Saya lagi tertarik untuk melihat sejarah Indonesia dan tersangkut dalam situs foto-foto tempoe doeloe di Semarang.
Wallpaper Semarang merupakan situs yang menarik khususnya bagi orang Semarang. Jaman lampau memang merupakan sesuatu yang menarik untuk mengenali diri kita. Siapa tahu dengan melihat foto-foto dan dokumen itu kita semakin mencintai masa lalu, semakin menghargai perjalanan bangsa.
Dimanapun kita berada di Inggris, Jerman atau Amerika, tempat asal usul nenek moyang tetap merupakan jati diri kita. Baik warga keturunan atau bukan, bangsa Indonesia tersambung oleh sebuah rantai kemanusiaan yang tiada putusnya sepertinya persahabatan antar bangsa di dunia.
Sebuah situs pribadi dari gimonca.com mengingatkan saya terhadap perjalanan panjang bangsa Indonesia. Juga mengingatkan saya pada pelajaran sejarah di SD dan SMP. Pelajaran sejarah yang mengantuk dan membosankan karena dijelaskan dengan metode hapalan.
Namun kalau melihat bagaimana cara belajar sejarah di Inggris dengan metode keterlibatan langsung melalui museum dan perjalanan ke tempat bersejarah, tampaknya menarik untuk ditiru.
Sudah tujuh tahun tinggal di Inggris namun membuka lembaran sejarah Indonesia yang panjang mengingatkan puncak-puncak prestasi bangsa Indonesia. Saat ini memang terpuruk dalam kelemahan politik dan ekonomi. Namun jaman republik belum lahir, Nusantara telah melahirkan berbagai pemimpin kelas Asia yang dikenal di manca-kerajaan.
Sejarah Indonesia juga bisa dieksplorasi di dalam web ini. Dunia internet telah membuka mata kita semua terhadap sejarah manusia dan sejarah indonesia.
Pertama kali saya mengenal Muhammad Yunus , peraih Nobel Perdamaian 2006 dari Banglades, dari buku Stephen Covey terbaru, The 8th Habit. Saat itu saya mendengarkan audio book The 8th Habit.
Saat itu saya sudah kagum mengenai cerita Muhammad Yunus mengentaskan kemiskinan secara unik. Dia seorang pakar ekonomi, dosen dan kemudian tergugah dengan pengalaman warga Banglades yang tidak bisa keluar dari lingkaran tengkulak. Dengan tekadnya dia meminjamkan uang dengan imbalan kecil dan ringan. Akhirnya ratusan ribu orang di seluruh dunia tertolong.
Grameen Bank hampir serupa dengan Robin Hood abad ke-21. Dia menolong tetapi tidak merampok orang kaya. Pemberdayaan orang miskin itulah yang menjadi motonya.
Covey mengangkat isu ini sebagai inspirasi bahwa perbuatan yang mulia akan menghasilkan karya yang mulia.
Siapapun yang memiliki karakter sebagai pemimpin besar akan menjadi pemimpin yang menjadi panutan. Bibit kepemimpinan di setiap orang itu sudah ada sebenarnya, tinggal bagaimana hasrat dan tekad kepemimpinan itu dibangkitkan dalam diri setiap orang.
Sesudah Anda efektif maka Anda akan menjadi orang besar dengan karya besar. Itulah yang dimimpikan Covey dalam buku terbarunya. Motonya:
Saya tidak tahu apakah ada diantara pembaca blog ini bekerja untuk Google. Kalau melihat video dibawah dari acara Oprah Winfrey mungkin idaman kaum muda yang suka teknologi.Siapa tahu setelah melihat video ini Anda lantas melamar ke Google. Baik ditempatkan di Amerika maupun di tempat lain, tampaknya Google idaman kaum profesional IT.
Saya kebetulan lewat di blog John Cow jadi bisa melihat videonya.
Sudah sembilan kali 21 Mei berlalu sejak tahun 1998. Tanggal yang disebut sebagai peralihan ke era reformasi dari era Orde Baru yang terkungkung secara politik. Reformasi diartikan pencerahan dalam semua bidang tidak hanya perpolitikan. Pencerahan dalam sosial, budaya, seni, bisnis dan lebih jauh lagi dalam pola berfikir.
Satu hal yang masih melekat kedalam manusia di era reformasi adalah sifat yang aji mumpung. Mochtar Lubis melukiskan karakter aji mumpung ini seperti sudah mendarah daging dalam kebudayaan bangsa Indonesia. Jika kita berkuasa, maka mumpung menjabat maka segala daya upaya dikerahkan untuk menumpuk harta benda.
