Korupsi

asep on March 28th, 2010

Mendengar gentayangannya dark force di beberapa lembaga negara membuat bulu kuduk berdiri. Uang dan jabatan menenggelamkan kehormatan oknum-oknum ini. Celakanya diantara oknum ini ada yang jabatannya tinggi. Dengan demikian upaya menutupi penyimpangan semakin rapi
Meskipun rasa prihatin mendalam terhadap pencemaran nama baik oknum atas korps namun diantara anggota korps masih menegakkan jati diri. Mereka bekerja profesional [...]

Continue reading about Diantara mereka banyak yang jujur

asep on March 9th, 2010

Inilah salah satu konsekuensi jika reformasi lebih dari 10 tahun tidak dibarengi dengan perbaikan sumber daya manusia khususnya di kalangan pemerintah. Para pejabat menengah setingkat dirjen, sekjen atau irjen masihlah “orang lama” dengan wajah baru. Mereka seperti nafas reformasi tetapi jiwanya masih “orde korupsi”
Artinya mentalitas mereka masih menganggap bahwa uang dan fasilitas negara merupakan keniscayaan [...]

Continue reading about Korupsi masih menjadi “Raja”

asep on November 26th, 2009

Berkat penyadapan Komisi Pemberantasan Korupsi bisa membongkar skandal suap dan korupsi yang dilakukan seorang petinggi Kejaksaan Agung. Langkah KPK yang sudah pada jalurnya ini ternyata menuai badai dari pihak yang selama ini enak dengan jabatan basah. Dia tertangkap basah menerima uang ratusan juta rupiah dalam tas dari seorang konglomerat hitam.
Inilah kisah yang meledakan masyarakat. Skandal [...]

Continue reading about Penyadapan

asep on November 21st, 2009

Image via Wikipedia

Berdasarkan pengamatan di beberapa negara korupsi memang merupakan penyakit negara-negara yang baru muncul pasca Perang Dunia II. Penyakit ini sangat akut karena beberapa negara yang semula miskin menjadikaya karena kekayaan alam atau karena kemajuan industri.
Di Vietnam dan Cina, negara yang baru mengenyam kemakmuran karena perubahan tatanan politik, koruptor bermunculan. Dua negara ini memberlakukan [...]

Continue reading about Koruptor = anti nasionalisme

asep on November 29th, 2008

Sentilan Wapres Yusuf Kalla di sebuah acara bisa jadi ada benarnya. Banyak orang di Indonesia termasuk media massa yang menyetor berita, pesimis dengan masa depan negeri ini. Pesimis ini tidak sama dengan kritis, katanya.
Dia katakan, dulu para pendiri republik ini tetap optimis meskipun modal belum ada. Dengan kata lain dalam hitungan apapun, para founder republik [...]

Continue reading about Fokus untuk tetap optimis