Archive for May, 2008

May 31 2008

Mensyukuri usia

Published by asep under Blog

Jadikanlah setiap hari seagai hari baru. Hari baru beramal, hari baru bersedekah, hari baru beribadah hari baru persiapan untuk bekal akhirat. Sangat jarang kita dalam kehidupan ini menghitung amal setiap hari sebelum tidur. Mungkin rasa kelelahan menjalani kehidupan yang makin berat mendominasi kita.

Sudah saatnya rasa syukur terhadap denyut jantung yang kemudian memuat badan bisa bergerak ini disyukuri sepenuhnya. Lihat misalnya, ketika sedang diam, ketika tidak merasakan kegiatan, jantung terus bedenyut tanpa kita minta. Jantung dengan setia menjalani fungsinya. Jika ajal telah datang, denyut ini akan berhenti.

Pernahkah kita menatap jauh kedalam tubuh kita betapa ajaibnya jantung menciptakan suasana kehidupan dalam diri kita. Baik berdiri, duduk atau berbaring, fungsi jantung kita relatif tidak terganggu. Posisi tubuh tidak mengurangi detak jantung. Jantung ini dengan setia berdenyut membawa kehidupan dalam badan kita.

Sedangkan instrumen kehidupan lainnya berupa ruh juga dengan setia menemani kita. Saat kita sadar maupun tertidur, ruh ini menemani sampai ajal menjemput. Betapa sangat lalainya jika kita membiarkan ruh ini tanpa makanan, ruh ini berjalan tanpa Tasbih kepada Allah SWT.

Saatnya, detik ini, untuk menatap jauh kedalam jasad dan ruh untuk menghitung syukur kita tentang pemberian-Nya, waktu dengan usia. Semua rencana, proyek, keindahan dan kenyamanan dunia tatakala detik waktu telah diamil Yang Maha Penguasa. Oleh seba itu tidak alasan jika kita memiarkan waktu berlalu tanpa Tasih dan Takbir dalam diri kita.

No responses yet

May 30 2008

Saya berdiri saja biar awet muda

Published by asep under Blog

Seperti biasa ketika pulang dari kantor memakai District Line dari Temple Station, saya duduk agak di pojok. Sore hari memang padat penumpang kalau naik underground. Setelah terantuk-antuk karena perjalanan membuat mengantuk, seorang tua masuk.

Dengan maksud berbaik hati, saya tanya “Tuan mau duduk”. Jawabnya kira-kira “Ngak saya berdiri aja biar tetap awet muda”. Walah jawaban yang mengejutkan. Jadi terheran-heran, kok saya bisa duduk dengan tenang sementara pak Tua dengan gagah berdiri di depan saya seraya memegang besi di atasnya.

Hmmm, jawabannya memang mengundang inspirasi. Saya tetap berdiri, biar tetap awet muda. Ya maksudnya biar dianggap gagah, muda tidak disebut tua lemah.

Saya pikir mungkin jiwanya yang muda meski badannya sudah berumur.”Berjiwa muda !” sungguh ungkapan yang tepat bagi pak tua yang bersikukuh untuk berdiri di kereta underground London ini.

Banyak diantara kita masih muda umur dan fisiknya, tapi kadang-kadang jiwanya sudah “tua” sudah “karatan”. Merasa tidak mampu dan merasa lemah.

Belajar dari orang Inggris ini boleh juga, tetap muda, tetap semangat meski fisik mungkin sudah berumur. Maksudnya tentu semangat dalam mengisi kehidupan lebih baik.

One response so far

May 29 2008

Mantan Pemimpin Redaksi Kompas “mundur”

Published by asep under Blog

Saya baru saja berita dari blog Pepih Nugraha, wartawan Kompas. Begitu dibuka, kaget. Kolega saya dulu ketika di Kompas, mantan Pemimpin Redaksi Suryapratomo “tom” resmi “meninggalkan” Kompas setelah 20 tahun. Bagi saya yang hanya kontak sekali-kali melalui telepon sungguh mengejutkan.

Mengapa kemudian mengundurkan diri dari Kompas? Tom yang akan menjelaskannya kemudian.

Tom sejak masuk ke Kompas, memang sudah “jago” dan berbakat sebagai wartawan. Mulai dari wartawan olahraga, ekonomi dan kemudian duduk menggantikan Jakob Oetama sebagai pemimpin redaksi. Tom melangkahi kakak-kakak angkatannya untuk duduk di kursi Pemred.

