Archive for the 'Archive' Category

Jul 05 2008

Menengok blog Arab

Published by asep under Archive

Baru saja membuka blog Arab, kaget juga dengan berita seorang perempuan chatting di Facebook dengan pria lainnya kemudian diberitakan dibunuh ayahnya sendiri.

Saya temukan di Sabbah Blog beritanya. Jadi memang budaya setiap bangsa berbeda-beda menyangkut internet dan chatting online. Kalau berita ini memang benar, betapa ngerinya menggunakan online jika tidak sesuai dengan budaya atau tradisi agama.

Kalau di Indonesia mungkin pemerintah berusaha untuk memblokade situs porno, maka di Arab Saudi sebuah keluarga yang tabu melihat kontak bukan muhrim, kejadiannya bisa luar biasa.

Facebook memang social media yang populer karena interaksinya. Namun kalau ngobrol kemudian sampai terjadi penghilangan nyawa mungkin sudah berlebihan pula.

Ini pentingnya bagi semua pengguna internet tua dan muda untuk memanfaatkan teknologi ini bukan unutk hura-hura tetapi untuk menfaat lebih luas.

No responses yet

Jul 03 2008

Melaporkan sejarah

Published by asep under Archive

Pagi tadi saya lewat ke belakang gedung Bush House BBC. Ada sebuah kalimat kalau tidak salah “reporting history since 1932.”

Jadi teringat bahwa selama aktif dalam radio di London, di itu, ikut andil dalam melaporkan sejarah.  History in making. Begitu salah satu jargon CNN. Televisi ini memberitakan pemirsanya di seluruh pelosok bumi ketika sejarah itu berlangsung.

Saya kira mungkin tidak berlebihan jika dikatakan, kalangan jurnalis, reporter, broadcaster, online news writer tidak lain berperan dan berkiprah melaporkan sejarah. Baik itu peristiwa sejarah yang skalanya kecil, lokal dan temporer atau event sejarah berskala nasional, berdampak global.

Semuanya sama melaporkan sejarah.

Wawancara yang sudah lama saya lakukan, terakhir dengan juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi mengenai penangkapan seorang anggota DPR ketika menerima uang, bisa dikatakan juga penggalan sejarah, setidaknya bagi lembaga anti korupsi ini.

Wawancara dengan Amien Rais saat peringatan 10 tahun reformasi Indonesia, mungkin menjadi momentum sejarah.

Wawancara dengan mantan Presiden BJ Habibie, mantan Presiden Abdurrahman Wahid dan Wakil Presiden Yusuf Kala, kalau direnungkan juga sebuah pelaporan sejarah melalui audio dan bahkan diabadikan dalam berita online.

Merekam cerita dari aktor sejarah, sekalipun masyarakat kecil, merupakan sebuah proses yang bisa dianggap besar. Besar dalam arti bahwa mosaik peristiwa itu dilaporkan untuk diingat dan dijadikan dokumen sejarah.

Melaporkan sejarah, itulah kira-kira salah satu tugas broadcaster, jurnalis dan bahkan bagi rekan-rekan penulis blog juga sama.

Menulis satu dua kalimat tentang peristiwa dan mengomentarinya tidak lain adalah berbicara mengenai fakta-fakta sejarah secara subyektif. Mungkin suatu saat akan memperkaya penulisan sejarah karena opini dan sudut pandang seseorang berguna untuk menafsirkan sebuah peristiwa sejarah yang komprehensif yang terekam dalam internet.

No responses yet

Jun 15 2008

Harga makanan semakin mahal

Published by asep under Archive, Blog, Wisdom

Mengapa makanan semakin mahal? Tidak hanya di Indonesia, belakangan ini di Inggrispun sama. Makanan kecil sampai makanan pokok naik bisa lebih dari 50 persen. Rata-rata makanan dan barang konsumen naik

Setiap hari ada saja pemberitaan mengenai konferensi membahas kenaikan makanan dan juga minyak. Di beberapa negara katanya sampai rusuh.

Masih belum jelas mengapa makanan ini naik apakah ada kaitan dengan kenaikan minyak?

