan, sudah saja tutup jalur KRL itu atau manajemennya ganti saja dengan swasta yang lebih kompeten. Mengapa ? Hanya dengan memasang neon penerangan dan budgetnya murah sangat bisa ditangani. Kalua manajemen tidak mampu saya kira dengan kenclengan sumbangan untuk membeli neon yang harganya beberapa puluh ribu itu bisa dilakukan. Setidaknya selama sebulan kalau diminta sumbangan sejumlah penumpang mau saja, demi keselamatan dan kenyamanan.

Kalau KRL saja yang bentuk gerbong sebagian sudah tidak karuan, tanpa pintu yang jelas dan jendela kadang-kadang amburadul, apalagi kereta jarak jauh seperti ke Rangkasbitung dari Tanah Abang.

Kalau saya mengamatinya seperti gerbong buruh paksa dimana berjalan dalam kegelapan, pengap, lama, berjejal dan tidak ada rasa aman dan nyaman lagi. Perlakuan kepada mereka mengenaskan dan tidak manusiawi. Sudah saatnya para pembela pengguna kereta api atau KRL ini - KRL Mania dkk - turun tangan membenahi masalah kecil ini. Sudah merdeka lebih dari setengah abad namun angkutan kereta harian antar kota dengan ibu kota nyaris seperti angkutan pada jaman ketika Indonesia baru merdeka.

Saya tidak menafikan kemajuan di beberapa bidang KRL ini namun dengan kehadiran KRL tanpa penerangan ditambah lagi kereta yang sama sekali tidak ada lampu -apakah lampunya dicuri atau tidak oleh pengguna - menunjukkan betapa perlakuan yang semena-mena dibandingkan dengan mereka yang naik mobil yang malah membuat macet dan polusi.

Berbeda dengan di London ketika para pengguna ini dimanjakan dengan kenyamanan dan ketepatan jadwal, naik KRL di seputar Jakarta ini bagaikan warga kelas dua yang dibiarkan tanpa ada perhatian. Padahal sudah saatnya transportasi ibu kota ini memang beralih ke kereta, mengurangi polusi dan kemacetan.

One response so far

Aug 04 2008

Back to Indonesia again

Published by asep under Archive, Blog

Bersyukur, setelah perjalanan udara 12 jam, hidung bisa menghirup lagi udara di Indonesia . Kalau tidak aral melintang, ini adalah awal dari masa tinggal lebih dari satu tahun di Indonesia.

Udara di Jakarta cukup panas saat mendarat dengan Malaysia Airlines. Langsung saya berziarah ke makam ibu dan baru kembali ke Jakarta hari Senin.

Kemeriahan Jakarta sudah terlihat sejak awal dan kemudian dalam perjalanan ke Tasikmalaya, suasana dan mood sebagian dari Indonesia sudah dirasakan.

Kaya dan miskin, masih menjadi ciri dimana-mana. Bangunan rumah kayu sederhana sampai gedung tinggi dan megah bisa hadir berdampingan.

(Masih banyak catatan tersisa, namun kesan ini semoga menjadi awal dari kebaikan)

Sudah seminggu ini sulit mencari waktu melanjutkan tulisan ini. Secara singkat saja ya kesan pertama tentang people

1. Orang Indonesia ternyata pekerja keras. Mereka bangun sejak pagi, membuka gerai jualan atau bergegas ke kantor, meski kenyataan mungkin penghasilannya tidak memenuhi kebutuhan seluruhnya. Namun salut bekerja giat tanpa henti, mengais rezeki mengharapkan berkah. Mereka percaya bahwa kehidupan harus dijalani dengan optimis.

2. Sementara di beberapa media, rasa malu dan geram agaknya perlu diarahkan kepada mereka yang menikmati kue Indonesia tetapi ternyata masih menjadi tikus pencuri. Milyaran dan trilyuran rupiah beredar dalam rangka melicinkan segala tingkah polah. Pengadilan korupsi beberapa kasus belakangan ini menunjukkan gunung es bandit korupsi (istilah dalam media) masih gentayangan menjadikan Indonesia kurus kering dan menjadikan mereka yang bekerja keras sia-sia. Hasilnya tidak seberapa karena kuenya dicuri orang-orang yang disebut petinggi itu.

3. Meski dililit berbagai tekanan, sebagian masih menikmati udara kebebasan di Indonesia. Baru saja saya membaca berita seorang ibu dan anaknya tenggelam mencari kayu bakar dan meninggal mengenaskan. Mengapa mencari kayu bakar harus malam hari? Tafsiran saya mungkin begitu sulitnya beban hidup sehingga harus mengumpulkan kebutuhan hidup sampai larut malam. Inilah tugas berat pemerintah kalau memang berniat memakmurkan masyarakatnya. Ketika kesulitan ini terjadi dimana-mana, ironisnya mall dan tempat belanja penuh dengan anak muda yang menghabiskan rupiah hanya untuk duduk-duduk dan dansa dansi.

4. Kembali soal orang muda, sebagian memang menunjukkan prestasi, dan salut luar biasa bagi mereka. Saya kira mereka yang muda dan kreatif ini perlu diberi ruang lebih besar sehingga di masa datang bisa lebih luas peranannya.

