Archive for March, 2007

Mar 30 2007

Dua minggu liburan Paskah di Inggris

Published by asep under Archive, Family

Apa yang Anda lakukan kalau anak-anak mendapat liburan dua minggu karena peringatan Paskah ? Jelas tidak mudah. Nonton TV dan bermain games adalah solusi yang buruk. Nonton TV berlebihan memang bisa membuat anak tidak kreatif. Malah cenderung malas. Sepertinya harus ada acara outdoor jika liburan panjang.

Soalnya adalah tidak bisa selalu orang tua mengambil waktu libur bersamaan dengan anak-anak. Mungkin summer holiday bisa lah tetapi bagaimana dengan libur Paskah di Inggris selama dua Minggu ? Tidak mudah solusinya.

Mungkin bisa disusun dulu acara seminggu, apakah ke park atau melihat museum. Yang pasti acara memang ada baik olahraga maupun art. Namun soalnya tidak mudah kalau tempatnya jauh.

Kalau dihitung-hitung anak-anak di SD, SMP dan SMA baru saja libur half term. Sekarang sudah dua minggu libur. Sesudah ujian awal Mei, mereka dapat libur lagi satu minggu. Nah akhirnya libur panjang kemudian datang pada akhir Juli. Selama Agustus praktis sekolah di Inggris tutup sampai awal September. Libur lama lagi, kegiatan juga harus dibuat lebih lama lagi. Ada ide ?

One response so far

Mar 27 2007

Welcome again Mr Bean !

Published by asep under Archive, Blog

Ah, sudah lama saya tidak melihat satu figur ini. Namanya: Mr Bean. Kali ini Mr Bean mengajak berlibur ke Perancis selatan. Kisahnya mengenai petualangan Bean ke Perancis mencari pantai untuk berlibur. Nah perjalanan itulah yang mengundang lucu yang berakhir di Festival Film Cannes.

Selengkapnya soal trailer, wallpaper, games dan berbagai pernik film terbaru ini Mr Bean’s Holiday dapat anda klik juga di situs Mr Bean khusus.

Di London akan ditayangkan pada minggu ini. Saya tidak tahu di Indonesia, biasanya waktunya bersamaan. Rowan Atkinson yang memerankan Bean tampak lebih tua dari film-film pendek penampilan kocak Bean.

3 responses so far

Mar 22 2007

London Capital of 21st Century (?)

Published by asep under Archive, Blog

The U.K. capital has become a teeming global boomtown, equal parts shiny and gritty, and our cocky rival for finance, food, fashion, and plain-old fun. But let’s get serious: Would you really want to live there?

Well this is a new version of New York Magazine. Of course this report are welcome by Londoner. Being a Londoner for six years this story cause mix feeling. I tend to agree that London is and will be an ideal capital in 21st Century.

However, it is not simple as that. It depends where do you view this fact and how extensive your experience in London. So far, I have wonderful feeling live here. For some people - given latest development on youngster’s murder in London - live here is no easy. Gun crime tend to increase.

For more story about London compare to New York you may read latest edition New York Magazine. British Media is also pay attention to this. Read Timesonline here.

I just need to add comment that spring season is very beautiful to start cleaning outside house and in garden. I wonder that in London there is community deal with the Greener London.
Picture: New York Magazine

One response so far

Mar 18 2007

Borders Bookshop and Starbucks Cafe

Published by asep under Archive, Blog

Di London salah satu jaringan toko buku yang cukup besar di Inggris Borders merupakan tempat paling enak untuk browsing buku, majalah dan mencari bargain books. Dengan persaingan toko buku online seperti Amazon dan puluhan gerai buku online, Borders tidak kalah menawarkan beli buku dua dapat tiga.

Borders juga membangun gerai buku online diantaranya menawarkan buku Harry Potter terbaru yang akan terbit bulan Juli. Yang berminat mungkin sudah siap-siap menyisihkan tabungannya atau meminta kepada orang tuanya uang untuk memesan buku ini.

Yang menarik dari Borders adalah konsep menggabungkan kafe Starbucks dengan toko buku. Pertama kali saya lihat di Oxford Street di pusat kota London. Namun saat itu tidak begitu hirau. Sekarang dengan persaingan toko buku yang ketat, keberadaan kafe ini menjadi pemanis bagi para pengunjung. Sehabis browsing buku - dan biasanya hanya memberi tanda - maka duduk minum kopi adalah salah satu pilihan. Menyatukan kafe dengan toko buku konsep yang bisa digunakan dimana saja. Siapa tahu di Indonesia malah bisa digabung dengan bakso atau gerai siomay.

