asep on February 27th, 2010
The seven verses (ayat) of Al-Fatiha, the firs...
Image via Wikipedia

Pelatihan Wisata Kampung Akhirat. Itu judul sebuah training yang disajikan Manajemen Darul Akhirat yang sudah berlangsung beberapa bulan ini. Sebuah training yang mengajak peserta sukses akhirat dengan mengandalkan amaliah dunia. Training ini mencoba merumuskan orientasi akhirat yang berlandaskan kehidupan di dunia.

Dengan moto Melihat Masa depan Akhirat dengan lebih jelas, training ini mengisi kekosongan dalam pencerahan rukun Iman yang kelima. Seperti halnya berbagai training seperti ESQ dan Pelatihan Shalat Khusyu’, Manajemen Darul Akhirat menawarkan sebuah simulasi dan pelatihan multimedia untuk mempersiapkan kematian yang indah, begitu istilahnya.

Selama ini memang banyak orang mempersiapkan kehidupan dunia dengan cermat mulai dari sekolah anak, perencanaan keluarga dan karir bahkan untuk bisnis. Namun kematian yang sudah sangat dekat dan rahasia tidak pernah dikupas tuntas. Kematian yang sudah PASTI akan dialami semua manusia ini jarang diulas karena terasa menyeramkan dan menakutkan serta membuat pesimis.

Pelatihan Wisata Kampung Akhirat dikemas dengan bahasa populer yang dianalogkan para pesertanya naik sebuah pesawat Jenazah Airlines untuk mengikuti babak-babak berikutnya dalam kehidupan. Antara lain babak kematian, memasuki alam barjah, alam mahsyar, alam penghisaban, alam surga atau alam neraka.

Pengemasan secara populer dan dengan penyajian video yang didukung dengan ayat-ayat Al Quran dan Hadits terasa memberikan sebuah pencerahan dalam melihat lebih luas dan komprehensif persiapan memasuki alam yang abadi.

Mengapa memang perlu pelatihan ? Biasanya orang memang taken for granted, disikapi tanpa dipikirkan lagi, sehingga tidak mengenal tahapan berikutnya yang dikatakan lebih baik dari dunia dan lebih kekal.

Seperti dikatakan trainernya Ustadz Nanang memang peserta didorong bersikap ikhlas dan positif sehingga training bisa diserap tanpa praduga yang bukan-bukan. Kuncinya memang rendah hati untuk menerima ilmu yang disampaikan melalui trainer – yang sebenarnya adalah Allah SWT yang memberikan ilmu dan kesadaran itu.

Dengan judul yang terasa mengguncang, peserta memang diajak menyentuh sebuah topik yang sangat menyeramkan namun dengan pendekatan yang halus dan populer bisa dicerna dengan mudah dan menghasilkan efek pencerahan. Wallahu’alam Bishawab.

Reblog this post [with Zemanta]

Tags: , ,

asep on February 25th, 2010

A man came to him and said: Abu Darda, I have come to you from the town of the Apostle of Allah for a tradition that I have heard you relate from the Apostle of Allah . I have come for no other purpose.

He said: I heard the Apostle of Allah say: If anyone travels on a road in search of knowledge, Allah will cause him to travel on one of the roads of Paradise. The angels will lower their wings in their great pleasure with one who seeks knowledge, the inhabitants of the heavens and the Earth and the fish in the deep waters will ask forgiveness for the learned man. The superiority of the learned man over the devout is like that of the moon, on the night when it is full, over the rest of the stars. The learned are the heirs of the Prophets, and the Prophets leave neither dinar nor dirham, leaving only knowledge, and he who takes it takes an abundant portion.

Translation of Sunan Abu-Dawood

Saya sengaja membuat kutipan dari bahasa Inggris sehingga bisa lebih membuat makna. Kutipan ini diambil dari situs Crescent Rating Halal Friendly Travel.

This diagram shows the approximate relative si...
Image via Wikipedia

Mungkin akan lebih bermakna bagi mereka yang sering melakukan perjalanan dan pengembaraan. Ubahlah perjalanan itu menjadi sebuah traveling for konwledge. Perjalanan untuk mendapatkan Ilmu yang akan menyelamatkan kita di dunia dan hereafter.

