Archive for July, 2008

Jul 16 2008

Bertemu Soni Farid Maulana

Published by asep under Archive, Blog

Bertemu Soni Farid Maulana di dunia maya mengingatkan akan kehadirannya di tanah kelahiran Tasikmalaya. Roni kalau tidak salah adalah adik Soni, dia teman satu SMA. Rumah kami pernah berdekatan. Dulu Soni kurus sekarang wah sudah menjadi penyair tenar badannya gemuk.

Saya teringat masa lalu ketika Soni sudah sejak belia terus menulis puisi. Sajak-sajaknya yang aneh kedengarannya pada waktu itu mungkin menjadi bahan perbincangan. Namun Soni kelihatan tidak pernah berhenti menulis puisi.

Pengasahan puisinya semakin dalam, semakin mengalir dan semakin memikat. Perjalanan penulisan terus menerus bergumul dengan syair puisi ini menjadikan para pembacanya merasakan kemanusiaan yang utuh. Rasa seni yang merangsang emosi di tengah kegersangan hidup karena tekanan ekonomi dan politik yang menyesakkan.

Sajak-sajak Soni - seperti halnya penyair yang berkutat dengan tema sosial - memberikan oase segar terhadap perjalanan keseharian yang kadang membosankan, melelahkan dan mungkin untuk tingkat tertentu menakutkan. Sajak menjadikan kemanusiaan ini menjadi utuh kembali, mereguk untaian kata yang segar untuk dinikmati. Pantas di negara maju dan di dalam peradaban lama, penulis sajak dan penyair menempati posisi terhormat dalam masyarakat. Tidak lain karena memang sajak menghidupkan peradaban suatu bangsa.

3 responses so far

Jul 15 2008

Perjalanan

Published by asep under Archive

/>Coba kita menengok ke belakang, sudah berapa jauh perjalanan kita? Sudah berapa banyak perbekalan yang dihabiskan dan tinggal berapa bekal kita? Cukupkah bekal itu untuk sampai tujuan dari perjalanan ini?

Perjalanan hidup kita kadang melalui jurang dan ngarai. Tidak jarang harus mendaki berpeluh keringat di tengah panas terik. Atau ketika hujan deras dan salju menerpa kita yang mengharuskan perjalanan itu diteruskan.

Ada kalanya kita memang melakukan perjalanan dengan tenang dan gembira. Tertawa dan tersenyum menyertai kita dalam perjalanan kehidupan ini.

Perjalanan ini memang disertai dengan tawa dan tangis. Seharusnya memang kita menyadari itu. Tidak selamanya jalan yang kita tempuh bertaburan bintang dan pujian. Bahkan kadangkal celaan dan kecaman yang ada di hadapan kita.

Oleh karena itulah kita semestinya memiliki prinsip dasar dalam mengarungi jalan kehidupan. Prinsip hidup inilah yang digali dari nilai ruhani yang kita miliki. Niscara perjalana itu akan tambah berarti karena kita memiliki tujuan yang indah dan penuh dengan harapan. Sasaran kehidupan itulah yang membuat perjalanan meski dihadang kesulitan menjadi sedemikian indah dan bermakna.

Akhir perjalanan pasti akan ditemui setiap orang. Harapan dan keindahan dalam akhir perjalanan inilah yang menjadi dambaan semua orang.

No responses yet

Jul 10 2008

Yang abadi adalah perubahan

Published by asep under Archive

Tadi di kantor baru menghadiri pertemuan sejumlah editor dengan bos BBC World Service. Dari pertemuan yang teringat adalah perubahan selalu terjadi. Tidak ada yang bisa terjadi selain perubahan. Persaingan antar media, perubahan kebiasaan pendengar, berkembangnya teknologi komunikasi, semuanya menuntut perubahan.

Banyak hal bisa dicatat dari pertemuan itu.

Pertama, perubahan senantiasa terjadi, dikehendaki atau tidak. Kita biasanya sudah terbiasa dengan zona nyaman sekarang ini. Kalau sudah demikian, maka kita biasanya takut akan perubahan. Perubahan akan mengancam kue kenyamanan kita. Inilah pangkal dari kemunduran dan kekalahan, biasanya. Diterima atau tidak perubahan akan selalu terjadi. Bahkan usia kita berubah, detika bergerak dan satu atau dua menit lalu berbeda dengan saat ini. Mental kita harus dipersiapkan dengan prinsip bahwa perubahan akan senantiasa mengikuti kita dan kita harus siap dengan perubahan.

Kedua, antisipasi perubahan dengan melihat berbagai kemungkinan. Kadang-kadang ketika berubah ada ketidaknyamanan. Kebiasaan mungkin berubah. Jatah makanan mengecil. Pekerjaan menjadi lebih sulit. Situasi tidak enak. Semuanya mungkin dilihat dari kacamata negatif. Maka kita seharusnya melihat berbagai kemungkinan dengan tangan terbuka.

