Archive for April, 2008

Apr 28 2008

Siswa Inggris belajar bahasa Inggris

Published by asep under Archive, Blog

Sekedar mengulang apa yang dilihat di sekolah-sekolah negeri di London khususnya mereka yang belajar bahasa Inggris.

Sejak kelas satu SD bahkan pra SD sudah diajarkan bahasa Inggris secara khusus.

Yang aneh dan mungkin juga antik, anak-anak di Nelson Primary School tempat anak saya belajar, dibagian kertas berisi sedikitnya 10 kata untuk dilatih cara pengucapannya. Dan ketika kami pertama datang di London tahun 2000 disuruh guru mengajarkan pronunciation itu ! Lucu kan. Baru datang sudah disuruh mengajarkan pronunciation untuk anak SD.

Klasik dan tradisional banget cara mengajarkannya. Kemudian di sekolah si anak disuruh menerka apa yang dibacakan guru dari 10-an kata-kata baru setiap minggu itu.

Begitulah mereka berlatih.

Setelah anak-anak SMP, terbalik. Orang tuanya yang malah tanya si anak !

2 responses so far

Apr 27 2008

Mogok guru se-Inggris

Published by asep under Archive, Blog

Kejadian ini muncul Kamis lalu 24 April. Hampir semua guru negeri di Inggris mogok mendesak kenaikan kesejahteraan mereka. Aksi mogok ini serentak. Anak-anak diliburkan.

Artinya dua anak saya yang kelas 7 dan kelas 11 dirumahkan, alias diliburkan. Kebetulan lagi off day jadi sekalian saja liburan di rumah bersama keluarga.

Anak-anak juga senang rupanya. Libur karena aksi mogok guru. Saya pun terima dua surat sebelumnya yang berkaitan dengan rencana mogok guru ini.

Hari yang sama terjadi unjuk rasa di Trafalgar Square.  Tidak hanya itu di berbagai kota Inggris juga para guru turun ke jalan menuntut perbaikan kesejahteraan, perbaikan gaji mereka.

Sambil melihat-lihat file ke belakang, maklum meski liburan jadi sibuk di rumah mengasuh anak-anak, ternyata aksi mogok nasional ini pertama kali dalam 21 tahun ini.

Mereka menuntut kenaikan lebih dari 2,44 % gaji tahun ini dan kenaikan 2,3 % lagi pada tahun 2009 dan 2010 yang dijanjikan pemerintah. Mereka menghendaki kenaikan itu dinikmati 4 %.

Jumlah guru negeri - tidak masuk swasta - di England (bukan Skotlandia dan Wales) mencapai 462.000 orang.

Nah dari hasil pencarian data ke BBC News di England ini terdapat 17.361 SD Negeri,  3.343 setingkat SMP-SMA negeri, 1.078 sekolah khusus.

Pertanyaannya berapa gaji guru di Inggris ? Para guru pemula menerima gaji per tahun £20.133 kemudian dipotong pajak. Sedangkan guru di London dapat tambahan £4.000.

Guru paling berpengalaman mendapatkan gaji £34.281, setara dengan profesional lainnya.

Sedangkan kepala sekolah menerima gaji mulai  £39.525 dan bisa mencapai  £100.000 diluar London.

Angka-angka ini memang cukup besar dibandingkan negara lainnya seperti Indonesia. Namun para guru ini tetap berpandangan angka inlfasi dan kenaikan energi menjadikan jumlah nominal semakin kecil. Mereka kompak menuntut perbaikan. Apakah akan berhasil? Biasanya dicapai jalan tengah dari tuntutannya itu.

Mudah-mudahan guru di negeri Indonesia tercinta akan lebih baik lagi. Meski terdengar banyak keluhan tidak cukup terutama SD dan SMP, namun aksi mogok ini mudah-mudahan jadi inspirasi untuk perbaikan.

No responses yet

Apr 21 2008

Fenomena Setengah Juta Eksemplar Laskar Pelangi

Published by asep under Archive, Books

Andrea Hirata dalam pameran buku di Malaysia awal April ini mengatakan Laskar Pelangi telah laku setengah juta eksemplar ! Kabar baru mengenai dunia buku Indonesia dan segala kemungkinan bisa terjadi. Tidak ada penjelasan logis mengenai mengapa buku itu laku. Ya memang tidak pernah ada yang bisa tahu sebuah buku akan laku.

Selangkapnya bias didengar di You Tube.

Andrea adalah fenomena seperti halnya Habbiburahman El Sirazy, penulis baru berlatar belakang pengalaman global. Penulis ganre baru yang melanglangbuana melihat dunia lebih luas lalu dituangkan dalam sebuah novel yang cantik.

