Archive for the 'Blog' Category

Oct 17 2008

Naik KRL ke Serpong yang gelap di tengah kegelapan

Published by asep under Archive, Blog

Pengalaman ini mudah-mudahan tidak terulang lagi. Kereta listrik dengan istilah populer KRL memang nyaman untuk melakukan perjalanan di Jabodetabek alias Jakarta, bogor, depok, tangerang dan bekasi. Namun tampaknya perjalanan yang seharusnya nyaman itu karena manajemen salah urus, bagaikan naik KRL jaman perjuangan kemerdekaan.

Dengan ongkos Rp 1500 dari Tanah Abang - terlalu murah kalau menuru saya - perjalanan ke Tanah Abang bisa ditempuh sekitar 30 menitan. Bandingkan dengan naik mobil sendiri atau bus umum, mungkin memerlukan waktu lebih dari satu jam. 

Persoalannya, sarana yang sudah bagus tersedia ini kurang dioptimalkan oleh PT KA. Buktinya masih ada rangkaian gerbong dalam sebuah perjalanan hampir semuanya lampunya tidak nyala ! Para penumpang duduk dalam kegelapan ditengah sesaknya KRL ekonomi - karena tidak ada pilihan lagi kecuali menunggu lebih dari setengah jam. 

Apakah manajemen KRL di Jabodetabek ini sedemikian buruknya sehingga tidak seperti KRL AC, gerbong KRL ekonomi itu dibiarkan menjadi rongsokan berjalan. Seharusnya memang neon yang harganya tidak seberapa itu diganti, setidaknya di satu gerbong ini ada satu atau dua yang menyala. Namun luar biasanya dan mengenaskannya, beberapa gerbong nyaris gelap, ditambah dengan suasana yang pengap dan panas. 

Saya tidak apa yang dipikirkan oleh para penanggung jawab di KRL ini. Kalau seandainya pimpinan KRL ini duduk dan ikut dalam perjalanan gerbong tanpa sinar di tengah kegelapan malam, niscaya akan sadar bertapa pentingnya neon penerang itu ! Kalau seandainya para petugas karcis yang setia memeriksa para penumpang berani melapor betapa sulitnya menunaikan tugas mereka, mungkin akan berubah.

Celakanya, perjalanan di tengah kegelapan itu tidak berlangsung satu hari tetapi berkali-kali dan nyaris setiap malam ada saja gerbong KRL yang gelap pekat. Apakah para penumpang ini memang sudah tidak ada kontribusinya lagi karena tiket murah ? Bukankah sebagai sebuah perusahaan harus memperhatikan konsumen.

Saya kira jika sikap ini diteruskan, sudah saja tutup jalur KRL itu atau manajemennya ganti saja dengan swasta yang lebih kompeten. Mengapa ? Hanya dengan memasang neon penerangan dan budgetnya murah sangat bisa ditangani. Kalua manajemen tidak mampu saya kira dengan kenclengan sumbangan untuk membeli neon yang harganya beberapa puluh ribu itu bisa dilakukan. Setidaknya selama sebulan kalau diminta sumbangan sejumlah penumpang mau saja, demi keselamatan dan kenyamanan.

Kalau KRL saja yang bentuk gerbong sebagian sudah tidak karuan, tanpa pintu yang jelas dan jendela kadang-kadang amburadul, apalagi kereta jarak jauh seperti ke Rangkasbitung dari Tanah Abang.

Kalau saya mengamatinya seperti gerbong buruh paksa dimana berjalan dalam kegelapan, pengap, lama, berjejal dan tidak ada rasa aman dan nyaman lagi. Perlakuan kepada mereka mengenaskan dan tidak manusiawi. Sudah saatnya para pembela pengguna kereta api atau KRL ini - KRL Mania dkk - turun tangan membenahi masalah kecil ini. Sudah merdeka lebih dari setengah abad namun angkutan kereta harian antar kota dengan ibu kota nyaris seperti angkutan pada jaman ketika Indonesia baru merdeka.

Saya tidak menafikan kemajuan di beberapa bidang KRL ini namun dengan kehadiran KRL tanpa penerangan ditambah lagi kereta yang sama sekali tidak ada lampu -apakah lampunya dicuri atau tidak oleh pengguna - menunjukkan betapa perlakuan yang semena-mena dibandingkan dengan mereka yang naik mobil yang malah membuat macet dan polusi.