Reblog this post [with Zemanta]
asep on February 24th, 2010

Setelah ditunggu hampir dua bulan beberapa fraksi berani menyebut nama siapa yang bersalah. Nama Sri Mulyani dan Wapres Boediono disebut dalam banyak bagian laporan fraksi itu. Ini bisa jadi menandakan bahwa langkah politik partai sudah jelas ingin menunjuk nama siapa yang bersalah.

Namun dicatat pula beberapa insitusi yang diduga ikut bersalah dalam pengucuran dana talangan ke Bank Century sampai Rp 6,7 triliun.Angka ini terungkap setelah Badan Pemeriksa Keuangan turun tangan. Jadi sebenarnya lembaga pemerintah sendiri yang mengungkapkan adanya dugaan penyimpangan. Parpol hanya mengunakan momentum ini untuk kepentingan mereka sendiri.

Jadi kesimpulkan fraksi harus dilihat dalam konteks manuver politik bukan konteks hukum. Sebagai sebuah lembaga politik dan sarat dengan kepentingan parpol maka hasil Pansus juga nuansa politiknya sangat kental dengan tujuan menggoyahkan penguasa atau mungkin memecah belah koalisi. Ini jelas dari parpol yang tidak ikut koalisi, memanfaatkan parpol lain untuk mendorong sebuah penyelidikan dan tindakan.

Selanjutnya mampukah penegak hukum melanjutkan kerja Pansus Century? Kita Tunggu.

Skenario yang akan muncul dari hasil Pansus ini antara lain.

1. Hasil Pansus akan dimentahkan di Sidang Paripurna jika rekomendasi DPR memerlukan suara bulat dari anggotanya. Ada kemungkinan tidak akan mencukupi untuk meloloskan rekomendasi. Hasil politiknya tertahan tetapi jelas akan memperburuk citra politik penguasa.

2. Rekomendasi diterima tetapi terbatas pada orang-orang dari Bank Indonesia, LPS atau Bank Century. Kemungkinan ini sangat besar karena ada nama-nama bahkan pengusaha yang diduga memanfaatkan situasi untuk menarik dananya.

3. Koalisi akan retak dan tidak kompak jika tidak ada negosiasi politik di belakang layar. Tindakan tokoh parpol koalisi akan lebih penting untuk menjamin bahwa tindakan apapun terhadap yang bersalah tidak sampai menggoyahkan masa depan koalisi yang ada. Perombakan kabinet akan berlaku jika koalisi ini retak. Namun risiko pemenang pemilu juga berat sebab akan banyak rongrongan di DPR dalam menjalankan programnya.

4. Koalisi tetap jalan namun terbatas. Rotasi kabinet mungkin ada tetapi bagi pendukung pemerintahan. Kemungkinan menghindari konfrontasi di depan umum atau DPR. Misalnya pengusutan pengemplang pajak dan korupsi partai besar akan berjalan dengan risiko adanya pembalasan. Situasi akan labil.

5. Pemerintah akan mengambil keputusan tegas menindak mereka yang bersalah namun melindungi tokoh tertentu atas nama kebijakan. Krisis bisa dihindari saat tahun 2008 namun adanya kelemahan dalam pengambilan keputusan.

asep on February 24th, 2010
"LUNGAMU NANG ENDI??"
Image by Badia Harrison via Flickr

Saya sengaja menggunakan judul bahasa Inggris untuk menekankan bahwa sangat penting mengkaji ulang posisi Stasiun Kereta Api Tanah Abang yang bisa dianggap sekarang ini rapih di dalam tapi semrawut di luar. Stasiun ini seharusnya dijadikan sebuah tempat yang modern dengan dukungan fasilitas akses keluar masuk yang mudah.

Mengapa perlu memikirkan kembali status Tanah Abang ini? Karena lokasinya strategis, karena vital perannya dan karena masa depannya akan cemerlang.

Lihat yang pertama lokasinya strategis. Sungguh sangat penting akses ke pusat kota dari daerah pinggiran. Siapapun dari kaum profesional, pengusaha atau masyarakat biasa, jalur ke pusat kota akan menjadi sangat penting. Semakin mudah, semakin baik. Kalau kita simak sekarang saja semua jalur kereta api yang menuju ke kota pinggiran mampir di Tanah Abang. Begitu keluar langsung terhubung dengan pusat bisnis, pusat pemerintahan dan bahka pusat perbelanjaan.