Sepulang dari Indonesia dalam perjalanan pesawat ke London saya membaca separuh buku Laskar Pelangi. Perjalanan dua belas jam pesawat memang bukan waktu pendek, sebagian waktu dihabiskan memelototi buku ini.

Ada beberapa komentar ingin saya tulis. Pertama, pengalaman pribadi Laskar Pelangi yang dituturkan si ikal memang sebuah kisah yang mendekati pengalaman pribadi. Potret pengalaman pribadi di Pulau Belitong yang mengkontraskan kaya dan miskin, kejayaan dan kelemahan, kekukuhan, tekad keras dan cita-cita yang ditanamkan untuk kelua dari dunia yang suntuk.

Kedua, Andrea Hirata berhasil menggambarkan situasi kemiskinan yang dikontraskan dengan juragan timah PN yang kaya dan hebat. Plot seperti ini memang memberikan motivasi kepada pembaca yang menginginkan sekolah miskin Muhammadiyah dimana Laskar Pelangi berada bisa mengalahkan Goliath PN Timah dan jajarannya.

Ketiga, Andrea Hirata menguraikan novelnya dalam sebuah bahasa penuturan yang kontemplasi, memberikan ruang bahasa dialog yang singkat tapi kuat - misalnya ketika pertandingan cerdas cermat di bagian penghujung buku - sehingga pembaca bisa berkhayal sangat luas.

Keempat, tidak seperti novel lainnya, Andrea juga menyisipkan pesan-pesan moral dan bahkan pelajaran moral dari perjalanan hidup karakter si ikal dalam buku ini.

Kelima, ketika terjadi dialog dan perenungan, Andrea tidak semata-mata berkhayal tetapi mendasarkan pada pengetahuan luas dan mendalam soal sains yang menjadi minatnya padahal dia seorang ekonom by education.  Nuansa menambah sisipan keilmuan ini menambah bobot Laskar Pelangi yang cukup tebal.

Keenam, tetralogi sebuah perjalanan Laskar Pelangi dalam empat jilid merupakan sebuah kunci keberhasilan lainnya sehingga pembaca seperti halnya penggemar Harry Potter harus menempuh perjalanan delapan tahun menyelesaikan semua bukunya ! Andrea tidak perlu membuat novel lainnya, cukup tetralogi untuk menyerap semua pandangan filosif dan praktis dari Andrea dari Belitong.

Saya pernah mengulas buku Sang Pemimpi dengan Andrea Hirata, sementara bisa didengarkan dulu di sini

2 responses so far

Apr 20 2008

Dengan (sedih) kembali ke London

Published by asep under Archive, Blog

Sekitar 10 hari berkeliling beberapa kota di Indonesia, sungguh sangat menyenangkan dan sekaligus menyedihkan. Menyenangkan karena bisa berjumpa dengan kerabat dekat dan jauh. Menikmati udara Jakarta yang panas dan mencicipi hidangan Indonesia asli di daerah asalnya.

Sebagai orang Melayu memang kangen akan kampung halaman sangat kuat, dibandingkan misalnya bangsa dari Asia Selatan yang berada di Inggris berpuluh-puluh tahun. Kunjungan ka Indonesia kali ini memang dalam urusan kerjas bukan untuk pelesir sehingga tidak bisa semua dinikmati. Tadinya juga ingin mengambil foto Indonesia yang asri di beberapa daerah tidak bisa juga dilakukan dengan cepat.

Sedih tentu saja karena singkatnya kangen-kangenan di Indonesia belum terpuaskan. Singkat dan harus kembali ke London. Bagi mereka yang pernah merasakan lama di luar Indonesia mungkin hal ini bisa dirasakan juga. Maunya lama dulu di Tanah Air, berkeliling sampai puas baru melanjutkan tugas lainnya. Ini idealnya, tapi nggak bisa juga.

Sampai ke bandara udara Heathrow di London seperti pulang kampung meski sebenarnya tidak juga.  Penerbangan lebih dari 12 jam di udara menambah kurang nyamannya bepergian jauh sampai ke sebuah negeri di Eropa ini.

Mudah-mudahan, di masa datang memang bisa sering bolak balik sehingga lebih banyak belajar dari Indonesia yang sangat dinamis dan bahkan bersifat dinamit (mau meledak-ledak).

Saya ingin menuliskan lebih panjang lagi kesan berkeliling ke Yogyakarta, Surabaya dan Banjarmasin, serta tentu menikmati novel Laskar Pelangi jilid pertama. Belum tamat tapi asyik juga juga,

One response so far

Apr 07 2008

Malioboro Yogya yang makin sempit

Published by asep under Archive, Blog

Malioboro Yogya kini sudah sangat padat. Saya sedikit kecewa melihat bagaimana Malioboro yang asri dengan lampu-lampu berbinar kini menjadi terlihat gelap dimalam hari dan semakin sempit jalannya.