Ketiga. senangi perubahan. Jika kita tidak menyukai perubahan dan pergeseran maka akan ada sikap resisten dari kita untuk menolak perubahan. Jadikanlah perubahan itu sebuah peluang, sebuah harapan, bukan kemalangan atau kesulitan.

Keempat, meski memang perubahan sebuah keniscayaan tetapi ada juga beberapa prinsip dalam kehidupan yang tidak berubah. Akui bahwa ada satu hukum yang ajeg yang juga sama kuatnya dengan perubahan. Matahari selalu terbit dari timur untuk sebagian besar wilayah di muka bumi. Ini salah satu contoh.

Sebenarnya masih banyak catatan yang bisa ditambah mengenai renungan dari sebuah pertemuan itu. Namun sudah empat poin dulu untuk mengingatkan kita bahwa perubahan adalah sebuah keniscayaan.

No responses yet

Jul 06 2008

Leadership E-Book

Published by asep under Archive, Leadership

Nama Peter Drucker sudah tak asing lagi di dunia manajemen. Wawasannya tidak hanya menguraikan masalah manajemen, Drucker juga mengulas berbagai persoalan dalam masalah sosial dan kepemimpinan.

Pembahasannya yang luas dan membedahnya dengan tajam membuat tulisan Drucker mempesona.

Saya teringat ketika masih di kampus rajin membaca buku karya Drucker meski bukan jurusan manajemen.

Baru-baru ini saya menemukan buku gratis menyarikan karya Drucker untuk kebutuhan sehari-hari.

Anda bisa baca sendiri di halaman web Asiaing.com

Banyak inspirasi bisa tergali dari buku ini. Bila diperlukan bisa juga download di sini.

2 responses so far

Jul 05 2008

Menengok blog Arab

Published by asep under Archive

Baru saja membuka blog Arab, kaget juga dengan berita seorang perempuan chatting di Facebook dengan pria lainnya kemudian diberitakan dibunuh ayahnya sendiri.

Saya temukan di Sabbah Blog beritanya. Jadi memang budaya setiap bangsa berbeda-beda menyangkut internet dan chatting online. Kalau berita ini memang benar, betapa ngerinya menggunakan online jika tidak sesuai dengan budaya atau tradisi agama.

Kalau di Indonesia mungkin pemerintah berusaha untuk memblokade situs porno, maka di Arab Saudi sebuah keluarga yang tabu melihat kontak bukan muhrim, kejadiannya bisa luar biasa.

Facebook memang social media yang populer karena interaksinya. Namun kalau ngobrol kemudian sampai terjadi penghilangan nyawa mungkin sudah berlebihan pula.

Ini pentingnya bagi semua pengguna internet tua dan muda untuk memanfaatkan teknologi ini bukan unutk hura-hura tetapi untuk menfaat lebih luas.

No responses yet

Jul 03 2008

Melaporkan sejarah

Published by asep under Archive

Pagi tadi saya lewat ke belakang gedung Bush House BBC. Ada sebuah kalimat kalau tidak salah “reporting history since 1932.”

Jadi teringat bahwa selama aktif dalam radio di London, di itu, ikut andil dalam melaporkan sejarah.  History in making. Begitu salah satu jargon CNN. Televisi ini memberitakan pemirsanya di seluruh pelosok bumi ketika sejarah itu berlangsung.

Saya kira mungkin tidak berlebihan jika dikatakan, kalangan jurnalis, reporter, broadcaster, online news writer tidak lain berperan dan berkiprah melaporkan sejarah. Baik itu peristiwa sejarah yang skalanya kecil, lokal dan temporer atau event sejarah berskala nasional, berdampak global.

Semuanya sama melaporkan sejarah.

Wawancara yang sudah lama saya lakukan, terakhir dengan juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi mengenai penangkapan seorang anggota DPR ketika menerima uang, bisa dikatakan juga penggalan sejarah, setidaknya bagi lembaga anti korupsi ini.

Wawancara dengan Amien Rais saat peringatan 10 tahun reformasi Indonesia, mungkin menjadi momentum sejarah.

Wawancara dengan mantan Presiden BJ Habibie, mantan Presiden Abdurrahman Wahid dan Wakil Presiden Yusuf Kala, kalau direnungkan juga sebuah pelaporan sejarah melalui audio dan bahkan diabadikan dalam berita online.

Merekam cerita dari aktor sejarah, sekalipun masyarakat kecil, merupakan sebuah proses yang bisa dianggap besar. Besar dalam arti bahwa mosaik peristiwa itu dilaporkan untuk diingat dan dijadikan dokumen sejarah.

Melaporkan sejarah, itulah kira-kira salah satu tugas broadcaster, jurnalis dan bahkan bagi rekan-rekan penulis blog juga sama.

Menulis satu dua kalimat tentang peristiwa dan mengomentarinya tidak lain adalah berbicara mengenai fakta-fakta sejarah secara subyektif. Mungkin suatu saat akan memperkaya penulisan sejarah karena opini dan sudut pandang seseorang berguna untuk menafsirkan sebuah peristiwa sejarah yang komprehensif yang terekam dalam internet.

No responses yet

« Prev