Tom, yang menjadi kakak angkagtan saya selama di Kompas, adalah inspirasi bagi banyak wartawan. Masih muda sudah memimpin sebuah koran terbesar berbahasa Indonesia. Sebuah prestasi yang tidak ringan.

Saya juga banyak belajar dari Tom meski dari jauh di London. Kompas selama dibawah pimpinannya tetap bisa mempertahankan kualitas meski karena sudah tebal halamannya, terkesan kedodoran. Mungkin kualitas wartawan seperti Tom dan angkatannya tidak mudah juga mencetaknya.

Saya kirim pesan pendek menyampaikan selamat sukses selalu. Saya kira orang sekaliber Tom tidak akan hilang begitu saja dari dunia media. Kita tunggu saja.

PS: Pepih pinjam fotonya ya

One response so far

May 27 2008

Bagaimana membuat subdomain di situs Anda

Published by asep under Archive

Pengalaman membuat subdomain dengan berguru kepada Mbah Google merupakan penglaman tersendiri. Tidak mudah ternyata meringkaskan cara dalam membuat subdomain. Pengalaman adalah guru yang terbaik kata orang.

Bagi yang memiliki domain sendiri seperti www.asepsetiawan.com mungkin menarik jika dibuat berbagai jenis weblog atau situs dari satu domain. Membeli domain tidaklah mahal, bisa 1 pound atau sekitar Rp 18.000 atau bisa juga lebih dari 5 pound. Di Indonesia banyak alternatif lain, jelas.

Saya mencoba membuat subdomain bukan folder baru. Subdomain artinya membuat situs baru dengan hanya membeli satu domain misalnya inspirasi.asepsetiawan.com. Sedangkan folder baru nantinya dia akan di berbentuk asepsetiawan.com/inspirasi. Yang pertama dengan nama subdomain memang lebih indah kelihatannya.

Baiklah langkahnya sbb:

1. Masuklah kedalam bagian bagaimana membuat subdomain. Setiap hosting atau perusahaan memiliki cara sendiri. Saya membuat subdomain misalnya london.asepsetiawan.com. Setelah memasang london di bagian cara membuat subdomain. Maka terciptalah subdomain itu.

2. Sesudah itu subdomain itu harus disimpan di satu tempat. Nah kita buat di directory baru yang akan otomatis tercipta sendiri dengan menaruh misalnya directory  seperti “inggris”. Tunggu beberapa saat maka directory itu akan tercipta sendiri. Mungkin ada juga perusahaan yang manual.

3. Setelah itu buatlah database baru. Nama, username dan password serta nama server biasanya sudah ada.

4. Kemudian upload program Anda seperti WordePress ke directory baru itu kemudian config.php diganti dengan username, password dan nama password.

5. Setelah selesai bagian terakhir adalah ketik http://london.asepsetiawan.com/wp-admin/install.php.

Mungkin program lainnya seperti Joomla  atau Drupal juga serupa prinsipnya. Subdomain ini bisa dibuat denga menggunakan directory baru atau tidak.

Saya sengaja menulis ini bukan untuk apa-apa sekedar berbagi pengalaman. Mungkin bagi ahli web dan komputer akan ditertawakan. Bagi orang awam dimana sekarang banyak menggunakan blog, siapa tahu bermanfaat bukan ?

2 responses so far

May 24 2008

Menikmati taman kota

Published by asep under Archive, Blog

Di London dan sekitarnya, taman merupakan sebuah kekayaan yang tidakada harganya. Di tengah udara yang berpolusi dan kesibukan masyarakatnya, taman bagaikan oase segar. Untungnya, taman atau istilah di London park terawat dengan baik. Entahlah mungkin karena sudah biasa sejak dahulu, ada anggarannya atau karena memang sebuah ciri budaya di Inggris.

Dimana-mana memang taman dengan mudah kita jumpai. Di sekitar rumah setidaknya ada empat taman besar, bahkan ada dua park itu dilengkapi dengan danau. Danau ini biasanya tempat hidup bebek dan angsa. Hanya bagi penggemar mengail, bisa dilakukan namun kalau sudah ditangkap harus dilepas lagi. Dan juga harus bayar ! Mana bisa Ada yang seperti ini di Indonesia.