Berbeda dengan di London ketika para pengguna ini dimanjakan dengan kenyamanan dan ketepatan jadwal, naik KRL di seputar Jakarta ini bagaikan warga kelas dua yang dibiarkan tanpa ada perhatian. Padahal sudah saatnya transportasi ibu kota ini memang beralih ke kereta, mengurangi polusi dan kemacetan.

One response so far

Aug 04 2008

Back to Indonesia again

Published by asep under Archive, Blog

Bersyukur, setelah perjalanan udara 12 jam, hidung bisa menghirup lagi udara di Indonesia . Kalau tidak aral melintang, ini adalah awal dari masa tinggal lebih dari satu tahun di Indonesia.

Udara di Jakarta cukup panas saat mendarat dengan Malaysia Airlines. Langsung saya berziarah ke makam ibu dan baru kembali ke Jakarta hari Senin.

Kemeriahan Jakarta sudah terlihat sejak awal dan kemudian dalam perjalanan ke Tasikmalaya, suasana dan mood sebagian dari Indonesia sudah dirasakan.

Kaya dan miskin, masih menjadi ciri dimana-mana. Bangunan rumah kayu sederhana sampai gedung tinggi dan megah bisa hadir berdampingan.

(Masih banyak catatan tersisa, namun kesan ini semoga menjadi awal dari kebaikan)

Sudah seminggu ini sulit mencari waktu melanjutkan tulisan ini. Secara singkat saja ya kesan pertama tentang people

1. Orang Indonesia ternyata pekerja keras. Mereka bangun sejak pagi, membuka gerai jualan atau bergegas ke kantor, meski kenyataan mungkin penghasilannya tidak memenuhi kebutuhan seluruhnya. Namun salut bekerja giat tanpa henti, mengais rezeki mengharapkan berkah. Mereka percaya bahwa kehidupan harus dijalani dengan optimis.

2. Sementara di beberapa media, rasa malu dan geram agaknya perlu diarahkan kepada mereka yang menikmati kue Indonesia tetapi ternyata masih menjadi tikus pencuri. Milyaran dan trilyuran rupiah beredar dalam rangka melicinkan segala tingkah polah. Pengadilan korupsi beberapa kasus belakangan ini menunjukkan gunung es bandit korupsi (istilah dalam media) masih gentayangan menjadikan Indonesia kurus kering dan menjadikan mereka yang bekerja keras sia-sia. Hasilnya tidak seberapa karena kuenya dicuri orang-orang yang disebut petinggi itu.

3. Meski dililit berbagai tekanan, sebagian masih menikmati udara kebebasan di Indonesia. Baru saja saya membaca berita seorang ibu dan anaknya tenggelam mencari kayu bakar dan meninggal mengenaskan. Mengapa mencari kayu bakar harus malam hari? Tafsiran saya mungkin begitu sulitnya beban hidup sehingga harus mengumpulkan kebutuhan hidup sampai larut malam. Inilah tugas berat pemerintah kalau memang berniat memakmurkan masyarakatnya. Ketika kesulitan ini terjadi dimana-mana, ironisnya mall dan tempat belanja penuh dengan anak muda yang menghabiskan rupiah hanya untuk duduk-duduk dan dansa dansi.

4. Kembali soal orang muda, sebagian memang menunjukkan prestasi, dan salut luar biasa bagi mereka. Saya kira mereka yang muda dan kreatif ini perlu diberi ruang lebih besar sehingga di masa datang bisa lebih luas peranannya.

5. Mengenai people ini, saya kira yang masih mahal adalah kejujuran. Tikus koruptor masih banyak menyita kekayaan Indonesia. Kejujuran di pekerjaan dan transaksi bisnis menjadi kemewahan di Indonesia. Padahal, dalam alam modern abad ke-21 ini kejujuran, transparansi dan keterbukaan menjadi mata uang yang laku di negeri-negeri maju.

2 responses so far

Jul 27 2008

Bagaimana mencari suvernir murah di London

Published by asep under Blog

.Sebelum meninggalkan London minggu ini, pertanyaan yang sering diajukan adalah bagaimana mencari suvernir murah? Dimana bisa mendapatkan cindera mata di London? Apa saja suvernir yang bisa dibawa pulang?

Sudah delapan tahun tinggal di London, tapi tidak mudah menjawab pertanyaan ini. Baru-baru ini jawabannya salah satunya bisa ditemukan.

Untuk mendapatkan suvernir murah baik gantungan kunci London, baju kaus atau cindera mata khas London dan Inggris.

