Nov 30 2008
Kekuatan Syukur
Mungkin diantara kita sudah pernah menyaksikan film The Secret, sebuah film yang menghadirkan pandangan yang sudah lama muncul mengenai Law of Atrractions. Pendapat ini mendasarkan diri pada sebuah cermin besar dimana setiap apa yang kita persepsikan atau fikirkan akan datang. Jika kita berfikir negatif maka sekeliling akan merespon dengan negatif, demikian juga sebaliknya. Memang muncul juga beberapa kritik terhadap film The Secret ini tetapi saya lebih tertarik akan beberapa aspek dari film itu.
Syukur merupakan sebuah langkah yang akan memberikan anugrah lebih besar jika kita merenungkannya. Dalam Islam telah diajarkan sebuah prinsip sebagai berikut:
Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), Maka Sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (Ibrahim :7)
Dari ayat ini jelas bahwa bersyukur merupakan kunci dari sukses. Bersyukur akan membawa tambahan sukses dan sukses dan sukses. Sukses karena bersyukur akan berujung pada kesuksesan berikutnya. Dalam bahasa agama, Allah SWT akan menambahkan nikmat (sukses-berkah -keberhasilan) jika jika memulai landasan syukur ini dalam kehidupan.
Oleh sebab itu dapat dimengerti bahwa prinsip pertama dalam menjalani kehidupan ini adalah dengan bersyukur dalam keadaan apapun. Dalam istilah orang pandai, Tuhan itu telah memberikan kita segala yang terbaik dalam keadaan apapun kita sekarang. Persepsi bahwa - meskipun menurut hitungan kita sedang pailit dan rugi secara finansial - namun itulah yang terbaik kita terima saat itu. Tinggal kita mempersepsikan rasa syukur kedalamnya sehingga berubahlah kegagalan dan penderitaan itu menjadi modal untuk membangun dan bangkit.
Rasa syukur inilah yang dapat kita pelajari misalnya dari ulat yang mengalami penderitaan beberapa waktu menjadi kepompong, dengan berpuasa dan tidak bergerak dalam waktu tertentu. Namun setelah masa itu lewat, ulat yang menjijikkan itu berubah menjadi kupu-kupu yang indah. Penderitaan - kalau kita sebut seperti itu - dan kehampaan karena berdiam diri menjadi sesuatu yang berbobot dan indah. Itulah hewan yang menjalani kehidupan denga rasa syukur.
Kalau kamu bersyukur akan Kami tambah nikmat ! Itulah aksioma dalam kehidupan yang tidak akan pernah berubah. Itu pula yang muncul dalam prinsip Steven Covey proactive dalam kehidupan ini. Orang proaktif akan memperbesar positive thinking untuk mengimbangi negative thinking. Semakin besar syukur maka akan semakin kecil perasaan tidak bersyukur, tetapi bukan berarti hilang karena memang sifat manusia tidak akan pernah menjadi malaikat. Rasa tidak beryukur itu akan masih melekat tetapi tidak menjadi dominan. Oleh sebab itulah maka bersyukur dengan pikiran, hati, lidah dan perbuatan merupakan langkah yang bisa mewujudkan rasa nikmat itu bertambah.