Tempatnya yang berpotensi untuk dikembangkan sebagai sebuah pijakan pendatang untuk masuk ke ibu kota sungguh luar biasa. Harus ada dari sekarang yang mau mendesain ulang Stasiun Tanah Abang karena lokasinya sangat penting. Dia memiliki akses keluar dan masuk yang bisa menghembat waktu dan energi.

Tanah Abang ini vital perannya. Bukan saja karena ada sentra tekstil tetapi yang lebih penting lagi merupakan lalu lintas masyarakat yang penting. Dengan mobilitas yang semakin tinggi makan terminal kereta menjadi luar biasa pentingnya. Tanah Abang sudah memainkan peran sebagai pintu gerbang keluar dan masuk masyarakat bahkan sampai ke bagian paling Barat di Pandeglang.

Yang berikut masa depannya cemerlang. Coba tengok potensi apa yang bisa dibangun dari Tanah Abang. Saya bayangkan sebuah mall besar dengan berbagai produk yang bisa disuguhkan kepada setiap pengunjung. Berapa lalu lintas manusia setiap hari, seratus ribu, dua ratus atau bahkan lebih dari tiga ratus ribu? Ini potensi luar biasa.

Belum lagi kalau dipasang iklan yang akan menjadikan tempat ini menguntungkan. Think, again.

Jadi jika tidak dibenahi bagian lalu lintas masuk dan keluar Tanah Abang, maka sangat prihatin sekali melihat ketidakmampuan otoritas mengelola sesuatu yang sebenarnya mudah dan bisa direncanakan. Contoh, jika seseorang dari Bundaran HI atau Blok M mau menggunakan KRL dari Tanah Abang, adakah akses transportasi yang langsung berhenti di depan stasiun? Saya meragukannya.

Belum kalau malam hari betapa semrawut dan tidak tertibnyak truk yang parkir seenaknya di badan jalan. Belum lagi kendaraan umum yang berhenti di tengah jalan. Maka lengkaplah sebuah kawasan antah berantah di luar stasiun yang megah Tanah Abang. Seolah-olah jika malam telah tiba, akses ke Tanah Abang bagaikan melintasi zona pertempuran penuh kemacetan. Zona yang hanya bisa dilalui mereka yang tabah.

Tengok setiap hari di jalan-jalan mendekati kawasan stasiun, seperti tidak wibawanya. Jangan heran jika kaum profesional atau pengusaha enggan menggunakan KRL karena memang aksesnya tidak nyaman untuk tidak dikatakan sangat ketinggalan dengan mal-mal megah di Jakarta.

Inilah saatnya memikirkan ulang stasiun Tanah Abang, akses keluar dan masuknya sehingga bisa berkembang menjadi pusat bisnis yang bermartabat.

Reblog this post [with Zemanta]
asep on February 23rd, 2010
Bank Indonesia - Jogja 3
Image by eo_kuro via Flickr

Beberapa hari ini kita menyaksikan perdebatan mengenai hasil akhir Pansus Century. Semua ingin tahu apakah partai-partai yang selama ini kritis akan mengambil kesimpulan yang kritis. Semua juga ingin tahu apakah nama-nama penguasa akan disebut sebagai pihak dan indidvidu yang bertindak melanggar dalam merger, pemberian dana talangan dan pengelolaan dana talangan ke Bank Century.

Jika ya maka orang juga menunggu apa langkah selanjutnya. Jika rekomendasi akhir Pansus menyentuh nama-nama penting, apakah lembaga yang diminta bertindak juga berani melangkah. Apakah penegak hukum juga punya waktu memprioritaskan kasus ini.

Banyak pertanyaan menggelayut. Jika berjalan lancar maka minggu depan sudah ada kepastian kalau jadi dibawa ke Sidang Paripurna DPR. Namun dalam beberapa hari ini juga akan terlihat sikap-sikap yang pro dan kontra dalam Pansus itu sendiri.

Reblog this post [with Zemanta]

Tags: ,

asep on February 23rd, 2010
PASADENA, CA - MAY 04:  A Blackberry Curve 831...
Image by Getty Images via Daylife

Dari sekian banyak situs yang bisa memperkaya kegunaan telepon genggam Anda adalah Getjar.com..