Bagi saya berkunjung minimal sebulan sekali ke Borders di kawasan pertokoan Gallion Reach merupakan cara untuk melihat-lihat perkembangan buku ini. Hanya sekarang Borders tidak hanya sekedar toko buku tetapi juga menjual DVD dab CD musik.

4 responses so far

Mar 17 2007

Wisdom: Remind us on the deadline

Published by asep under Wisdom

Saya mendengar seorang teman bercerita mengenai meninggalnya dua orang yang dikenal dengan baik di Indonesia. Berita duka cita ini memang sering terdengar. Namun yang mengesankan mengenai ucapan: kita mesti mengingat batas waktu kita hidup ini. Mereka meninggal di usia 40-an dan 50-an.

Ya kita mesti ingat bahwa di dunia ini sementara.

Apakah kita selalu mengingatnya ? I don’t think so. We are very busy with our business and personal plan to achieve famous and wealth.

Kita tidak selalu bisa berpikir jernih betapa sebentarnya hidup di dunia ini. Betapa kecilnya sumbangsih karya kita dalam kemanusiaan. Kita lebih sibuk dengan urusan pendek melupakan tabungan jangka panjang di alam sana.

Remind us on the deadline. Kita memiliki batas waktu hidup ini. Sungguh sebuah kata-kata bijak yang berarti dalam sekaligus menenangkan segala haru biru kehidupan dunia yang serba sibuk dan dikejar berbagai target. Ingatan akan deadline ini juga memacu kita untuk sebanyak mungkin berbuat baik demi kemanusiaan, mulai dari bangun tidur sampai tidur lagi. Semangat untuk berbuat kebajikan inilah yang akan memicu karya-karya besar dari diri kita yang hidup serba sebentar ini.

2 responses so far

Mar 15 2007

Book Review: Ketika Cinta Bertasbih

Published by asep under Archive, Books, Inspiration, Motivation, Podcast

Karya terbaru penulis Ayat Ayat Cinta, Habiburrahman El Shirazy menghadirkan ke hadapan Anda novel dwilogi Ketika Cinta Bertasbih. Jika dalam Novel yang sudah dicetak lebih dari 20 kali itu dan konon mencapai 160.000 eksemplar, Fahri merupakan tokoh sentral dikelilingi bidadari Aisyah, Nurul dan Mariam, maka kali ini Kang Abik - sapaan akrabnya - mengangkat cinta dan entrepreneur.

Bagaimana hubungan antara cinta dan entrepreuner ? Saya juga termasuk yang penasaran ketika dalam wawancara Kang Abik mengungkapkannya.

Namun sebelum berlanjut dengarkan dulu ulasannya dalam Kabar Buku BBC yang disiarkan 10 Maret 2007.

Saya juga sempat berbincang panjang dengan Kang Abik mengenai novel terbarunya ini ketika dia baru saja mendarat di Surabaya dari Hongkong.

Ketika Cina bertasbih ini menggambarkan perjuangan seorang mahasiwa di Mesir, Abdullah Khairul Azzam dalam membela adik-adiknya di Indonesia. Dia terpaksa berdagang untuk menghidup keluarganya meski terpaksa menunda studinya. Dia ternyata seorang cerdas. Sementara seorang mahasiwa cemerlang lainnya terkena AIDS. Liku-liku cinta tetap menghiasi buku ini meski Kang Abik bilang lebih kepada cinta keluarga dan entrepreneur.

172 responses so far

Mar 14 2007

Watch your heart

Published by asep under Archive, Family, Wisdom

It is reminder to me. Heart is very important organ on our body. I witness how our heart is very significant part in the body. I means heart here is a flesh which pulse since we got souls in mother womb.

Saya melihat sendiri bayi berusia 22 minggu di dalam layar televisi hasil scanner dokter. Jantun berdenyut-denyut yang menandakan mahluk hidup di dalam rahim ibu.

Saya baru tersadar bahwa jantung di dalam tubuh ini berdegup terus dengan kecepatan konstan dan tanpa henti sejak usia empat bulan di dalam rahim ibu. Apakah pernah terpikir betapa jantung ini penting ? Saya mengakui jarang.