Kiri kanan jalan pertokoan tertutup dengan pembatas jalan yang menambah gelap. Ah berbeda sekali dengan bayangan dulu ketika Malioboro asri dan tenang. Tampaknya tranportasi jalan sudah menghabiskan badan jalan menambah suasana bising dan polusi. Mungkinkah Malioboro bisa menjadi jalan bebas polisi, bebas motor dan mobil ? Kalau ini bisa dikembalikan, Malioboro dengan lesehan dan pusat kerajinan akan menambah nilai pariwisata Yogya.

(Saya lanjutkan tulisan mengenai Malioboro ini sesudah tiba di London, maklum susah sekali mencari waktu selama di Indonesia. Tugas berkeliling beberapa kota menyita waktu dan akses internet juga tidak mudah ya) 

Bagi saya Malioboro ada simbol penting seperti halnya Thamrin di Jakarta atau Oxford Street di London. Ini adalah jalur identitas kota Yogyakarta, kalau tidak disebutkan sebagai pusat kunjungan turis.

Malioboro ada Yogya dan Yogya bisa direpresentasikan secara populer dengan kehadiran Malioboro. Memang ada Keraton Yogya di kota Gudeg ini namun semua orang yang datang ke Yogya mau tidak mau akan menyentuh jalan ini. Jika tidak dirawat dan dijaga maka Malioboro menjadi kumuh, kotor, semrawut, macet, padat dan tidak asri. Pemandangan yang menyebabkan mungkin banyak pengunjung bergegas segera pergi dari Mailoboro daripada menikmatinya.

Sudah saatnya daerah ini ditata ulang untuk memberikan ruang lebih besar kepada para pejalan kaki. Merekalah yang akan menghidupkan denyut nadi Maliboro dengan lesehan terkenal yang sudah berjalan sangat lama. Kalau tempat lesehan itu kumuh dan kotor karena asap knalpot motor, sulit sekali pengungunjung menikmati udara Malioboro.

2 responses so far

Apr 04 2008

Tukang semir di terminal Gambir

Published by asep under Archive, Blog, Motivation

Tukang semir, saya mengagumi profesi satu ini. Banyak membantu dan menyenangkan dengan service Rp 2000 rupiah. Seharusnya saat itu saya memberi lebih banyak ketika sepatu yang tidak sempat disemir di London ini berdebu menyentuh tanah di Jakarta. Sebelumnya saya tidak pernah menggunakan jasa tukang semir anak muda ini.

Ketika menawarkan, “Pak sepatunya mau disemir”

Biasanya bilang tidak, tetapi sekarang saya katakan “ya”.

Maka sepatu warna coklat berpindah ke tangan dia. Sepasang sandal saya gunakan sebagai alas seraya memesan indomie rebus, makanan yang berani disantap setibanya beberapa hari di Indonesia. Maunya menikmati banyak sajian menggiurkan tetapi perut ini belum kuat dengan makanan Indonesia di warung Gambir ini.

Seraya melakukan janji dengan staf PT Kereta Indonesia, saya melihat adik tukang semir itu dengan tekun melap sepatu dengan khusyu. Saya tadinya mau membeli semir netral untuk membersihkan sepatu yang kotor karena baru saja menginjak tanah lempung dan berdebu.

Saya merenungkan betapa hebatnya karya tukang semir ini jika dilihat lebih dalam. Dia bekerja dengan gaya marketing berani, menawarkan jasa tanpa harus menunjukkan ijazah terlebih dahulu. Saya kira tidak ada sekolah tukang semir di Indonesia. Kalaupun mau mendirikan sekolah seperti itu belum tentu ada siswanya.

Tukang semir merupakan spirit entrepreneur atau meminjam istilah Kang Abik atau Habiburahman el Sirazy yang lagi ngetop adalah semangat tijaroh. Berdagang dan mandiri.

Seorang tukang semir atau profesi menyemir sepatu merupakan sesuatu yang bisa dibanggakan. Artinya dengan kesulitan ekonomi seperti sekarang, mengais Rp 2000 dari sepasang sepatu tentu memerlukan keringat dan keberanian. Memasarkan skillnya dengan mengatakan, mau disemir pak? Ini merupakan modal awal yang sangat berharga.

Keberanian menawarkan jasa menyemir sepatu tidak lain adalah membantu menciptakan keindahan dan kebersihan bagi para pemakai sepatu dan sandal. Tentu kalau dilihat begitu banyaknya orang setiap hari datang dan pergi dari Gambir, maka pasar semir sepatu bisa dikatakan unlimited ! Peluang selalu muncul setiap menit berpindah.