Alamatnya 6 Queensland, London W2 4RX.  Nama tokonya: G.B Souvenirs & Gifts Limited

Kita sebaiknya naik Central Line kemudian turun di Bayswater Station, persis di depan stasiun kita bisa menemukan toko cindera mata itu. Temui Mr Hanif disana dengan menanyakan ke penjaga disana. Kalau lagi beruntung, Mr Hanif akan banyak menawarkan diskon besar dan malahan bisa negosiasi. Hampir semua fix price bisa dirundingkan. Sepanjang pengetahuan saya, jarang di London ada toko memberikan diskon jika membeli banyak suvenir.

Selain di kawasan Bayswater, toko ini juga hadir di Paddington, juga kawasan yang sering menjadi tempat menginap para wisatawan.

One response so far

Jul 21 2008

Blogdetik dari Detikcom

Published by asep under Archive, Blog

Indonesia semakin diramaikan dengan kehadiran blog yang dibuat oleh penyedia jasa informasi online seperti detikcom. Namanya: blogdetik. Sudah agak telat memang tetapi untuk membangun komunitas seperti di blog WordPress atau pendahulunya Blogger, kehadiran blogdetik bakal meramaikan interaksi maya para pengguna dan peminat blog.

Blogger tidak hanya fenomena lokal tetapi sudah menjadi trend global dalam penggunaan internet. Dengan semakin mudahnya teknologi dan semakin murahnya storage technology ditambah dengan makin canggihnya tampilan web, maka pengguna internet hadir dalam alam maya sebagai blogger menjadi ajang efektif berkomunikasi.

Berbagai kasus telah membuktikan bahwa kehadiran blog bisa menguntungkan dan juga bisa merugikan. Menguntungkan karena memang penampilan para blog dan jaringan blogger ini bisa menyebarkan informasi bermanfaat sekaligus perkenalan kepada produk dan jasa tertentu.

Sebagai contoh, buku dengan jadwal peluncuran dengan ulasan beraneka ragam maka dalam hitungan detik dan menit bisa menyebar dengan cepat. Kalangan blogger bisa menyampaikan
informasi dengan kekuatan dahsyat. Kalau milis bersifat tertutup dan berlangganan, maka blogger bisa menyimpan informasi di situsnya yang bisa langsung muncul melalui jaringan sindikat pembaca yang disebut RSS dan juga bisa melalui situs agregat berita lainnya.

Kembali ke blogdetik, dengan WordPress yang merupakan pilihan tepat karena mudah dan sedang berkembang pesat menjadi paltform blog bahkan menuju CMS yang lengkap. Maka kehadiran blogdetik ini akan semakin memudahkan pengunjung datang dan menulis blog, catatan harian, ekspresi diri atau pengungkapan gagasan serta ide.

WordPress juga memaparkan blog model seperti ini sudah dibuat di surat kabar Perancis Le Monde dan juga blog Universitas Harvard

Kehadiran situs youtube atau himeem akan semakin lengkap menyemarakkan blog ini karena bisa dihubungkan ke video dan audio sharing itu tanpa membebani blogdetik.

Kalau di Kompas ada Koki - Komunitas Kita yang merupakan kumpulan pesan para blogger dan anggota, maka blogdetik bisa menghadirkan kreativitas hampir tanpa batas karena sifatnya blog sendiri tetapi tetap terjaringan dalam blogdetik. Tampaknya, kalau melihat trend sekarang, blogdetik akan berkembang cepat karena bisa saja para blogger yang asyik di WordPress atau Blogger akan membuat cermin disana selain juga tentu di MySpace atau Friendster.

Ini inspirasi baru untuk menuangkan gagasan lebih segar dalam sebuah blog produk Indonesia.

No responses yet

Jul 21 2008

Flock, Browser untuk blogger

Published by asep under Blog

Seperti judul blog ini mengundang kita tetap inspiratif, kali ini berdasarkan temuan sendiri dan kabar teman-teman, sudah hadir browser khusus untuk blogger. Namanya Flock

Baru tahap percobaan, posting pertama ini dibuat di Flock ini dan sedang saya periksa apakah sudah betul dan tepat.

Tentu saja pemilihan browser ini didasarkan pada pemilikan sendiri komputernya. Di kantor mungkin masih menggunakan Mozila, tetapi Flock ini memang basisnya adalah Mozilla, jadi tidak terlalu asing juga.

Namun demikian biasanya di kantor menggunakan Explorer. Bawaan dari sistem operasi Windows ini memang pilihan yang sepertinya keharusan untuk menekan biaya.