5. Mengenai people ini, saya kira yang masih mahal adalah kejujuran. Tikus koruptor masih banyak menyita kekayaan Indonesia. Kejujuran di pekerjaan dan transaksi bisnis menjadi kemewahan di Indonesia. Padahal, dalam alam modern abad ke-21 ini kejujuran, transparansi dan keterbukaan menjadi mata uang yang laku di negeri-negeri maju.

2 responses so far

Jul 21 2008

Blogdetik dari Detikcom

Published by asep under Archive, Blog

Indonesia semakin diramaikan dengan kehadiran blog yang dibuat oleh penyedia jasa informasi online seperti detikcom. Namanya: blogdetik. Sudah agak telat memang tetapi untuk membangun komunitas seperti di blog WordPress atau pendahulunya Blogger, kehadiran blogdetik bakal meramaikan interaksi maya para pengguna dan peminat blog.

Blogger tidak hanya fenomena lokal tetapi sudah menjadi trend global dalam penggunaan internet. Dengan semakin mudahnya teknologi dan semakin murahnya storage technology ditambah dengan makin canggihnya tampilan web, maka pengguna internet hadir dalam alam maya sebagai blogger menjadi ajang efektif berkomunikasi.

Berbagai kasus telah membuktikan bahwa kehadiran blog bisa menguntungkan dan juga bisa merugikan. Menguntungkan karena memang penampilan para blog dan jaringan blogger ini bisa menyebarkan informasi bermanfaat sekaligus perkenalan kepada produk dan jasa tertentu.

Sebagai contoh, buku dengan jadwal peluncuran dengan ulasan beraneka ragam maka dalam hitungan detik dan menit bisa menyebar dengan cepat. Kalangan blogger bisa menyampaikan
informasi dengan kekuatan dahsyat. Kalau milis bersifat tertutup dan berlangganan, maka blogger bisa menyimpan informasi di situsnya yang bisa langsung muncul melalui jaringan sindikat pembaca yang disebut RSS dan juga bisa melalui situs agregat berita lainnya.

Kembali ke blogdetik, dengan WordPress yang merupakan pilihan tepat karena mudah dan sedang berkembang pesat menjadi paltform blog bahkan menuju CMS yang lengkap. Maka kehadiran blogdetik ini akan semakin memudahkan pengunjung datang dan menulis blog, catatan harian, ekspresi diri atau pengungkapan gagasan serta ide.

WordPress juga memaparkan blog model seperti ini sudah dibuat di surat kabar Perancis Le Monde dan juga blog Universitas Harvard

Kehadiran situs youtube atau himeem akan semakin lengkap menyemarakkan blog ini karena bisa dihubungkan ke video dan audio sharing itu tanpa membebani blogdetik.

Kalau di Kompas ada Koki - Komunitas Kita yang merupakan kumpulan pesan para blogger dan anggota, maka blogdetik bisa menghadirkan kreativitas hampir tanpa batas karena sifatnya blog sendiri tetapi tetap terjaringan dalam blogdetik. Tampaknya, kalau melihat trend sekarang, blogdetik akan berkembang cepat karena bisa saja para blogger yang asyik di WordPress atau Blogger akan membuat cermin disana selain juga tentu di MySpace atau Friendster.

Ini inspirasi baru untuk menuangkan gagasan lebih segar dalam sebuah blog produk Indonesia.

No responses yet

Jul 19 2008

Novel Noorca Massardi: dIa cinta dan presiden

Published by asep under Archive, Blog, Books

/> Judul aneh tetapi isinya sarat dengan pesan kepedulian bangsa. Dengan judul d.I.a cinta dan presiden, pembaca dibawa kedalam pengembaraan gelora reformasi 1998. Noorca M Massardi menyuguhkan novel berlatar sejarah reformasi, bukan lagi romantika perubahan politik 1965 seperti novel sebelumnya.

Noorca bercerita bahwa novel terbarunya adalah cerita paralel dua tokoh berbeda di masa yang sama. Tokoh pertama, Wahid Pratama, digambarkan single dan anggota DPR yang sedang dalam tahap direcall partainya karena mengadakan studi banding perjudian di Mesir.

Tokoh lannya Anggara Sutomo yang juga bujangan, anak pemilik grup media yang besar.

Novel ini membuka cerita dengan hilangnya sebagian besar wilayah Jakarta karena tsunami, gempa dan lumpur panas! Sebuah metafora mengenai persoalan yang dihadapi bangsa Indonesia belakanganini.

Noorca memang seorang jurnalis yang bisa menguraikan ide-idenya dalam novel yang katanya ingin membawa pesan bahwa jika calon-calon wakil rakyat membaca novel ini akan mengetahui bagaimana membangkitkan masa depan Indonesia.

Menurut sastrawan Radhar Panca Dahana, novel ini termasuk langkah dalam mengangkat topik sejarah mutakhir. Biasanya seting sejarah lama seperti jaman Majapahit lebih eksotis, namun Radhar mengatakan novel setebal hampir 900 halaman ini sangat dekat dengan pembacanya.

Namun Radhar mencatat bahwa cara penuturannya konvensional seperti dilakukan para penulis mungkin tiga dasa warsa sebelumnya. Padahal, saat ini telah berkembang gaya penceritaan yang lebih kuat yang bisa menjadi pilihan dalam penceritaan novel.

Dengarkan edisi audio ulasan novel d.I.a cinta dan presiden menurut Noorca: Novel d.I.a cinta dan presiden

2 responses so far

« Prev - Next »