Archive for the 'Books' Category

Mar 16 2008

Book Review: Daya Saing Indonesia

Sebuah buku dengan misi menggugat dan mempertanyakan, mengapa Indonesia yang gemah ripah lohjinawi sekarang sedemikian terpuruk, kurang listrik, susah pangan dan miskin dalam banyak hal.

Itulah yang coba digugat oleh Prof Dr Ir Zuhal, Rektor Universitas Al Azhar Indonesia di Jakarta dan juga mantan Menristek. Gugatan itu memang sah-sah saja karena bukti-buktinya sudah dapat dirasakan.

Pak Zuhal menjelaskan mengapa daya saing Indonesia merosot dalam buku Kekuatan Daya Saing Indonesia. Setidaknya ada tiga faktor mikro yang menyebabkan keterpurukan itu.  Ketiga faktor itu tidak ada kerja sama dan korelasi yakni pemerintah, dunia bisnis dan dunia pendidikan.

Kalau ketiganya bersinergi dengan positif, kata Zuhal, akan menghasilkan kekuatan luar biasa. Dia memberi contoh Thailand dimana terjadi kerja sama antar tiga hal itu sehingga produksi pertaniannya menjadi sebuah kekuatan besar di dunia meskipun keanekaragamannya tidak sehebat Indonesia.

Sementara itu wartawan senior Kompas, Dr Ninok Leksono mengakui bahwa beberapa elemen yang diajukan Dr Zuhal ada benarnya. Namun dia menambahkan, jika ada edisi selanjutnya sebaiknya contoh-contohnya diambil dari yang sekarang bukan pada era Orde Baru supaya lebih sinkron.

Kemudian Ninok menjelaskan, yang penting lagi dalam menuangkan gagasan ini adalah supaya didengar para pengambil kebijakan. Oleh sebab itu perlu dimasukkan unsur komunikasi dengan para pengambil kebijakan sehingga ide-ide segar untuk meningkatkan daya saing itu bisa diaplikasikan.

Dengarkan selengkapnya:

Podcast

One response so far

Feb 29 2008

Saatnya Dunia Berubah, Tangan Tuhan dibalik Virus Flu Burung

Published by asep under Blog, Books

Diantara buku yang belakangan ini menghebohkan adalah karya Siti Fadilah Supari yang sekarang menjabat Menteri Kesehatan. Jabatannya tidak membuat buku ini terkenal namun kesimpulan wartawan Australia dari wawancara dengan dia dan kajian terjemahan bahasa Inggrisnya yang membuat heboh internasional.

Judulnya biasa saja: Saatnya Dunia Berubah ! Tangan Tuhan di Balik Virus Flu Burung. Buku ini bercerita mengenai pengalaman Siti Fadilah Supari saat berhadapan dengan flu burung di Indonesia.

Salah satu pengalaman yang sangat ditonjolkan adalah penggunaan virus H5N1 yang dikirimkan ke WHO. Dalam kesepakatan virus yang dikirimkan ke WHO menjadi milik dunia. Negara asal tidak dapat mengotak atiknya. Namun kenyataannya, negara maju bisa menggunakan kesempatan ini untuk membuat vaksinnya yang kemudian bisa dikomersialkan.

Keluhan Siti Fadilah Supari adalah, Indonesia tidak lagi memiliki hak atas virus itu dan jika vaksin ini dibuat perusahaan asing maka Indonesia bisa mendapatkannya dengan cara membali, tentu dengan harga mahal. Inilah yang kemudian diupayakan dia sebagai menteri agar negara berkembang seperti Indonesia mendapatkan hak dari pengiriman sampel virus tersebut ke WHO.

Katanya, dalam buku itu, sudah ada kesepakatan agar sampel tersebut setelah dikirimkan negara asal bisa mendapatkan manfaatnya. Bukan hanya soal komersial tetapi juga untuk penelitian.

Mengenai “tuduhan” virus dimanfaatkan laboratorium di Amerika untuk membuat senjata biologi, Siti Fadilah Supari hanya mengatakan di dalam bukunya tidak se eksplisit itu. Dia hanya menyebut laboratorium Los Alamos tetapi tidak disebutkan di Amerika Serikat. Akan tetapi dalam sebuah ceramah dia hanya menduga-duga bahwa virus flu burung ini bisa dijadikan senjata biologi oleh Amerika.

Namun menanggapi isu buku itu Nidom menyebutkan bahwa boleh saja ribut soal komersialisasi dan mencari manfaat dari virus itu, yang lebih penting lagi sekarang adalah mengatasi wabah flu burung yang menelan korban terus menerus di Indonesia.

Silahkan simak selengkapnya:

5 responses so far

Feb 20 2008

Ajip Rosidi, berprestasi tanpa ijazah

Published by asep under Archive, Blog, Books

Hidup Tanpa Ijazah adalah judul otobiografi Ajip Rosidi, penulis produktif, budayawan dan tokoh Sunda yang mengelana sampai sekitar 20 tahun mengajar di Jepang. Tentu pertama yang ingin tahu adalah mengapa judulnya menyebut tanpa ijazah? Apakah itu berarti Ajip memang tidak selesai pendidikan yang berijazah?