Pelanggan tidak akan kehabisan - apalagi kalau melihat berjimbunnya manusia Indonesia di Jakarta. Sepatu juga merupakan sesuatu yang dikenakan oleh lebih dari 9 juta orang Indonesia di Jakarta. Maka pasar pun sangat luas bagi karir di semir menyemir sepatu ini.

Saya mendoakan semoga tukang semir yang telah mengembalikan sepatu saya menjadi cemerlang dan tidak merasa malu lagi mengenakan sepatu tanpa harus datang ke supermarket untuk mencari semir cair yang mahal. Saya juga menjadi lebih PD ketika berhadapan dengan direktur PT Kereta Api Indonesia Bapak Ronny Wahyudi yang saat itu janjian di Gambir.

Cuma sayang, seharusnya saya memberikan lebih banyak imbalan dari sekedar tarif yang dipasangnya. Semoga doa ini membuka rejeki dia lebih banyak dan memicu semangat tukang semir lainnya dan penjual jasa apapun di bumi Indonesia dan bumi Allah di alam jagad ini.

3 responses so far

Apr 04 2008

Selamat datang Indonesia !

Published by asep under Archive, Blog

Sejak 1 April saya telah menginjakkan kaki lagi di bumi Indonesia. Selamat Datang Nusantara ! Terakhir saya menghirup udara di bumi Indonesia tahun 2006. Kini sedang ada dalam tugas untuk melihat-lihat dunia transportasi.

Indonesia tidak banyak perubahan setelah dua tahun ditinggalkan. Manusia Indonesia dinamis dalam kegiatan ekonomi dan media tetapi tetap saja ya konsumtif. Dimana dunia sedang khawatir dengan pemanasan global, sebagian besar masyarakat sedang asyik masyuk dengan berbagai hiburan. Media televisi telah menghipnotis dengan aneka hiburan sementara dunia pilkada telah menyedot dana dan tenaga memilih figur-figur lokal.

Heboh soal siapa Gubernur BI dan jawaban Pak Presiden mengenai ketetapan bahwa Menteri Keuangan Sri Mulyani tidak akan digeser.

Itulah wajah Indonesia dari media yang bisa diintip.

Indonesia masih memang berdenyut mengejar kemajuan bersaing dengan banyak negara namun yang saya perhatikan sekarang adalah masalah transportasi mulai darat sampai udara.

Isu-isu keselamatan akan menjadi sorotan yang sejauh ini ketika tulisan ini diturunkan sedang berada di kota gudeg Yogya setelah menempuh perjalanan lebih dari tujuh jam dengan Argo Lawu dari Stasiun Gambir.

Kereta api Indonesia banyak kemajuan tetapi juga banyak ruang bisa dikembangkan. Tidak seperti naik kereta di Inggris yang melaju mulus nyaris tanpa getaran dan goyangan, kereta Indonesia meski dengan kenyamanan ber AC - malah nyaris dingin di tengah malam bersinar temaram - masih merasakan getaran dan bising ketika menembus malam buta dari Jakarta ke Yogyakarta.

Melihat bagaimana kereta api dan lokomotif diservis serta bagaimana masinis dibentuk dari lembaga pendidikan di Yogya selama 2,5 bulan akan menjadi dasar dari kemajuan perkereta apian di Indonesia. Cerita-cerita bagaimana pembentukan masinis generasi baru ini memang mengasyikkan di tengah harapan bahwa kereta api bisa memberikan keselamatan lebih besar daripada pesawat yang sedang menjadi sorotan dunia.

Nah banyak cerita selanjutnya dalam mengarungi Indonesia dua minggu ini. Tentu tidak semua aspek terjamah tetapi setidaknya ada beberapa poin penting sebagai catatan.

Sebelum lupa, ketika bertemu staf di terminal Yogyakarta, terlihat juga bagaimana wajah para sopir yang mengangkut ratusan dan ribuan penumpang setiap hari hidup dengan alamiah. Tidak ada quality control atau kalaupun ada memang seperti dikatakan seorang pengusaha bus yang berkecimpung selama setengah abad, pengawasan terhadap sopir dilakukan secara konvensional. Wah banyak ceritanya dan asyik lagi mendengar cerita sopir bagaimana bisa kuat berada di belakang sopir meski berjam-jam kerja setiap hari dan ketemu sopir yang lebih dari seperempat abad berada di bus memberikan pandangan lain mengenai betapa nilai-nilai keselamatan terhadap penumpang itu dipelajari secara alamiah.

One response so far