Apakah HP anda Blackberry terbaru atau Nokia lama, klik Getjcar.com untuk mendapatkan aplikasi yang dikehendaki.

Kita bisa download mulai Al Quran terjemah versi Bahasa Indonesia sampai dengan kamus bahasa Inggris untuk mempersiapkan ujian bahasa.

Tidak hanya itu situs ini bisa melakukan set up sesuai dengan keinginan mulai dari HP lama sampai Smart Mobile.

Saya kira masih banyak lagi bisa dicantumkan disini untuk mendayagunakan HP supaya lebih produktif dan juga lebih efektif. Tentu saja jika Anda pengguna Facebook hati-hatilah menggunakannya karena akan memakan waktu lama sehingga kita tidak lagi produktif menggunakan HP ini.

Di situ Getjar.com juga ada beberapa aplikasi untuk produktifitas. Saya kira sudah waktunya mengalihkan kekaguman kepada Smart Phone ini menjadi alat yang efektif untuk kegiatan sehari-hari.

Reblog this post [with Zemanta]

Tags: , ,

asep on February 17th, 2010
Indonesian rupiah
Image via Wikipedia

Sudah menjadi sebuah jargon bahwa bisnis bank adalah bisnis kepercayaan. Artinya bisnis bank adalah bisnis kejujuran. Bisnis dengan hati nurani. Mengapa ? Karena yang dibisniskan adalah penyimpanan uang, modal dan harta lainnya. Jika tidak ada kepercayaan maka pilihannya disimpan di rumah.

Tapi di Indonesia tampaknya bisnis kepercayaan ini masih banyak dirusak oleh oknum pemilik bank. Oknum yang sehari-harinya mentereng dan kaya sehingga tidak tersentuh hukum. Oknum inilah yang merusak tatanan perbankan yang nyaris hancur lebur karena krisis ekonomi 1997.

Dengan terkuaknya pelanggaran Bank Century terungkap pula bahwa pilar utama bisnis kepercayaan ini yakni Bank Indonesia, masih jauh dari nurani dan kepercayaan untuk menstabilkan moneter. Oknum di lembaga yang luar biasa besarnya yang tidak ada satu lembaga di Indonesia yang bisa memeriksa, mengaudit isi perut Bank Indonesia ternyata berbuat sangat luar biasa menyimpangnya. Sebuah Bank Sentral yang nyaris tidak ada pengawasnya meski gaji Gubernur nya konon bisa lebih dari Rp 300 juta per bulan ! Sebuah kerajaan yang bisa menjadi kekuatan dalam bisnis kepercayaan ini atau sebuah kerajaan hitam yang penuh dengan okum korup mungkin dari lapis bawah sampai lapisan teratas.

Skandal demi skandal kini terungkap. Tampaknya bisnis kepercayaan yang ditopang dan diawasai Bank Indonesia ini harus dirombak, harus ada reformasi bahkan revolusi yang memasukkan udara segar, person-person kredibel tapi bersih hatinya. Inilah yang harus dijadikan modal oleh dunia perbankan Indonesia. Nurani yang bersih dan profesionalisme.

Jika tidak ada pelajaran yang bisa ditarik dari kasus Bank Century dimana lalu lintas uang tidak terkontrol, dimana mergernya banknya tidak semestinya, dimana oknum pengawas berpesat dengan uang suap dan dimana para oknum petinggi sibuk memperkaya diri, menari di atas kemiskinan rakyat Indonesia, maka sudah hancur lebur harapan terhadap bisnis kepercayaan, bisnis kejujuran ini.

Semestinya dari dalam Bank Indonesia muncul pendekar pendekar keuangan, bankir-bankir yang bisa dibanggakan bukan karena ilmunya tetapi karena kokohnya nurani untuk terjun dalam bisnis kepercayaan. Apalah artinya kekayaan jika semuanya mengakibatkan kehancuran bangsa. Sudah saatnya dari bankir lulusan mancanegara muncul sebuah otak brilian dengan hati yang putih yang melihat bahwa pengelolaan keuangan negara dilakukan dengan hati-hati. Satu rupiah jika itu uang negara, uang rakyat, maka sang bankir akan mengembalikannya.