Jawabannya : Iya. Ini untuk menunjukkan, katanya, orang tanpa ijazah pun bisa berprestasi. Sungguh jawaban yang lugas dan bermakna. Jawaban ini juga memberikan peluang bagi siapapun yang hidup tidak sempat mencicipi pendidikan tinggi di dalam maupun luar negeri, untuk tidak mundur dari berprestasi.

Mereka yang lulus perguruan tinggi malah belum tentu berprestasi. Jawaban Ajip Rosidi selengkapnya tentu bisa dibaca dalam buku setebal 1300 halaman. Produktifitasnya dalam menulis tentu telah dibuktikan dengan adanya buku otobiografinya yang tebal ini. Bahasanya lugas apa adanya. (foto ajip-rosidi.com)

Dengarkan selengkapnya:

No responses yet

Feb 14 2008

Cerpen Korea Selatan Panjang-panjang dan Asyik

Published by asep under Archive, Archive, Blog, Books

Laut dan Kupu KupuItu kata salah seorang sastrawan dan penulis cerpen Indonesia, Hamsad Rangkuti. Cerita pendek Korea Selatan ini dapat kita baca dalam buku berjudul Laut dan Kupu- Kupu kupu. Hamsad Rangkuti menyebutkan lebih layak cerpen dari Korea Selatan ini sebagai novelet, novel mini.

Dosen sastra dari Universitas Indonesia Maman S Mahayana menyebutkan adanya pendekatan baru dalam. Cerpen Korsel kadang-kadang tidak terikat pada kebiasaan penulisan cerpen. Mereka bebas menciptakan pendekatan sendiri.

Selengkapnya bisa di dengarkan dalam rubrik buku berikut ini.

No responses yet

Jan 21 2008

Ayat Ayat Cinta: The Movie

Published by asep under Archive, Blog, Books, Inspiration, Podcast

 Film yang diangkat dari buku best seller ini merupakan sebuah perpaduan antara kisah kisah kasih seorang mahasiswa Al Azhar di pengembaraan di Mesir tepatnya di Cairo dengan tiga dara. Sang mahasiwa cerdas dan shaleh, Fahri bin Abdillah berjuang untuk mendapatkan ilmu di negeri Mesir. Kebaikannya, ketekunannya dan kesalehannya dalam mendalami Al Quran dan Islam membuahkan kepribadian yang kuat.

Bahkan dalam ihwal cinta pun. Fahri memilih jalan yang lurus sesuai dengan panduan Islam. Dia bukan seorang yang sembarangan dalam menentukan pilihan. Dalam kalbunya menginginkan bidadari di dunia ini yang menyelamatkan dirinya di akhirat.

Maria Girgis alias Maria adalah gadis belia yang mengagumi Fahri karena satu flat dengannya. Tidak segan mengirimkan minuman dingin rasa buah untuk menyatakan rasa kagumnya sekaligus rasa cinta. Maria ini juga yang diujung cerita dinikahi pada saat terakhir sebagai istri kedua namun meninggal dunia.

Maria adalah seorang Kristen yang mengagumi Al Quran bahkan hapal beberapa ayat Al Quran. Dia pula yang menyelamatkan Fahri dari jurang penjara karena fitnah. Maria ada personifikasi “bidadari” yang bukan masuk dalam kategori dan impian Fahri namun Maria jatuh hati setengah mati kepada Fahri.

Nurul, sang aktivis di Cairo juga menyimpan hati kepada Fahri. Namun karena sudah dijodohkan di Indonesia maka kisah kasihnya tidak berlanjut. Fahri menganggap Nurul terlalu tinggi untuk dirinya.

Tokoh protagonis muncul dari diri Noura yang cintanya tidak dibalas oleh Fahri. Noura inilah yang mengaku diperkosa oleh Fahri kemudian setelah menikah dengan Aisha malah dipenjarakan menjelang bulan madu di apartemen mewah. Setelah melalui penjara Mesir yang ganas, Fahri dibebaskan dari dakwaan yang mengatakan memperkosa Noura hingga hamil di subuh hari. Ternyata kehamilannya disebabkan ayah tirinya yang kejam.

Aisha sudah jatuh hati ketika pertama kali ditolong Fahri di kereta api di Cairo saat mau mengaji. Dia menolong dia dari kejahilan orang setempat. Wanita berjilbab dan bercadar keturunan Turki ini ternyata orang super kaya karena ibunya yang gigih dan intelek.

Saya kira kisah cinta dari buku Ayat Ayat Cinta ini penuh dengan kalimat-kalimat menggurui dari khasanah Keislaman. Namun cara menempatkan kalimat-kalimat dan ayat-ayat serta hadis ini oleh penulisnya Habiburrahman El Shirazy menjadikan novel ini menggetarkan untuk dibaca.