Teks dakam bloig ini mudah-mudahan mengundang peluang baru dalam penulisan blog tanpa harus membuak blog sendiri. Asyik memang membuka satu persatu blog tetapi kadang tidak ada waktu. Flock mungkin bisa jadi alternatif.

Blogged with the Flock Browser

No responses yet

Jul 19 2008

Novel Noorca Massardi: dIa cinta dan presiden

Published by asep under Archive, Blog, Books

/> Judul aneh tetapi isinya sarat dengan pesan kepedulian bangsa. Dengan judul d.I.a cinta dan presiden, pembaca dibawa kedalam pengembaraan gelora reformasi 1998. Noorca M Massardi menyuguhkan novel berlatar sejarah reformasi, bukan lagi romantika perubahan politik 1965 seperti novel sebelumnya.

Noorca bercerita bahwa novel terbarunya adalah cerita paralel dua tokoh berbeda di masa yang sama. Tokoh pertama, Wahid Pratama, digambarkan single dan anggota DPR yang sedang dalam tahap direcall partainya karena mengadakan studi banding perjudian di Mesir.

Tokoh lannya Anggara Sutomo yang juga bujangan, anak pemilik grup media yang besar.

Novel ini membuka cerita dengan hilangnya sebagian besar wilayah Jakarta karena tsunami, gempa dan lumpur panas! Sebuah metafora mengenai persoalan yang dihadapi bangsa Indonesia belakanganini.

Noorca memang seorang jurnalis yang bisa menguraikan ide-idenya dalam novel yang katanya ingin membawa pesan bahwa jika calon-calon wakil rakyat membaca novel ini akan mengetahui bagaimana membangkitkan masa depan Indonesia.

Menurut sastrawan Radhar Panca Dahana, novel ini termasuk langkah dalam mengangkat topik sejarah mutakhir. Biasanya seting sejarah lama seperti jaman Majapahit lebih eksotis, namun Radhar mengatakan novel setebal hampir 900 halaman ini sangat dekat dengan pembacanya.

Namun Radhar mencatat bahwa cara penuturannya konvensional seperti dilakukan para penulis mungkin tiga dasa warsa sebelumnya. Padahal, saat ini telah berkembang gaya penceritaan yang lebih kuat yang bisa menjadi pilihan dalam penceritaan novel.

Dengarkan edisi audio ulasan novel d.I.a cinta dan presiden menurut Noorca: Novel d.I.a cinta dan presiden

2 responses so far

Jul 18 2008

Memperkuat kualitas manusia Indonesia

Published by asep under Blog, Motivation

/>Sudah lama saya memperhatian manusia Indonesia. Sebenarnya di Indonesia banyak yang berkualitas hebat. Ketika di Jakarta saya menemui pakar teknologi, sosial dan budaya semuanya berwawasan luas.

Lalu di Singapura saya juga sempat bertemu orang-orang Indonesia unggulan memimpin perusahaan teknologi yang berkantor pusat Amerika. Mereka membawahi orang-orang Asia Tenggara lainnya.

Saat berkelana ke beberapa negara Eropa dan Timur Tengah saya juga menemukan kualitas manusia Indonesia yang luar biasa.

Di Inggris saat bersama BBC saya juga banyak menemukan manusia Indonesia bergelar Doktor, ahli teknologi dan memiliki kedalaman dan keluasan dalam bidangnya termasuk bidang sosial dan ekonomi, tidak kalah dengan tuan rumah.

Apa yang menyebabkan perbedaan Indonesia yang sekarang berusaha bangkit dalam tekanan kemiskinan dan ekonomi dunia mungkin sikap dari rata-rata kaum intelektual dan penguasa yang belum sehebat negara lain.

Koentjaraningrat pernah menyebutkan salah satu kelemahan rata-rata manusia Indonesia adalah mental terabas. Selalu ingin jalan pintas menuju kejayaan dan kekayaan. Mental terabas inilah yang kemudian bisa meruntuhkan seluruh aspek kemanusiaan Indonesia yang positif. Sikap ramah dan tabah menjadi tertutup karena mental terabas ini.

Belakangan mental terabas terungkap menyentuh petinggi kejaksaan.

Apa yang bisa dilakukan untuk memperkuat kualitas manusia Indonesia ini ? Selain upayan memberantas korupsi yang sedang giat dilakukan badan anti korupsi KPK, ada berbagai cara yang bisa dilakukan untuk menebarkan sebuah budaya bersih, budaya ketekunan dan budaya kejujuran.