Jadi sekaranglah momentum untuk menjadikan skandal dan krisis di satu bank kecil dengan gema yang besar ini menjadi pijakan untuk membangkitkan harapan bahwa masih ada diantara sekian banyak bankir dan birokrat di Bank Indonesia yang masih jujur, bersih dan profesional. Dengan kekuatan inilah maka tidak akan lagi pemilik dan bankir nakal berkeliaran memutar-mutar uang haram untuk kepentingan segelintir orang. Wallahu’alambishawab.

Reblog this post [with Zemanta]

Tags: , , , ,

asep on February 17th, 2010
Jakarta panorama on an afternoon after the rai...
Image via Wikipedia

Beberapa hari ini Stasiun KRL Sudirman sudah berbenah diri. Tengok saja interior bagian depannya. Tampilan depan yang mencerminkan modern dan bergaya. Stasiun ini seperti siap menyambut kaum profesional yang setiap hari keluar masuk stasiun di pusat Jakarta ini.

Berdasarkan perkiraan kasar pengguna jasa komuter Jakarta termasuk bus dan metromini mencapai 500.000 setiap hari. Gerakan manusia keluar masuk Jakarta ini terjadi setiap pagi dan sore. Jumlah ini diperkirakan akan terus membengkak seiring dengan pertumbuhan kota-kota satelit di Jabodetabek.

Kehadiran kereta listrik merupakan sebuah keharusan untuk mengeluarkan penduduk sekitar Jakarta dari kemacetan dan waktu tidak produktif. Energi BBM yang terpakai juga akan berkurang jika sebagian besar sudah berkiblat kepada KRL. Sayangnya dorongan menggunakan transportasi publik di mata warga sekitar Jakarta masih kecil. Bandingkan kota-kota besar di negara maju sudah semuanya mengandalkan kereta bawah tanah dan juga di atas tanah (over ground).

Jadi sebuah keharusan jika Stasiun Sudirman tidak hanya dipermak eksterior dan interiornya sehingga layak bagi penggunanya. Interior dan desain menggunakan tangga perjalanan sebuah terobosan luar biasa meskpun tentu sangat mahal perawatannya. Namun ini merupakan sebuah keputusan yang tepat karena setelah ini masih ditunggu gebrakan lainnya.

Menjadikan Stasiun Sudirman sebagai pusat jaringan lalu lintas kereta metro merupakan sebuah impian ideal bagi siapapun. Dengan jalur menuju selatan, barat, utara dan timur yang relatif berkembang seharusnya ada satu strategi yang sudah bisa dipantau publik untuk menjadi stasiun ini tidak hanya berskala kecil dan mini. Bagaimanapun Stasiun Duku Atas, begitu panggilan akrabnya harus dikembangkan menjadi sebuah stasiun seperti Euston, Victoria atau Liverpool di London. Dia tidak hanya menghubungkan antar kota London tetapi juga menjadi titik pemberangkatan ke luar kota.

Bayangkan jika Stasiun Sudirman ini menjadi sebuah pusat jaringan yang menghubungkan titik terdalam kota dengan titik terluar kota. Sudirman berbeda dengan Gambir. Sudirman banyak kelebihan dibandingkan Gambir. Lokasinya Sudirman di jantung pusat bisnis Jakarta sedangkan Gambir dekat pusat pemerintahan. Jika di masa depan bisa dikembangkan jaringan kereta listrik (ini istilah di Jakarta, sedangkan di London biasa digunakan underground atau tube yang semuanya menggunakan tenaga listrik) berpusat di Sudirman, akan ada banyak solusi lalu lintas tercapai.

Kenyamanan yang masih bisa ditingkatkan sekarang untuk penumpang dari Serpong, Depok, Bogor, Bekasi dan Tangerang menjadi dasar bagi pengembangan moda angkutan massal yang efektif, nyaris bebas polusi dan modern. Jika pilihan terhadap pengembangan moda KRL ini diabaikan niscara dalam beberapa tahun ke depan, Jakarta akan menjadi lautan mobil dan motor.

Energi listrik yang menggerakan KRL merupakan pilihan masa depan. Tinggal keputusan otoritas perhubungan saja, mau maju atau mau jalan di tempat.  Penulis tidak lama lagi akan pulang ke London, jadi merupakan sebuah angan-angan menyaksikan moda transportasi di Jakarta berbasiskan jalur kereta bukan mobil atau motor.

Reblog this post [with Zemanta]

Tags: , , , , , ,