Sebuah kisah cinta yang indah, penuh dengan gejolak dan ketegangan. Kang Abik - panggilan akrab Habiburrahman- meramu cerita ini dengan setting Cairo. Karena dia mahasiswa Al Azhar sendiri, maka setting panasnya apartemen di Cairo bisa digambarkan.

Namun novel pembangunan jiwa yang disebut Kang Abik ini tidak bisa semuanya diterjemahkan ke layar lebar. Saya sendiri belum menontonnya namun Ayat Ayat Cinta ini memang fenomenal. Ketika wawancara dengan Kang Abik untuk rubrik Kabar Buku BBC dan penerbitnya, setidaknya 140 ribu eksemplar telah diterbitkan.

Picture taken from Ayat-Ayat Cinta The Movie

4 responses so far

Jan 08 2008

Trend buku 2008

Published by asep under Archive, Blog, Books, Podcast

Apa yang akan menjadi trend dalam penerbitan buku tahun 2008 di Indonesia ? Jawaban singkatnya adalah fiksi dan referensi. Novel karya manusia Indonesia masih akan merajai. Mereka kini menjadi selebriti baru yang dielu-elukan pembacanya. Laskar Pelangi, misalnya, menjadi pusat perhatian banyak orang.

Kang Abik alias Habiburahman El Sirazy juga banyak diminati orang karena karyanya Ayat-Ayat Cinta. Demikian juga penulis-penulis muda lainnya menjadi idola banyak orang.

Jika Anda mencari inspirasi untuk meledak tahun 2008, tulislah novel. Namun untuk novel ini ada catatannya. Tidak hanya khayalan semata-mata di entah berantah, tapi bisa menyerempet setengah riwayat hidup Anda. Jika Anda pernah ke Perancis, Inggris atau Mesir, maka setting tempat itu yang pernah dikunjungi dan ditempati bisa jadi daya tarik tersendiri.

Selain itu, buku referensi lengkap baik agama maupun umum menjadi incaran berbagai rumah tangga di Indonesia. Referensi ini tidak hanya untuk pamer tetapi juga memang fungsional. Tahun 2008, buku-buku referensi tetang berbagai masalah akan menjadi incaran banyak orang. Formatnya tebal harganya selangit, tetapi konon masih ditunggu orang.

Selengkapnya dapat disimak dalam kajian buku:

3 responses so far

Jan 02 2008

Bagaimana membuat resolusi tahun 2008

Banyak cara untuk merayakan Tahun Baru. Namun yang sudah pasti, Tahun 2008 seharusnya memiliki rencana lebih baik. Tahun ini harus lebih baik dari tahun sebelumnya. Jika ini menjadi sebuah tekad Anda, maka dapatkan cara bagaimana menyusun resolusi yang baik.

Banyak cara untuk menyusun resolusi dan rencana untuk tahun 2008. Tentu dengan cara konvensional Anda bisa menyusunnya dengan mudah. Bisa pula kita menggunakan cara yang sudah dijalankan oleh mereka yang sudah berhasil.

Sebuah panduan untuk menyusun resolusi ini bisa Anda dapatkan gratis di situs Trans4mind.com.

Sebaik apapun pentunjuk itu semuanya akhirnya tergantung kepada kita apakah mau melakukannya atau tidak. Kesadaran untuk mendapatkan kesempatan lebih baik, kehidupan lebih nyaman dan kebahagiaan lebih luas tentu menjadi dambaan banyak orang.

Kita tidak perlu skeptis dengan hanya membaca panduan belum tentu juga berhasil. Setidaknya sudah ada kerangka bagaimana mengurangi dan menghindari lubang-lubang yang bisa menjadi kita terperosok ke tempat yang sama. Dengan menekuni sejumlah petunjuk sekurang-kurangnya ada ilham untuk membuat langkah baru.

Inspirasi pun akan muncul jika bacaan itu diperluas tidak hanya dengan panduan itu.

2 responses so far

Dec 26 2007

Inspirasi dari Natal

Published by asep under Archive, Blog, Books, Podcast

Bagi mereka yang merayakan Hari Natal di seluruh dunia, tanggal 25 Desember merupakan saat yang ditunggu. Banyak inspirasi muncul dari perayaan ini. Salah satunya adalah kiprah para penerbit menggunakan momentum hari raya ini.

Gramedia memunculkan buku lama Jack Canfield tentang cerita-cerita yang mengandung inspirasi. Dia memang jagonya memaparkan cerita penuh inspirasi dengan berbagai tema. Salah satu yang baru diterbitkan diberi judul Chicken Soup for the Soul: Hadiah Natal Istimewa.

Di akhir tahun ini juga Romo Emanual Martosujito menulis buku berjudul Inspirasi Batin 2008:Renungan Sepanjang Tahun Jilid Pertama yang dikeluarkan penerbit Kanisius di Yogyakarta.

Dengarkan ulasan buku selengkapnya :

No responses yet

« Prev - Next »