Kalau summer seperti sekarang, maka taman menjadi sebuah “surga” melepaskan kepenatan dari kerja dan tugas-tugas berat. Taman menjadi sebuah arena menyegarkan kembali tubuh. Nikmat merenungkan alam di bawah pohon rindang, dengan angin semilir merupakan anugrah sangat besar. Mungkin lebih hebat dari berkunjung ke taman hiburan.

Taman kota adalah paru-paru kota. Cuma agaknya kenikmatan bersantai di taman kota tidak bisa diterima semua orang. Mungkin karena kota tidak menyediakan taman atau mungkin manusia serba sibuk sehingga tidak sempat duduk tepekur tentang kebesaran Ilahi.

Selain dinikmati hari libur, taman kota menjadi “aula” teman makan siang. Cukup membawa sandwich dan minuman, duduk menikmati roti isi sayur atau keju, lengkaplah peran taman kota.

No responses yet

May 22 2008

Orang Inggris suka humor dan pecandu selebritis?

Published by asep under Archive

Sudah lama ingin menuliskan ini sebagai perbandingan saja. Sebenarnya orang Inggris itu bagaimana sifat dan karakternya? Tentu setiap orang punya kesan sendiri. Namun Rough Guide baru-baru ini mengeluarkan buku panduan turisme yang menarik seperti disitir BBC.

“Inggris adalah bangsa yang “kelebihan berat badan, gemar minum, obsesi dengan seks dan selebriti serta pecandu televisi, demikian tulis panduan baru untuk wisatawan.

Edisi terbaru Rough Guide menyebutkan, tidak ada negara lain yang “picik, merasa penting dan menjengkelkan” seperti Inggris.”

Di bagian lain laporannya dikatakan pula:

Namun Inggris lebih “mengesankan, indah dan secara budaya beraneka ragam” dengan “berbagai bangunan, monumen bersejarah serta pertamanan”.

Kesan saya memang keindahan negeri dan keanekaragaman budaya mennjadi ciri utamanya. Soal bangunan kuno, lihat saja di London yang modern, banyak ditemukan bangunan yang dirawat nilai sejarahnya. Dalam soal museum Inggris memang unggul. Puluhan museum bisa ditemukan di London dan berbagai kota Inggris.

Apa katanya lagi? Berikut ini penjelasan lainnya:

“Inggris adalah bangsa yang bangga terhadap patriotisme, meskipun demikian perdana menterinya orang Skotlandia, memiliki pelatih sepakbola orang Italia dan seorang keluarga kerajaan asal Yunani.”

Inggris “tidak hanya sebuah negeri, namun tempat pertemuan budaya, kelas dan suku”.

Di sisi lain, Inggris merupakan “surga bagi para pengungsi” dengan imigran lebih dari 100 etnik akan juga “tempat sangat konservatif”.

Di satu segi, negara ini kehilangan keanekaragaman budaya, klaim buku panduan ini “dimana jantung banyak kota dan juga pinggiran kota terdiri dari zona pertokoan yang mirip.

“Walaupun demikian ini sebuah negeri dimana tumbuh sumbur individualitas dan kreativitas, menghasilkan budaya pop dan pentas seni, musik dan fesyen yang termasuk paling dinamis di dunia.

Tidak lupa Rough Guide ini juga menulis, bahwa Inggris sangat fanatik akan sepakbola. Liga Primer adalah kebanggaan tetapi banyak yang mengeluh tiket nonton bolanya terlalu mahal.

Bagaimana kesan Anda bertemu orang Inggris?

One response so far

May 21 2008

Setelah 10 tahun reformasi gagal?

Published by asep under Archive

Sebagian kalangan menyebut reformasi sekarang telah gagal. Perlukah reformasi jilid kedua? Reformasi gagal karena korupsi masih merajalela, penegakan hukum masih terantuk uang dan sistem ekonomi semakin terpuruk karena tekanan dunia. Sistem ekonomi tidak berubah, mengisap banyak rakyat kecil, menguntungkan pedagang besar dan asing.

Dengan mudah kita bisa menyebutkan gagal karena barang naik dan semakin serba susah. Bukannya reformasi membuat rakyat semakin sejahtera tetapi semakin miskin, menderita dan tertekan. Contohnya harga BBM sudah mahal, sudah naik dan akan naik lagi. Kapan berhentinya ? Rakyat menjerit. Itu kata sebagian orang.