Makanan kini menjadi perhatian dunia ketika kecanggihan teknologi sudah sangat pesat. Teknologi telah melonjak ke tingkat hampir unlimited. Sebagai contoh apa yang kita gunakan dengan telepon seluler, apa yang kita pakai dalam internet. Semuanya sudah mencapai sebuah tingkat sivilisasi sangat tinggi.

Persoalan mendasar, makanan kembali menjadi perhatian penting. Dalam bahasanya kerennya keamanan pangan.

Manusia di dunia, tidak hanya di Indonesia tersadarkan akan pentingnya bahan makanan ini. Isu makanan mahal telah menjadi fenomena global. Sungguh kadang tidak mengerti mengapa makanan kembali menjadi perhatian utama berbagai negara, bahkan di negara maju sekalipun.

Dikhawatirkan soal pangan ini akan menjadi besar, tidak hanya soal sosial politik tetapi menjadi survival. Bagaimana kita bertahan, bagaimana kita hidup.

Apakah kita sudah siap kembali ke basic? Saya kira dalam beberapa tahun mendatang akan diketahui apakah ramalan Malthus bahwa pertumbuhan penduduk akan mengancam manusia karena berebut sumber daya alam. Wallahu’alam bissawab.

2 responses so far

Jun 13 2008

Persiapan ke Indonesia 1 Agustus

Published by asep under Archive

Setelah delapan tahun di London sebagai produser BBC Siaran Indonesia, kini sedang besiap menghadapi tugas baru sebagai Kepala Biro Jakarta mulai 1 Agustus. Suatu perkembangan menarik saya kira dan juga tantangan. Berkelana di Eropa delapan tahun banyak sekali yang bisa ditulis mulai dari budaya sampai dengan persoalan gaya hidup dan politik di benua yang sangat dinamis ini.

17 Agustus nanti barangkali akan bisa dinikmati di udara Jakarta yang lembab dan panas. Saya membayangkan kembali kepada kemacetan, polusi udara dan panas. Di London dalam perjalanan ke tempat kerja nyaris tidak terasakan kemacetan karena semuanya naik underground. Duduk dari Barking Station kemudian turun di Temple Station lalu melangkah ke kantor beberapa menit, paling 10 menitan lalu sampai ke tempat kerja.

Kemudian pulang juga demikian naik Temple di tepi Sungai Thames dengan sedikit padat karena memang jam bubar kantor. Kalau lagi penuh sesak, yang berdiri saja bersama 3 juta orang komuter London. Naik underground memang bisa dikatakan kemewahan dibandingkan naik kendaraan di Jakarta. Setidaknya empat jam umur manusia Jakarta dan sekitarnya habis di jalan. Naik kendaraan sendiri atau bus umum tidak ada bedanya. Semuanya macet karena menggunakan jalan yang sama.

Itulah kenyataan di Jakarta yang baru saja saya tengok April lalu.

Tapi Jakarta juga menyimpan banyak kenangan ketika masih bersama Kompas sejak 1988, menikmati suka dan duka di bawah kekuasaan Orde Baru sampai kemudian bubar tahun 1998.

Persiapan kali ini akan banyak sekali karena keluarga juga berminat ikut, setidaknya satu tahun. Anak-anak ada yang di College dan ada pula yang belum sekolah. Kesulitan akan banyak sekali tetapi kalau tidak merasakan pendidikan di Indonesia sayang sekali ya.

Agustus barangkali akan menjadi bulan istimewa bagi keluarga kami. Tidak hanya akan bertemu kerabat dan orang tua, tapi juga handai tolan dan kenalan yang selama ini hanya mendengar kabar dari jauh.

5 responses so far

Jun 13 2008

Bersih diri, bersih rumah

Published by asep under Archive

Apa yang Anda kerjakan pada akhir pekan? Coba membersihkan rumah dan halaman. Mungkin ada baiknya mencoba daripada bepergian ke mall setiap akhir minggu. Daripada membuang tenaga dan uang, mendingan membersihkan halaman atau berkebun.