Renungan ini mengingatkan pula bahwa jika jantung ini bekerja keras tetapi kita tidak pernah bersyukur kepada Maha Pencipta.

Jantung bayi di dalam rahim yang saya saksikan di sebuah rumah sakit di London menunjukkan betapa ajaibnya dan betapa luar biasa jantung ini. Jika ada kelainan dalam jantung - ini memang terjadi kepada siapa saja - maka kita akan semakin bersyukur mengenai jantung kita.

2 responses so far

Mar 08 2007

Top Ten Ways to Raise Emotionally Intelligent Kids

Published by asep under Family

This article may be useful for parents. It is not easy task but one good step.

Having a high level of emotional intelligence in your children is the best way to ensure that they live a happy, successful, and responsible life as an adult. Here are ten…

Having a high level of emotional intelligence in your children is the best way to ensure that they live a happy, successful, and responsible life as an adult. Here are ten ways to help your kids attain a high degree of emotional intelligence:

1. Model emotional intelligence yourself

Yes, your kids are watching very closely. They see how you respond to frustration, they see how resilient you are, and they see whether you’re aware of your own feelings and the feelings of others.

2. Be willing to say “no” to your kids

There’s a lot of stuff out there for kids. And your kids will ask for a lot of it. Saying no will give your kids an opportunity to deal with disappointment and to learn impulse control. To a certain degree, your job as a parent is to allow your kids to be frustrated and to work through it. Kids who always get what they want typically aren’t very happy.

3. Be aware of your parental “hotspots”

Know what your issues are-what makes you come unglued and what’s this really about? Is it not being in control? Not being respected? Underneath these issues lies a fear about something. Get to know what your fear is so you’re less likely to come unglued when you’re with your kids. Knowing your issues doesn’t make them go away, it just makes it easier to plan for and to deal with.

4. Practice and hone your skills at being non-judgmental

Start labeling feelings and avoid name-calling. Say, “he seems angry,” rather than, “what a jerk.” When your kids are whiny or crying, saying things like, “you seem sad,” will always be better than just asking them to stop. Depriving kids of the feelings they’re experiencing will only drive them underground and make them stronger.

5. Start coaching your kids

When kids are beyond the toddler years, you can start coaching them to help them to be more responsible. Instead of “get your hat and gloves,” you can ask, “what do you need to be ready for school?” Constantly telling your kids what to do does not help them to develop confidence and responsibility.

6. Always be willing to be part of the problem

See yourself as having something to do with every problem that comes along. Most problems in families get bigger when parents respond to them in a way that exacerbates the problem. If your child makes a mistake, remember how crucial it is for you to have a calm, reasoned response.

7. Get your kids involved in household duties at an early age

Research suggests that kids who are involved in household chores from an early age tend to be happier and more successful. Why? From an early age, they’re made to feel they are an important part of the family. Kids want to belong and to feel like they’re valuable.

8. Limit your kids access to mass media mania

Young kids need to play, not spend time in front of a screen. To develop creativity and problem-solving skills, allow your kids time to use free play. Much of the mass media market can teach your kids about consumerism, sarcasm, and violence. What your kids learn from you and from free play with others will provide the seeds for future emotional intelligence.

9. Talk about feelings as a family

State your emotional goals as a family. These might be no yelling, no name-calling, be respectful at all times, etc. Families that talk about their goals are more likely to be aware of them and to achieve them. As the parent, you then have to “walk the talk.”

10. See your kids as wonderful

There is no greater way to create emotional intelligence in your child than to see them as wonderful and capable. One law of the universe is, “what you think about expands.” If you see your child and think about them as wonderful, you’ll get a lot of “wonderful.” If you think about your child as a problem, you’ll get a lot of problems.

Having a high IQ is nice, but having a high “EQ” is even better. Make these ten ideas daily habits and you’ll give your kids the best chance possible to be happy, productive, and responsible adults.

Mark Brandenburg MA, CPCC, is the author of “25 Secrets of Emotionally Intelligent Fathers” http://www.markbrandenburg.com/father.htm For more great tips and action steps for fathers, sign up for his FREE bi-weekly newsletter, Dads, Don’t Fix Your Kids, at http://www.markbrandenburg.com.

“Source from Zongoo.com Daily Press & Consumer Information

3 responses so far

Next »