Amien Rais mengatakan, reformasi untuk bidang ekonomi memang tidak begitu berhasil. Kebijakan ekonomi karena sekarang situasi dunia berbeda dengan minyak lebih 100 dollar per barel, tidak ada yang diharapkan lagi. Amien yang tokoh reformasi juga bahkan mengaku bahwa rakyat memang menderita dengan kondisi sekarang.

Namun disisi lain, kata Amien, politik menunjukkan keberhasilan. Reformasi ini kan multidimensi, politik, ekonomi bahkan pendidikan. Nah bidang politik ini, kata Amien sudah menunjukkan kemajuan.

Pertanyaannya tentu saja, apakah kita memilih demokrasi politik tetapi lapar atau perut lapar demokrasi terkungkung. Pilihan yang sulit memang.

Satu-satunya jalan memang mengadakan perubahan melalui saluran politik. Ya itu dia, pemilu tahun depan. Jika ada kekuatan politik solid untuk memperbaiki negeri ini maka bisa ditempuh dengan perebutan suara. Bukan politik daging sapi tetapi politik untuk kesejahteraan.

Kegagalan ada sukses tertunda, kata orang. Jika diterapkan secara makro maka kegagalan Indonesia dalam memberikan kesejahteraan kepada puluhan juta rakyat miskin bisa diobati dengan sejumlah kebijakan yang memihak rakyat, bukan memihak asing dan orang kaya.

One response so far

May 20 2008

Kebangkitan Nasional

Published by asep under Archive

Tanggal 20 Mei baru saja memperingati 100 tahun kebangkitan. Ingin sekali berkomentar tentang apa yang disebut kebangkitan nasional, kebangkitan bangsa Indonesia. Sebenarnya kalau mau terbuka 100 tahun lalu belum ada yang namanya Indonesia seperti sekarang. Namun momentum digunakan untuk menggalang kesadaran satu bangsa, satu bahasa.

Berkat tekad nasional itulah kemudian lahir Sumpah Pemuda dan berbagai gerakan sosial dan politik yang makin sadar akan jati diri Indonesia.

Lalu apa relevansinya sekarang? Di tengah rencana kenaikan BBM, pembagian BLT ke masyarakat miskin serta perdebatan apakah pemerintah perlu menaikkan BBM, saya kira diskusi tentang topik ini semakin relevan.

Satu catatan saja bahwa yang sudah bukan hanya Indonesia karena kenaikan minyak dunia yang melebihi 100 dollar ini serta harga pangan yang membumbung tinggi karena perubahan penggunaan biji-biji dari diekspor menjadi diolah sebagai minyak nabati.

Dengan kata lain kondisi temporer ini akan menguji tentang rasa kebangkitan dan kebangsaan. Apakah kita akan saling menyalahkan satu sama lain? Apakah menolak kenaikan BBM juga ada solusi lainnya ketika pemerintah sekarang merupakan hasil dari kebijakan sebelumnya dimana utang bertumpuk?

Saatnya mungkin demo itu lebih konstruktif. Menolak OK, itu sebuah pendapat yang patut dihargai. Namun akankah terus berdemo tanpa mempedulikan secara keseluruhan kesulitan yang dihadapi bangsa-bangsa dunia ?

Saya sering bertemu dengan orang Asia selatan misalnya dari India. Saat diceritakan bahwa orang Indonesia yang jumlahnya 200 juta relatif sudah menggunakan bahasa Indonesia. Mereka terheran-heran dan takjub. India tidak bisa, katanya punya satu bahasa nasional. Bahasa Inggris masih menjadi perekat bangsa India. Kalian mestinya beruntung.

Beruntung? Tidak terpikirkan bahasa yang sama merupakan keberuntungan sebuah bangsa. Setahu saya ya sudah begitu keadaannya jadi tak perlu lagi apresiasi.

Inilah sebenarnya titik kunci kebangkitan. Menyadari berbagai anugrah ini, bangsa, bahasa, etnik, sumber daya alam dan segala isi perut bumi. Kebangkitan berarti mulai melek terhadap semua karunia ini lalu sekarang setelah dibiarkan terbengkali diambil orang lain, maka tiba saatnya memeras keringat untuk menguasai modal dan teknologi.

Jangan sampai orang Indonesia - termasuk saya tentunya -bagaikan tikus mati di lumbung padi.

One response so far

Next »