Sifat aji mumpung dan mental terabas masih belum lenyap di era reformasi ini. Mentalitas bangsa Indonesia, seperti ditulis oleh Koentjaraningrat masih terkukung oleh bapakisme, feodalisme dan berpandangan jangka waktu pendek. Dia tidak melihat jauh ke depan tetapi hanya sebatas terlihat di depan saja.
Reformasi tidak melenyapkan serta merta mentalitas buruk di tubuh bangsa Indonesia. Reformasi baru menyadari bahwa keburukan mentalitas ini ternyata masih ada sama dengan di Era Orde Baru. Dalam tingkat tertentu, bahkan lebih hebat lagi aji mumpung ini menular dari pusat ke derah. Otonomi daerah bagaikan ajang baru untuk mempraktekan mental terabas, aji mumpung dan pandangan jangka pendek.
Sembilan tahun rupanya tidak cukup untuk menghapuskan sifat ini. Perlu ada gerak langkah baru meniru negeri jiran Malaysia dan Singapura dalam menempuh perjalanan bangsa. Dua negara ini maju secara keseluruhan meski tentu juga masih ada kekurangannya. Reformasi telah menyediakan platform cukup kuat untuk bertolak lebih jauh, lebih maju.
Apa yang ada dalam benak Anda dengan Soeharto ? Tentu tidak sama bukan? Sebagian mengatakan Pak Harto pahlawan pembangunan. Sebagian lain melihat Pak Harto orang yang keras, tidak mau berkompromi dengan oposisi? Sebagian lagi melihat Soeharto memang seperti itu dalam jamannya.
Sebagian biografi Pak Harto ditulis orang asing. Bahkan ada pula biografi tentang Soeharto tidak pernah bertemu dengan dia.
Meski tidak setiap bulan bertemu, Retnowati Abdulgani, putri almarhum Roeslan Abdulgani menyajikan pandangan yang disebut pengamat politik Azyumardi Azra sebagai pendekatan “empati”. Retnowati menulis tentang Pak Harto sebagai manusia, orang besar dengan kesalahan besar juga.
Retnowati bercerita dalam buku ini mengenai pandangan Pak Harto mengenai kroninya yang meninggalkan dirinya ketika setelah lengser. Dia juga menuturkan pandangan mengenia yayasan yang kontroversi hingga sekarang. Bagaimana juga pandangan Soeharto kepada Habibie yang konon sampai kini belum pernah mau diterimanya di Cendana. Padahal, sebelum itu Soeharto sangat menyayangi Habibie. Salah satu alasannya, Habibie menerima para menteri mundur rapat di rumahnya menjelang 21 Mei kemundurannya dan Habibie membiarkan Suharto digiring ke kejaksaan agung untuk diperiksa soal kasus korupsi.
Banyak kesan yang bisa dibaca dalam buku selengkapnya. Sesudah itu mungkin Anda juga punya pandangan tersendiri mengenai sosok Soeharto terutama sesudah lengser.
Selengkapnya dapat Anda dengar dalam Kabar Buku BBC.
Know where to find the information and how to use it - That’s the secret of success. Albert Einstein
Fisikawan abad ini telah menunjukkan jalan bahwa sukses tergantung dari seberapa besar informasi yang kita peroleh dan seberapa jauh kita gunakan informasi itu.
Sukses tidak tergantung dari luar. Sukses merupakan upaya mengintegrasikan kekuatan dari luar dengan kekuatan dari dalam diri Anda.
Tidak akan ada kekuasaan yang akan menghambat sukses Anda sekalipun mereka memiliki kekuasaan besar. Sukses ada dalam diri Anda. Semakin besar hasrat sukses semakin besar kemungkinan sukses.
Brian Tracy mengatakan sukses bukanlah dadakan. Sukses merupakan hasil dari rencana. Siapapun yang sukses merekalah yang bermimpi tentang kesuksesan.
Simak lagi apa yang dikatakan Einstein mengenai sukses ini:
If A equals success, then the formula is A equals X plus Y and Z, with X being work, Y play, and Z keeping your mouth shut. Albert Einstein.
Bahkan seperti dikatakan penulis buku terkenal Napoleon Hill, sukses itu dicapai selangkah lebih maju dari kegagalan yang dirasakan.
“Most great people have attained their greatest success just one step beyond their greatest failure.”
Saya perlu mengutip penulis yang saya kagumi sejak kecil, dialah Orison Sweett Marden:
Success is not measured by what you accomplish, but by the opposition you have encountered, and the courage with which you have maintained the struggle against overwhelming odds.