Tradisi yang baik di Inggris, biasanya masyarakat lebih banyak menghabiskan waktunya di rumah pada akhir pekan untuk memotong rumputm mengecat atau membetulkan bagian rumah yang rusak. Tidak heran jika bisnis DIY (Do It Yourself) alias mengerjakan sendiri tanpa tukang menjadi sebuah usaha maju pesat. Dimanapun Anda tinggal di Inggris pasti ada pusat penjualan DIY ini seperti B & Q.

Jika kita pergi ke gudang ini maka dapat ditemui berbagai peralatan dan bahan-bahan bangunan untuk dikerjakan sendiri, atau kalau memang berat belanja untuk dipasang tukang. Asyik memang kalau berkeliling toko besi disini karena luasnya bisa setengah lapangan bola lengkap dengan menjual bunga dan tanaman hias.

Perhatian terhadap kebersihan dan kerapian ini memang luar biasa. Rasanya sebagai orang Asia masih perlu menambah wawasan soal kebersihan dan kerapian ini. Dalil biasanya memang kita pegang tapi amal dilalukan orang lain.

Ketika barang-barang serba mahal dimanapun kita tinggal, maka menjaga kebersihan merupakan inspirasi baru daripada kongko-konggo di mall, menghabiskan waktu tanpa hasil.

No responses yet

Jun 11 2008

Katakan dengan bunga

Published by asep under Archive

Ungkapkan dengan bunga perasaan Anda. Di negara-negara maju bunga sudah menjadi komoditi penting seperti halnya makanan jajanan. Bunga juga menjadi bagian dari kehidupan seharian dalam mengungkapkan perasaan. Tentu tidak hanya terhadap kekasih tetapi hampir dalam semua kesempatan bunga menghiasi kehidupan manusia.

Lagipula dengan memandan bunga, rasanya ada keteduhan. Bunga asli mempesona jiwa meski hanya berumur pendek. Kalau kita beli bunga biasanya diberi vitamin agar lama bertahan.

Bunga plastik dari jauh terlihat segar tetapi semakin dekat akan terasa imitasi itu tidak memberikan kesegaran.

Katakan dengan bunga. Ini hasil jepretan dari taman dekat Temple Station dipinggir Thames River di London.

No responses yet

Jun 07 2008

Keliling Eropa hanya 1000 dollar

Published by asep under Archive, Books

Mungkinkah berkeliling Eropa dengan 1000 dollar Amerika ? Jawabannya mungkin saja. Marina Silvia telah membuktikan tahun 2006. Dia mengunjungi 13 negara Eropa dengan bekal 1000 dollar.

Dalam bukunya ini, Marina menjelaskan “rahasia” nya dalam buku terbarunya. Marina bisa berkeliling antara lain karena jaringan yang telah dibuatnya untuk berkelana dengan akomodasi dan makan nyaris gratis.

Tidak percaya? Bisa baca pengalamannya dalam buku Berkeliling Eropa 1000 dollar ini

Pengalaman Marina Silvia ini dapat Anda ikuti dalam acara Kabar Buku BBC

One response so far

Jun 06 2008

Harmoko: Kesaksian Jatuhnya Soeharto

Published by asep under Archive, Books

udah lama sejak reformasi bergulir, nama Harmoko jarang terdengar. Bulan Mei lalu Harmoko meluncurkan buku berjudul “Berhentinya Soeharto, Fakta, dan Kesaksian Harmoko”

Berbincang dengan Harmoko mengingatkan masa perkuliahan dimana sebagai Menteri Penerangan saat itu dengan suara dan logat khas memberikan penjelasan berbagai persoalan ekonomi.

Dalam mengulas bukunya ini, Harmoko menjelaskan panjang lebar mengenai detik detik menentukan ketika dia mengajukan, katanya, aspirasi masyarakat agar Soeharto mundur. Sebagai seorang loyalis yang kawakan ternyata pada saat terakhir, Harmoko berubah haluan.

Syarwan Hamid yang saat itu menjadi Wakil Ketua DPR juga mengikuti proses bagaimana pimpinan DPR menghadap Soeharto.

Selengkapnya dapat disimak dalam Kesaksian Harmoko

One response so far

Next »