1. Budaya kejujuran hendaknya menjadi sebuah mantra agung dari manusia Indonesia terutama di kalangan menengah atas dan intelektual. Budaya jujur inilah modal kuat banyak dari bangsa-bangsa di Indonesia. Budaya jujur ini bisa ditumbuhkan dengan memperkuat badan-badan hukum dan memperkuat lembaga swadaya masyarakat yang berkiprah untuk memperluas pentingnya dari kejujuran manusia Indonesia. Seperti halnya budaya negatif yang mudah diambil manusia, budaya jujur tampaknya tidak begitu gampang. Perlu sebuah ketekunan dan wawasan jauh ke depan mengenai bangsa cemerlang yang jaya karena memang kualiast manusia Indonesia yang baik.

Saya mendengar sebuah cerita menarik. Di Inggris ada sebuah perusahaan swasta namanya Carphone Warehouse. Bosnya masih mudah, namun semboyan yang diceritakan oleh mantan karyawannya adalah bahwa perusahaannya hanya menjual dengan jujur, tidak mau main salip dan curang. Obsesi dan keinginan kuat ini terpelihara sampai sekarang sehingga perusahaan ini digolongkan menjadi pionir bisnis telepon seluler dan retail mobile phones.

2. Memperkuat kualitas yang baik dari manusia Indonesia seperti keteguhan, ketekunan dan ramah tamah. Banyak aspek positif dari manusia Indonesia termasuk diantaranya kekuatan spiritual manusia Indonesia untuk senantiasa hadir dalam tindakannya itu nilai-nilai Ilahiyah, nilai-nilai dimana aspek spiritual menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan bangsa. Langkah kehidupan dengan nilai spiritual ini modal sangat besar untuk membalikkan hawa nafsu negatif seperti mental terabas dan sikap munfaik ( kata Mochtar Lubis).

3. Alam demokrasi yang sekarang sudah muncul ini semestinya diperkuat dengan hadirnya orang-orang yang berkualitas dan bersih ke panggung kemasyarakatan. Jangan sampai karena banyaknya suara kemudian menghasilkan manusia yang berkualitas rendah, sikap yang kasar dan tidak berbudi bahasa. Apalagi dengan kejujuran. Alam demokrasi memungkinkan seperti di negara lain menghasilkan pemimpin yang memiliki kegigihan untuk memperjuang kemaslahatan masyarakat dengan tetap hidup sederhana karena nilai spiritual yang dimiliki bangsa Indonesia akan memberikan kekuatan besar bahwa kehidupan ini yang fana akan dibalas dalam keabadian. Hidup ini adalah peluang untuk berkarya untuk hidup abadi di alam kelak dengan imbalan besar dari Sang Pencipta.

No responses yet

Jul 16 2008

Bertemu Soni Farid Maulana

Published by asep under Archive, Blog

Bertemu Soni Farid Maulana di dunia maya mengingatkan akan kehadirannya di tanah kelahiran Tasikmalaya. Roni kalau tidak salah adalah adik Soni, dia teman satu SMA. Rumah kami pernah berdekatan. Dulu Soni kurus sekarang wah sudah menjadi penyair tenar badannya gemuk.

Saya teringat masa lalu ketika Soni sudah sejak belia terus menulis puisi. Sajak-sajaknya yang aneh kedengarannya pada waktu itu mungkin menjadi bahan perbincangan. Namun Soni kelihatan tidak pernah berhenti menulis puisi.

Pengasahan puisinya semakin dalam, semakin mengalir dan semakin memikat. Perjalanan penulisan terus menerus bergumul dengan syair puisi ini menjadikan para pembacanya merasakan kemanusiaan yang utuh. Rasa seni yang merangsang emosi di tengah kegersangan hidup karena tekanan ekonomi dan politik yang menyesakkan.

Sajak-sajak Soni - seperti halnya penyair yang berkutat dengan tema sosial - memberikan oase segar terhadap perjalanan keseharian yang kadang membosankan, melelahkan dan mungkin untuk tingkat tertentu menakutkan. Sajak menjadikan kemanusiaan ini menjadi utuh kembali, mereguk untaian kata yang segar untuk dinikmati. Pantas di negara maju dan di dalam peradaban lama, penulis sajak dan penyair menempati posisi terhormat dalam masyarakat. Tidak lain karena memang sajak menghidupkan peradaban suatu bangsa.

3 responses so far

« Prev - Next »